Senin, 09 September 2019

Perizinan Berbelit Bikin Kabur Investor Pariwisata

Perizinan Berbelit Bikin Kabur Investor Pariwisata

Beritabatavia.com - Berita tentang Perizinan Berbelit Bikin Kabur Investor Pariwisata


PENGEMBANGAN industri pariwisata di Indonesia masih terkendala perizinan yang berbelit di tingkat pemerintah daerah. Kondisi itu membuat para ...

Ist.
Beritabatavia.com -
PENGEMBANGAN industri pariwisata di Indonesia masih terkendala perizinan yang berbelit di tingkat pemerintah daerah. Kondisi itu membuat para investor balik badan karena malas berhadapan dengan aturan yang tumpang-tindih, multitafsir, dan tidak jelas.

Demikian diungkapkan Koordinator Tim Pemantauan dan Evaluasi Proyek Strategis Nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Taufik Widjoyono di Sumatra Utara, Sabtu (7/9).

"Pernah dalam satu kesempatan, alat-alat kita untuk pelebaran jalan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba sudah ada di lokasi, tetapi tiba-tiba ada orang yang datang dan pengerjaan tidak bisa langsung dilakukan. Biasa, harus bayar ini-itu dulu," ujar Taufik.

Hal-hal seperti itu yang akan dihilangkan lewat proyek KSPN. Pemerintah pusat akan mengintervensi jauh ke bawah untuk memastikan pengembangan daerah wisata berjalan sesuai rencana.

Salah satu upaya intervensi yang akan dilakukan ialah dengan membangun destination management office yang akan berisikan tim dari pemerintah pusat. Lembaga tersebut akan memastikan peraturan-peraturan di daerah dapat sejalan dengan visi dan misi pemerintah pusat. "Sebenarnya kita berpikir intervensi seperti ini berlebihan, tapi ya terpaksa harus dilakukan. Pariwisata itu salah satu pengumpul devisa terbesar bagi negara," tuturnya.

Untuk penyempurnaan pembangunan di KSPN Danau Toba, dalam tiga tahun terakhir, 2016-2019, Kementerian PU-Pera melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II Medan telah mengerjakan preservasi dan perbaikan Jalan Lingkar Samosir sepanjang 145,9 kilometer.

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mempermudah akses dari dan menuju Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba.

Satker Pelaksanaan Jalan Nasional II Wilayah Sumatra Utara Rikwanto Marbun mengatakan proyek itu akan segera rampung akhir tahun ini. Setelah proyek jalan selesai, pemerintah akan melanjutkan dengan pelebaran jembatan-jembatan yang ada di Lingkar Samosir.

BBPJN II mencatat ada 88 jembatan, dan 27 di antaranya memiliki lebar yang tidak cukup untuk dilalui dua mobil."Itu yang akan kita lebarkan sehingga mobil-mobil tidak perlu lagi antre untuk menyeberang," tuturnya. 0 MIO
Berita Lainnya
Selasa, 05 November 2019
Minggu, 03 November 2019
Jumat, 01 November 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Rabu, 30 Oktober 2019
Selasa, 29 Oktober 2019
Kamis, 24 Oktober 2019
Kamis, 24 Oktober 2019
Selasa, 22 Oktober 2019
Sabtu, 19 Oktober 2019
Rabu, 16 Oktober 2019
Selasa, 15 Oktober 2019