Selasa, 03 September 2019

Polisi: Sopir Truk Picu Kecelakaan Maut di Cipularang Meninggal

Polisi: Sopir Truk Picu Kecelakaan Maut di Cipularang Meninggal

Beritabatavia.com - Berita tentang Polisi: Sopir Truk Picu Kecelakaan Maut di Cipularang Meninggal

KECELAKAAN maut di Ruas Tol Cipularang KM 91 Kabupaten Purwakarta, Senin (2/9/2019) mengakibatkan sembilan meninggal dunia dan puluhan luka luka. ...

Ist.
Beritabatavia.com - KECELAKAAN maut di Ruas Tol Cipularang KM 91 Kabupaten Purwakarta, Senin (2/9/2019) mengakibatkan sembilan meninggal dunia dan puluhan luka luka. Kecelakaan maut melibatkan 21 kendaraan. Dengan total korban sebanyak 36 orang dan di evakuasi di empat Rumah sakit berbeda di Purwakarta yaitu RSU Abdul Radzak, RS Siloam, RS HM Thamrin dan RSUD Bayu Asih.

"Totalnya yang mendapatkan perawatan di sini ada 31 korban. Tujuh meninggal dunia, tiga luka berat dan sisanya luka ringan," ujar Kabid Pelayanan Medis RS MH Thamrin Purwakarta, Dr Jamal Abdul Naser.

Dari total korban meninggal dunia yang ditangani RS MH Thamrin, ada empat korban yang hangus terbakar. Keempat korban tersebut belum dapat diidentifikasi karena kondisinya kurang baik. "Dari tujuh korban meninggal dunia baru tiga orang yang teridentifikasi, yang empat korban belum (teridentifikasi) karena kondisinya terbakar," jelasnya.

Sementara Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan maut di Tol Cipularang KM 91.400, wilayah Sukatani, Purwakarta. Sopir truk yang diduga menjadi penyebab terjadinya tabrakan beruntun itu tidaklah kabur, melainkan turut menjadi satu dari delapan korban meninggal dunia.

"Saya klarifikasi, tidak ada sopir yang kabur. Sopir yang pertama meninggal dunia atas nama DH, sopir dari truk yang terguling," tutur Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi, Selasa (3/9).

Menurut Trunoyudo, sopir kendaraan di belakang truk tersebut yakni S selamat atas kejadian itu. Dia kini dirawat di Rumah Sakit Thamrin.  "Sedang dilakukan pemeriksaan oleh pihak polres," jelas dia.

Data terakhir, lanjut Trunoyudo, korban meninggal dunia sebanyak delapan orang dengan 28 korban luka-luka. "Nanti kita lihat dari hasil keterangan (korban) dan hasil tim olah TKP atau melalui metode TAA (Traffic Analysis Accident)," tutup Trunoyudo.

Sementara seorang warga negara asing asal Korea Selatan bernama Ho Sofe Shin (61 tahun) menjadi korban kecelakaan Tol Purbaleunyi di segmen Cipularang, Senin (2/9/2019). Kini korban dirawat di RS MH Thamrin Purwakarta karena mengalami luka bakar 35 persen. "Satu luka bakar ada WNA dari Korea Selatan berusia 60 tahun. Dia Dirawat intensif di ICU di rumah sakit," ujar

WNA asal Korsel ini mengalami luka di wajah. Pihak rumah sakit belum bisa melakukan penanganan lanjutan karena pasien menolak. Pasien juga tidak bisa dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki perawatan yang lebih baik karena belum mendapat persetujuan dari keluarga korban.

Kecelakaan di Tol Purbaleunyi segmen Cipularang pada Senin (2/8/2019) menyebabkan 8 orang meninggal, 3 luka berat, dan 25 luka ringan. "8 orang meninggal dunia, 3 luka berat, dan 25 luka ringan," kata Dirgakkum Korlantas Mabes Polri Brigjen Pol Pujiyoni Dulrachman.

Berikut nama-nama korban luka berat: Asparida (53) warga Jalan P. Maluku 16 Nomor 91, RT 009 RW 009, Arenjaya, Bekasi Timur (luka berat),  Dedi (56) warga Kampung Bayur RT 007 RW 001, Desa Lebak Wangi, Sepatan timur, Tangerang (luka berat) dan Ho Sofe Shin Usia (61 Tahun) WNA asal Korea (luka bakar)

Sedangkan 25 Luka ringan lainnya antara lain:
1. Asparida (63) warga Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Bekasi.
2. Rico Apriadi Tanjung (34) warga Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Bekasi.
3. Fira (4) warga Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Bekasi.
4. Kenzo (6) warga Kelurahan Arenjaya, Bekasi Timur, Bekasi
5. Zulfahmi (56) merupakan warga Perum 3 Bekasi.

6. Nur Alpipi (27) warga Desa Batu Ampar, Aliadiruru, Sumatera Barat.
7. Posma Lumban (57), Petukangan Utara, Pasangan, Jakarta Selatan.
8. Hamidah (66) warga Cadas Sari, Pandeglang, Banten.
9. Hudsiah (45) warga Cadas Sari, Pandeglang, Banten.
10. Iroh Rohayati (46) warga Kadumumbang, Cimanuk, Pandeglang, Banten.

11. Subana (40) warga Pangerangan, Pantai Harapan Jaya, Muara Gembong, Bekasi.
12. Manih warga Pangerangan, Pantai Harapan Jaya, Muara Gembong, Bekasi.
13. Ade Suryani (33) warga Arenjaya, Bekasi Timur, Bekasi
14. Napi (37) warga Caringin, Sukagalih, Sukajadi, Bandung
15. Sofa warga warga Cadas Sari, Pandeglang, Banten.

16. Suherman (53) warga Desa Cibadak, Tangerang, Banten.
17. Anjar Subagja (23) warga Keluraha Nagrikidul, Purwakarta.
18. Suheri (34) warga Babakan Kecamatan Babakanciparay, Bandung.
19. Suryanto (51), warga Babakantarogong Kecamatan Bojongloa Kaler, Bandung.
20. Seniri, Desa Kopo Kecamatan Bojongloa Kaler, Bandung.

21. Dwi Reza Febriawan (35), Desa Tawang Sari, Kecamatan Semarang Barat, Semarang.
22. Nurbaya (35) warga Rancaekek, Kabupaten Bandung.
23. Yeti Kusniati (26) warga Rancaekek, Kabupaten Bandung.
24. Raya Dia Zhafira (3) warga Rancaekek, Kabupaten Bandung.
25. Rafania Ghaisani Huminah (5) warga Rancaekek, Kabupaten Bandu

Berita Lainnya
Senin, 25 November 2019
Minggu, 24 November 2019
Minggu, 24 November 2019
Jumat, 22 November 2019
Rabu, 20 November 2019
Selasa, 19 November 2019
Senin, 18 November 2019
Sabtu, 16 November 2019
Jumat, 15 November 2019
Jumat, 15 November 2019
Kamis, 14 November 2019
Rabu, 13 November 2019