Rabu, 02 Oktober 2019

Ditangkap, 7 Orang Pembuat Grup WhatsApp Anak STM

Ditangkap, 7 Orang Pembuat Grup WhatsApp Anak STM

Beritabatavia.com - Berita tentang Ditangkap, 7 Orang Pembuat Grup WhatsApp Anak STM

POLISI  menangkap 7 orang yang diduga pembuat dan admin grup WhatsApp anak STM. Salah satunya telah ditetapkan menjadi tersangka. Grup WhatsApp ...

Ist.
Beritabatavia.com - POLISI  menangkap 7 orang yang diduga pembuat dan admin grup WhatsApp anak STM. Salah satunya telah ditetapkan menjadi tersangka. Grup WhatsApp anak STM ramai dan menjadi viral saat terjadi aksi demo para pelajar yang dilakukan di depan Gedung DPR yang berbuntut kerusuhan.

"Ada beberapa yang kami tangkap, baik kreator atau adminnya," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Komisaris Besar Rickynaldo Chairul di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Ricky mengatakan satu orang yang ditetapkan menjadi tersangka adalah pelajar berinisial RO asal Depok. Dia diduga menjadi kreator grup WA bernama STM/K bersatu. Menurut Ricky, melalui grup itu, RO menghimpun massa untuk berdemo di depan Gedung DPR menolak Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang sarat kontroversi.

Selain RO, polisi juga menangkap 6 orang lainnya yang masih berstatus saksi. Keenam orang itu di antaranya, MPS, 17 tahun asal Garut yang menjadi admin grup STM-SMK SENUSANTARA; WR, 17 tahun, asal Bogor selaku admin SMK STM SEJABODETABEK; BH, 17 tahun asal Bogor sebagai pembuat grup JABODETABEK DEMOKRASI; dan MAN, 29 tahun, asal Subang. MAN diduga menjadi admin grup WA STM SEJABODETABEK.

Sementara dua orang lainnya ditangkap di Batu, Malang, yakni THN, 16 tahun, admin grup SMK STM se-jabodetabek; dan DI, 32 tahun, admin grup SMK STM se-Jabodetabek. Polisi menyita barang bukti berupa ponsel dan tangkapan layar grup tersebut.

Ricky mengatakan semua grup itu mengumpulkan massa anak STM untuk berunjuk rasa di depan Gedung DPR pada 30 September 2019. Menurut Ricky, para administrator mengajak anak STM bergabung ke dalam grup dengan menyebarkan tautan atau link untuk bergabung ke dalam grup tersebut di media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter.

Ricky mengatakan khusus untuk RO yang telah jadi tersangka, polisi menjerat remaja itu dengan Pasal 160 KUHP tentang perbuatan menghasut untuk melakukan tindak pidana. Saat ditanya lebih jauh mengenai unsur provokasi untuk melakukan tindak pidana yang dilakukan RO dalam grup yang dia buat, Ricky urung menjelaskan. "Saya belum bisa menyampaikan sekarang, kami masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan barang bukti digital," kata dia.  0 TMO



Berita Terpopuler
Selasa, 12 November 2019
Berita Lainnya
Selasa, 05 November 2019
Senin, 04 November 2019
Senin, 04 November 2019
Sabtu, 02 November 2019
Jumat, 01 November 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Rabu, 30 Oktober 2019
Selasa, 29 Oktober 2019
Senin, 28 Oktober 2019
Minggu, 27 Oktober 2019
Jumat, 25 Oktober 2019