Senin, 30 September 2019 09:13:29

Industri Vape di Ambang Kehancuran

Industri Vape di Ambang Kehancuran

Beritabatavia.com - Berita tentang Industri Vape di Ambang Kehancuran

AKIBAT kematian penggunaan vape di Amerika Serikat memukul industri vape di dunia. Saham perusahaan tembakau raksasa Inggris Imperial Brands terpuruk ...

   Industri Vape di Ambang Kehancuran Ist.
Beritabatavia.com - AKIBAT kematian penggunaan vape di Amerika Serikat memukul industri vape di dunia. Saham perusahaan tembakau raksasa Inggris Imperial Brands terpuruk di level terendah dalam satu dekade ini pada Kamis (26/9/2019). Pelemahan pasar vape lantaran sejumlah negara bagian di AS melarang penjualan rokok elektrik.

Produk generasi mendatang AS memburuk secara signifikan selama kuartal terakhir dengan meningkatnya ketidakpastian regulasi. Memicu penurunan penggunaan vape dalam beberapa pekan terakhir. Jumlah pedagang grosir dan pengecer yang tidak memesan atau tidak mengizinkan promosi produk vape bertambah, terang Imperial dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip rt.com, Senin (30/09/2019).

Beberapa negara termasuk India dan Korea Selatan telah melarang semua penjualan rokok elektrik. Merek Juul Labs bahkan menghilang secara misterius dari semua situs e-commerce di China hanya beberapa hari setelah diluncurkan.

Regulator di AS telah mengambil tindakan keras melarang warga merokok vape lantaran banyaknya laporan kematian yang berhubungan dengan tembakau alternatif itu. Kasusnya meningkat menjadi 11 kasus. Lebih dari 500 orang jatuh sakit dengan penyakit paru-paru misterius setelah mengisap rokok elektrik.

Menyusul laporan tersebut, Walmart mengatakan tidak lagi menjual e-rokok di jaringan tokonya. CBS, Viacom, dan AT&T WarnerMedia telah mengumumkan untuk menghentikan iklan e-rokok yang sedang berjalan di stasiun televisi mereka.

Presiden AS Donald Trump awal bulan ini mengatakan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Food and Drugs Administration/FDA) akan melarang vape semua rasa. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit juga mengeluarkan peringatan kepada kaum remaja dan pengguna vape lain untuk tidak membeli produk rokok elektrik dan daun ganja. Serta memperingatkan untuk tidak memodifikasi vape dengan bahan-bahan lain.

NYTimes melaporkan, vape telah membuat korban berjatuhan beberapa minggu ini di AS. Korban kebanyakan remaja usia 20-an tahun. Sebelumnya mereka dalam kondisi sehat, secara tiba-tiba mengalami kesulitan bernapas, muntah berhari-hari, demam, dan lemas setelah mengisap rokok elektrik. Beberapa korban dibawa ke unit perawatan intensif, lainnya harus menggunakan ventilator selama berminggu-minggu.

Rokok elektrik diperkenalkan pada tahun 2003 sebagai cara untuk menyapih para perokok menjauh dari efek mematikan rokok tradisional. Sejak itu vape tumbuh menjadi pasar global senilai US$11 miliar. Sebagian besar pertumbuhan itu terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Penjualan diharapkan mencapai lebih dari US$18 miliar pada tahun 2024.

Bagaimana industri Vape di Indonesia, apa juga menunggu lonceng kematian? 0 END

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 13 Mei 2020
Rabu, 22 April 2020
Jumat, 17 April 2020
Jumat, 27 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Sabtu, 01 Februari 2020
Kamis, 23 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020
Senin, 20 Januari 2020
Sabtu, 18 Januari 2020
Kamis, 16 Januari 2020
Rabu, 15 Januari 2020