Sabtu, 12 Oktober 2019 13:05:40

Tragedi Alun- Alun Menes Potret Kegagalan

Tragedi Alun- Alun Menes Potret Kegagalan

Beritabatavia.com - Berita tentang Tragedi Alun- Alun Menes Potret Kegagalan

Argumentasi pasca peristiwa, bukan alasan untuk memaklumi penyerangan terhadap Wiranto dan sejumlah peristiwa berdarah lainnya. Sebab, jika ...

Tragedi Alun- Alun Menes Potret Kegagalan Ist.
Beritabatavia.com -
Argumentasi pasca peristiwa, bukan alasan untuk memaklumi penyerangan terhadap Wiranto dan sejumlah peristiwa berdarah lainnya. Sebab, jika semua upaya, rencana, strategi yang diakui sebagai solusi efektif mengatasi beragam permasalahan, sudah dilaksanakan melalui proses yang baik dan benar sesuai ketentuan dan peraturan. Tentu, penyerangan  terhadap Menkopolhukam, Wiranto di Alun-Alun Menes, Pandeglang, Banten, dapat dicegah dan tidak perlu terjadi.

Menko Polhukam, Wiranto, adalah pejabat negara yang mengkoordinir bidang politik, hukum dan keamanan. Maka, penyerangan terhadap Wiranto adalah bentuk penyerangan terhadap negara yang menimbulkan efek berlapis dan memperpanjang usia keresahan di tengah masyarakat.

Penyerangan Wiranto, juga merupakan puncak rentetan peristiwa dan potret keresahan dan kecemasan yang mengalir dalam kehidupan masyarakat. Disusul dengan mencuatnya anggapan, negara tidak mampu melindungi keselamatan rakyatnya dari ancaman. Masyarakat juga dirundung kecemasan, akibat fenomena ketidak pastian yang terus berkembang hebat sehingga menggerus rasa aman warga. Oleh karena itu, tolong di cek apakah solusi yang dilontarkan para pemangku kewenangan dan juga ahli-ahli teroris itu sudah di implementasikan dengan baik dan benar, atau hanya ngigauan sebelum dan sesudah tidur ?

Padahal, ekspektasi publik cukup besar terhadap pemerintah dapat melindungi rakyat dan menyelesaikan beragam permasalahan di tengah kehidupan masyarakat. Sayangnya, kehadiran pemerintah sebagai jelmaan kewajiban negara belum menjadi solusi efektif yang parmanen. Justru  yang terlihat adalah potret    kegugupan dan kegagapan bahkan kegagalan pemerintah melaksanakan kewajibannya. Terlihat kemampuan aparat mendeteksi semua potensi yang mengancam keamanan dan ketertiban, sangat lemah. Aparat keamanan kurang menunjukkan kewaspadaan dan upaya antisipasi terhadap kelompok yang akan memanfaatkan berbagai momentum dalam melakukan aksinya. Sehingga pejabat negara Menko Polhukam yang mengkoordinir keamanan pun menjadi korban penyerangan. Sehingga memicu keraguan, apakah pemerintah masih kompenten melindungi segenap tumpah darah, mencerdaskan dan memajukan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, yang diamanatkan konstitusi ? 

Potret Indonesia saat ini adalah akibat kelalaian, kegugupan dan kegagalan pemerintah mengelola  Ipolesosbudhankam menjadi pedoman kehidupan bersama. Ditambah dengan pembangunan yang belum menjadi  proses transpormasi untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat. Sehingga memicu kesenjangan, ketidak adilan dan dampak sosial lainya yang potensi menimbulkan ancaman bagi kehidupan dan keutuhan bangsa dan negara.

Meskipun sejumlah peristiwa seperti kematian ratusan petugas TPS Pemilu dan korban jiwa saat kerusuhan di Papua dan kerusuhan lainnya, tidak kalah dahsyatnya dengan penyerangan terhadap Wiranto. Tetapi tidak bisa dibandingkan, karena penyerangan terhadap Menko Polhukam, Wiranto, adalah penyerangan terhadap simbol negara sebagai pejabat yang mengkoordinir kondisi politik,hukum dan keamanan di tanah air. Itulah membuat publik tercengang dan merinding, sekaligus memicu usia kecemasan semakin panjang. Karena, publik menilai aksi penyerangan dapat diantisipasi agar tidak terjadi, apabila semua perangkat aparat penegak hukum tidak lalai dalam melaksanakan kewajibannya.   Atau memang ada proses pembiaran untuk digunakan pintu masuk melakukan tindakan refresif ?

Memang, memelihara dan merawat bangsa yang sangat beragam, dibutuhkan pemimpin yang dapat memastikan bahwa semua kemampuan dan kewenangan sudah dilakukan melalui proses dan tahapan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Sehingga, strategi dan upaya yang diterapkan benar-benar menjadi solusi efektif karena sudah dilaksanakan dengan baik dan benar.

Melindungi segenap tumpah darah, dan mencerdaskan serta mensejahterakan seluruh rakyat dibutuhkan nakhoda yang strong man bergaya perlente, elegan, mewah, tetapi setiap ucapan dan perbuatan serta kebijakannya berorientasi pada kepentingan rakyat. Bukan hanya terlihat sederhana dan selalu menyapa rakyatnya. Tetapi tidak memberikan dampak signifikan terhadap upaya meningkatkan kualitas kehidupan seluruh rakyatnya. Pemimpin yang menjamin seluruh jajarannya tidak selalu melontarkan narasi tudingan yang potensi memicu kecurigaan dan perpecahan antar kelompok masyarakat. O Edison Siahaan 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 04 Juni 2020
Kamis, 28 Mei 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Sabtu, 23 Mei 2020
Rabu, 20 Mei 2020
Kamis, 14 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
Senin, 27 April 2020
Sabtu, 25 April 2020
Sabtu, 18 April 2020
Rabu, 15 April 2020
Jumat, 10 April 2020