Selasa, 17 September 2019

Sindikat Narkoba Malaysia-Batam-Jakarta Disikat

Sindikat Narkoba Malaysia-Batam-Jakarta Disikat

Beritabatavia.com - Berita tentang Sindikat Narkoba Malaysia-Batam-Jakarta Disikat

SINDIKAT pengedar narkoba jenis sabu jaringan Malaysia-Batam-Jakarta disikat Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Delapan orang ditangkap yang ...

Ist.
Beritabatavia.com - SINDIKAT pengedar narkoba jenis sabu jaringan Malaysia-Batam-Jakarta disikat Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Delapan orang ditangkap yang berinisial RUD, ZUL, WAN, LIS, TK, MIN, BUS, dan JOEL. Mereka dibekuk di dua tempat, yakni Tanjung Priok Jakarta serta Batam . Sedangkan empat orang lainnya masih buron dan hingga kini masih dikejar. Mereka adalah YAN, BUL, UR dan HIM

"Dari delapan anggota sindikat yang ditangkap, 4 tersangka diamankan di Jakarta dan 4 lainnya ditangkap di Batam. Mereka ditangkap petugas sejak 9 " 21 Agustus 2019.  Dari tangan mereka disita sekitar 9,5 Kilogram sabu nilainya sekitar Rp 10 Miliar," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (17/09/2019).

Dijelaskan, terungkapnya jaringan ini berawal dari informasi masyarakat pada awal Agustus 2019 yang menyebutkan adanya peredaran narkoba di Hotel Ayuda, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Dari informasi itu petugas melakukan penyelidikan dan berhasil membekuk dua tersangka yakni RUD dan ZUL di hotel itu pada 9 Agustus. Dari tangan mereka didapat sabu dalam satu kantong seberat 350 gram dan dalam satu plastik klip, seberat 92 gram," jelasnya.

Ada 2 pelaku RUD dan ZUL yang menyimpan sabu di dalam sepatu merk Nike dan Hitec.
"Ternyata ada pelaku yang meletakan sabu di dalam sepatu, kemudian sepatunya dipakai," ujar Argo.

Kemudian mereka naik kapal laut dari Pelabuhan Batu Ampar, Batam ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
"Keduanya atas perintah tersangka WAN yang ada di Batam. Kemudian tim ke Batam dan berhasil membekuk WAN di Tannjung Uma, di Batam," terang Argo.
 
Diketahui sabu yang dibawa RUD dan ZUL dari Batam dengan dimasukkan dalam sepatu sebanyak 1,5 Kg.
"Sementara yang kami sita dari hotel di Tanjung Priok hanya sekitar 500 gram. Ternyata yang 1 kg sabu sudah diserahkan RUD dan ZUL, kepada LIS saat tiba di Jakarta," tutur Argo.

Dari hasil pendalaman ketiga tersangka kata Argo, pihaknya kembali membekuk LIS di rumah kontrakan di Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada 10 Agustus 2019.
"Di sana kita dapat 1 kg sabu yang sudah dipecah menjadi 49 paket dalam plastik klip sedang, dan siap diedarkan," papar Argo.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kata Argo, LIS mengaku disuruh tersangka TK dan TK atas instruksi MIN.
"Tersangka TK akhirnya kita amankan di kediamannya di Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur," imbuh Argo.

Sementara TK katanya mengaku disuruh MIN yang berhasil dibekuk petugas di Jalan Ki Mas Laeng Katomas, Tigaraksa, Tangerang, Banten. Dari keterangan dan pendalaman para tersangka dibekuk tersangka BUS di Batam yang berperan membuka rekening pesanan sabu tersangka lainnya.

Selanjutnya tim membekuk JOEL yang merupakan lapisan teratas dari 8 tersangka ini di kediamannya di Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Kota Batam.
"Setelah dilakukan pendalaman atas JOEL ini, kami dapati 8 kg sabu dari rumah yang baru dibeli tersangka di Dreamland Park Blok G No. 5 Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Sabu disimpan di plafon rumah," ucap Argo.

Kemudian, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Calvijn Simanjuntak menambahkan dari delapan tersangka ini, dibagi 3 kelompok dalam modus operandinya dalam satu jaringan. Kelompok satu adalah RUD, ZUL dan WAN. Kemudian kelompok dua adalah LIS, TK dan MIN, serta kelompok tiga adalah BUS, dan JOEL.
"Dalam jaringan ini ada 4 orang masuk daftar pencarian orang (DPO) yang masih diburu oleh tim kami dilapangan. Mereka adalah YAN, BUL, UR dan HIM," kata Calvijn.

Keempat orang yang buron adalah pengendali, saat beberapa para tersangka bertemu untuk bertransaksi narkoba.
"Semua narkoba ini berasal dari HIM yang diduga di dapat dari Malaysia. Untuk lapisan teratas dari tersangka yang kami bekuk atau di bawah HIM adalah JOEL," ujar Calvijn.

Karena perbutannya para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 0 END



Berita Lainnya
Rabu, 09 Oktober 2019
Selasa, 08 Oktober 2019
Senin, 07 Oktober 2019
Senin, 07 Oktober 2019
Minggu, 06 Oktober 2019
Sabtu, 05 Oktober 2019
Jumat, 04 Oktober 2019
Jumat, 04 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Rabu, 02 Oktober 2019
Selasa, 01 Oktober 2019