Kamis, 19 September 2019

2 Tahun Hisap Vape, Paru-paru Adam Rusak Akut

2 Tahun Hisap Vape, Paru-paru Adam Rusak Akut

Beritabatavia.com - Berita tentang 2 Tahun Hisap Vape, Paru-paru Adam Rusak Akut

ADAM Hergenreder baru sekitar dua tahun menggunakan vape. Vape adalah jenis penghantar nikotin eletronik. Vape atau rokok elektrik ketika dihisap ...

Ist.
Beritabatavia.com - ADAM Hergenreder baru sekitar dua tahun menggunakan vape. Vape adalah jenis penghantar nikotin eletronik. Vape atau rokok elektrik ketika dihisap akan menghasilkan uap air, alih-alih asap seperti pada rokok konvensional. Saat pertama kali menggunakan vape di tahun 2017, usia Adam baru 16 tahun. Aroma mentol dan mangga adalah favoritnya.

Kini, Adam yang berasal dari Gurnee, Illinois, Amerika Serikat harus meringkuk di rumah sakit. Dia tak dapat bernapas tanpa bantuan aliran oksigen dari tabung.
Tim dokter yang menanganinya menyebut, berdasarkan hasil rontgen, pemuda 18 tahun iniĀ  memiliki gambaran paru-paru seperti orang berusia 70 tahun.

Kondisi paru-paru tersebut kemungkinan besar tak akan bisa kembali seperti semula, dan vape-lah yang diduga menjadi penyebabnya. Adam hanya salah satu dari 27 pasien dalam beberapa minggu terakhir di Illinois, yang menderita kondisi serupa, dan semuanya merupakan pengguna rokok elektrik.

Bulan lalu, salah satu dari pasien tersebut meninggal. Tak hanya itu, secara keseluruhan ada lebih dari 200 kasus serupa yang terjadi di 24 negara bagian di AS per akhir pekan lalu. Data tesebut dilansir Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Menular AS (CDC).

CDC membantu Departemen Kesehatan Masyarakat Illinois dalam menyelidiki kasus-kasus tersebut, bersama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA).

Vape diperkenalkan kepada perokok sebagai pengganti rokok yang aman. Perangkat ini dengan cepat mendapat perhatian di kalangan perokok, terutama remaja. Namun, komunitas medis mulai memahami efek buruk pada kesehatan. Para peneliti dari Universitas Kansas mengajukan pertanyaan tentang vape atau rokok elektrik dan manfaat kesehatannya yang dilaporkan.

Tim peneliti menemukan, nikotin dari perangkat Vape menyebabkan masalah pernapasan yang sama yang memengaruhi dan membunuh perokok tembakau. " Vaping dianggap tidak berbahaya, meskipun tidak ada data untuk mendukung pernyataan itu," kata Matthias Salathe, salah satu peneliti dan ketua Departemen Penyakit Dalam di Sekolah Kedokteran Universitas Kansas. "Di sisi lain ada semakin banyak data untuk benar-benar menentang pernyataan itu," imbuhnya.

Studi baru, yang diterbitkan dalam American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine menyatakan, bahwa nikotin yang menguap dapat merusak kemampuan alami sel-sel di paru-paru untuk menghilangkan lendir. Temuan ini berasal dari tes laboratorium dengan robot yang mengekspos donor paru-paru yang terkena nikotin.

Kurangnya kemampuan untuk membersihkan lendir dapat menyebabkan bronkitis kronis, kata para peneliti. Dengan temuan itu, Salathe mendukung beberapa ilmuwan yang memeringatkan bahwa vape dapat membuat lebih banyak orang berisiko terkena penyakit paru obstruktif kronis (COPD). Vape menyebabkan kerusakan yang sama di paru-paru domba, yang mana saluran udaranya meniru manusia ketika terkena asap rokok elektrik. 0 END



Berita Lainnya
Rabu, 30 Oktober 2019
Senin, 28 Oktober 2019
Senin, 28 Oktober 2019
Kamis, 24 Oktober 2019
Rabu, 23 Oktober 2019
Selasa, 22 Oktober 2019
Senin, 21 Oktober 2019
Sabtu, 19 Oktober 2019
Sabtu, 19 Oktober 2019
Kamis, 17 Oktober 2019
Rabu, 16 Oktober 2019
Selasa, 15 Oktober 2019