Rabu, 18 September 2019

Pabrik Pencemar Udara di Cilincing Ditutup, Puluhan Karyawan Nganggur

Pabrik Pencemar Udara di Cilincing Ditutup, Puluhan Karyawan Nganggur

Beritabatavia.com - Berita tentang Pabrik Pencemar Udara di Cilincing Ditutup, Puluhan Karyawan Nganggur

POLRES Metro Jakarta Utara menutup pabrik aluminium di Cilincing, Jakarta Utara karena diduga mencemari udara akibat asap buangannya melebihi baku ...

Ist.
Beritabatavia.com - POLRES Metro Jakarta Utara menutup pabrik aluminium di Cilincing, Jakarta Utara karena diduga mencemari udara akibat asap buangannya melebihi baku mutu. Ada dugaan tindak pidana terhadap undang-undang lingkungan ataupun perdagangan. Penutupan pabrik menyebabkan puluhan karyawan menganggur. Akibatnya pengangguran di Jakarta semakin bertambah.

"Kami sedang menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan pengelola pabrik pengolahan aluminium tersebut. Meskipun tanpa ada laporan, polisi dapat menginvestigasi keberadaan pabrik yang dikeluhkan warga di sekitar Cilincing itu," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Polisi Budhi Herdi Susianto dalam keterangannya, Rabu (18/09/2019).

Dilanjutkan, polisi menemukan indikasi asap dari hasil produksi pabrik itu melanggar aturan atau melebihi batas ambang yang diatur undang-undang. "Saat ini masih memeriksa tingkat dan kadar pencemaran udara di laboratoriun," ujarnya.

Petugas memasang garis polisi dan menyita barang bukti berupa alat cetak limbah aluminium, aluminium mentah, serbuk aluminium yang sudah dihaluskan, mesin giling, dan tungku beserta bahan bakar. Penyidik Polres Metro Jakarta Utara memeriksa pemilik pabrik pembakaran aluminium berinisial MN karena diduga mencemari udara di Cilincing. "Kami investigasi seluruh tempat itu," ungkapnya.

Pemeriksaan terhadap MN itu terkait dengan dugaan pelanggaran undang-undang lingkungan dan perdagangan di pabrik aluminium itu. Selain itu, petugas juga meminta keterangan terhadap pekerja pabrik tersebut, yakni FZN, LW, KRL, dan FHR.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan dugaan pelanggaran dari pengelolaan pabrik tersebut karena terindikasi mengeluarkan asap yang melebihi standar baku. "Pabrik pembakaran bahan logam itu telah beroperasi sejak lama berdasarkan temuan barang bukti berupa alat produksi," tambahnya.

Diharapkan, seluruh instansi terkait dari Pemerintah Kota Jakarta Utara turut mengawasi terhadap operasional pabrik yang menyalahi aturan. Ia mengatakan, petugas telah menutup pabrik pembakaran logam di Cilincing lantaran diduga mengeluarkan asap yang melebihi ambang batas sehingga mencemari lingkungan sekitar.

Petugas juga telah menyita barang bukti berupa alat cetak limbah aluminium, aluminium mentah, serbuk aluminium yang sudah dihaluskan, mesin giling, dan tungku beserta bahan bakar.

Wali Kota Jakarta Utara Sigit Widjatmoko juga menyatakan akan memasang alat ukur udara. Selanjutnya, hasil ukur udara itu akan menjadi dasar kebijakan sesuai aturan yang berlaku. Sebelumnya, Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah meninjau dan memasang alat untuk mengukur polutan yang dihasilkan dari para pengusaha industri peleburan timah dan arang di Cilincing pada Jumat (13/9).

Terdapat empat titik yang akan dipasangi alat pengukur kualitas udara, yaitu SDN Cilincing 07 Pagi, area sawah SDN Cilincing 07 Pagi, Taman Pemakaman Umum (TPU) Semper, dan akses jalan menuju TPU Semper. "Alat pengukurannya dari Dinas LH mengukur parameter nitrogendioksida (NO2). Dari sana, akan diketahui sejauh mana baku mutu kualitas udara di lokasi ini," kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Slamet Riyadi.

Tindakan itu untuk menanggapi laporan warga, khususnya orang tua murid yang bersekolah di SDN Cilincing 07 pagi. Mereka merasa kesehatan anak-anaknya terancam akibat polusi yang disebabkan oleh industri peleburan timah dan arang yang sudah beroperasi selama 20 tahun. 0 BAIM


Berita Lainnya
Rabu, 09 Oktober 2019
Selasa, 08 Oktober 2019
Senin, 07 Oktober 2019
Senin, 07 Oktober 2019
Minggu, 06 Oktober 2019
Sabtu, 05 Oktober 2019
Jumat, 04 Oktober 2019
Jumat, 04 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Kamis, 03 Oktober 2019
Rabu, 02 Oktober 2019
Selasa, 01 Oktober 2019