Rabu, 16 Oktober 2019

Perluasan Ganjil-genap Tak Mampu Bersihkan Udara Jakarta

Perluasan Ganjil-genap Tak Mampu Bersihkan Udara Jakarta

Beritabatavia.com - Berita tentang Perluasan Ganjil-genap Tak Mampu Bersihkan Udara Jakarta

KOMITE  Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), menyatakan, perluasan aturan pembatasan mobil berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap yang ...

Ist.
Beritabatavia.com - KOMITEĀ  Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), menyatakan, perluasan aturan pembatasan mobil berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap yang diberlakukan sejak 9 September 2019, belum signifikan memperbaiki kualitas udara DKI Jakarta. Bila dihitung dari kontributor polutan yang dikeluarkan kendaraan bermotor di wilayah Jakarta per hari, mobil pribadi (tidak termasuk taksi) hanya menyumbang sekitar 16 persen, dari total 19.350 ton polutan.

"Jika diambil rata-rata pengurangan volume mobil karena ada pembatasan ganjil genap, dalam kondisi optimal pengurangan polutannya itu maksimal hanya 25 persen. Namun saat ini, saya rasa masih di bawah itu," kata Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin di Jakarta, Rabu (16/10)

Memang ada pengurangan, sambung dia, tapi tidak signifikan. Ini juga belum dihitung kembali untuk pertambahan volume sepeda motor karena pengguna mobil mungkin ada yang beralih ke sana untuk mengatasi ganjil genap.

Sebagai informasi, berdasarkan data hasil kajian KPBB, kendaraan bermotor tiap harinya menyumbang polutan sebesar 19.350 ton. Kontributor terbesar ialah motor, mencapai 44,53 persen, diikuti bus kota (21 persen), truk (18 persen), kendaraan penumpang atau mobil (16 persen), dan lain-lain.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih juga menyatakan bahwa dampak perluasan ganjil genap saat ini mulai terasa. Yakni, membaiknya kualitas udara Jakarta. Perbaikan kualitas udara ini diukur dari menurunnya konsentrasi polutan jenis PM 2,5 berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup. Pemantauan dilakukan di Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) Bundaran Hotel Indonesia, Kelapa Gading, dan di Jalan Suryopranoto.

"Evaluasi kami di beberapa titik yang Kami pantau, pengurangan tingkat kekotorannya itu bisa sampai 20 persen diukur dari PM 2,5-nya. Ada yang 20 persen, ada yang 11 persen," kata Andono. 0 KMP

Berita Terpopuler
Selasa, 12 November 2019
Berita Lainnya
Selasa, 05 November 2019
Senin, 04 November 2019
Senin, 04 November 2019
Sabtu, 02 November 2019
Jumat, 01 November 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Rabu, 30 Oktober 2019
Selasa, 29 Oktober 2019
Senin, 28 Oktober 2019
Minggu, 27 Oktober 2019
Jumat, 25 Oktober 2019