Kamis, 17 Oktober 2019 12:57:59

Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng, Seorang Dokter Jadi Tersangka

Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng, Seorang Dokter Jadi Tersangka

Beritabatavia.com - Berita tentang Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng, Seorang Dokter Jadi Tersangka

KASUS Penganiayaan Ninoy Karundeng, masih terus bergulir. Bahkan polisi menetapkan  seorang dokter berinisial IZH sebagai tersangka dalam kasus ...

 Kasus Penganiayaan Ninoy Karundeng,  Seorang Dokter Jadi Tersangka Ist.
Beritabatavia.com - KASUS Penganiayaan Ninoy Karundeng, masih terus bergulir. Bahkan polisi menetapkan  seorang dokter berinisial IZH sebagai tersangka dalam kasus penculikan dan penganiayaan pegiat media sosial yang juga relawan Joko Widodo saat Pilpres 2019,  Ninoy Karundeng.

Iya benar, ada nama itu (dokter IZH sebagai tersangka), ujar  Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis (17/10/2019).

Saat ini, dokter IZH tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya. Sementara itu, Argo belum menjelaskan secara detail terkait peran dokter tersebut dalam penganiayaan Ninoy. Untuk perannya, saya belum mendapatkan informasi, kata Argo.

Dikonfirmasi terpisah, pengacara dokter IZH, Gufroni menegaskan kliennya tidak terlibat dalam penganiayaan Ninoy. Kala itu, pada tanggal 30 September 2019, dokter IZH hanya membantu mengobati Ninoy dan para demonstran yang terkena gas air mata . Klien saya mengobati Ninoy Karundeng, merasa tidak pernah melakukan kekerasan fisik dan psikis, apalagi menyekap, ujar Gufroni.

Hingga Jumat (11/10/2019), polisi telah menetapkan 14 tersangka terkait penganiayaan dan penculikan Ninoy. Salah satu tersangka adalah Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bernard Abdul Jabbar. Sebanyak 13 tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya. Sementara itu, satu tersangka lainnya, yakni TR ditangguhkan penahanannya dengan alasan kondisi kesehatan.

Ninoy menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada 30 September 2019, saat terjadi aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI.  Berdasarkan pengakuan Ninoy, ia dianiaya oleh sekelompok orang tak dikenal di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Senin (30/9/2019).

Dia dianiaya lantaran merekam demonstran yang sedang mendapatkan pertolongan ketika terkena gas air mata. Setelah dianiaya, Ninoy mengaku dibawa masuk ke Masjid Al-Falaah untuk diinterogasi dan sempat kembali dianiaya. Sekelompok orang tak dikenal itu juga disebut menyalin data yang tersimpan dalam ponsel dan laptop Ninoy.

Kemudian, Ninoy juga sempat mendapat ancaman akan dibunuh. Penganiayaan terhadap Ninoy berakhir setelah mereka memesan jasa GoBox untuk memulangkan Ninoy beserta sepeda motor yang telah dirusak pada Selasa (1/10/2019). 0 BAIM

Berita Lainnya
Rabu, 12 Agustus 2020
Jumat, 07 Agustus 2020
Kamis, 06 Agustus 2020
Sabtu, 25 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020