Jumat, 18 Oktober 2019

Dokter Tersangka Penyekapan Relawan Jokowi Gencar Demo Anti-Ahok

Dokter Tersangka Penyekapan Relawan Jokowi Gencar Demo Anti-Ahok

Beritabatavia.com - Berita tentang Dokter Tersangka Penyekapan Relawan Jokowi Gencar Demo Anti-Ahok


POLDA Metro Jaya menetapkan seorang petugas medis, Dokter Insani Zulfah Hayati, di antara belasan tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan ...

Ist.
Beritabatavia.com -
POLDA Metro Jaya menetapkan seorang petugas medis, Dokter Insani Zulfah Hayati, di antara belasan tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan Ninoy Karundeng, seorang anggota Relawan Jokowi. Insani, dan suaminya yang masih buron, disebutkan ikut menginterogasi Ninoy sepanjang penyekapan di dalam Masjid Al Falaah, Pejompongan Jakarta Pusat.

"Malah ikut-ikutan interogasi korban dan tidak membantu medis, padahal Ninoy babak belur," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Suyudi melalui pesan singkat, Kamis (17/10/2019).

Suyudi mengatakan Dokter Insani diajak oleh suaminya, Shairil Anwar untuk menjadi relawan medis saat demonstrasi mahasiswa dan pelajar di kawasan DPR RI, 30 September 2019. Mereka sejatinya memberi perawatan kepada para demonstran yang terluka atau terkena gas air mata.

Kombes Suyudi mengatakan dokter Insani diajak oleh suaminya, Shairil Anwar untuk menjadi relawan medis saat unjuk rasa mahasiswa 30 September 2019. Mereka disebut akan memberi perawatan kepada para demonstran yang terluka atau terkena gas air mata.

Namun saat berada di Masjid Al Falaah, tempat Ninoy Karundeng diduga disekap, polisi menyebut Insani dan suaminya tidak bertugas sebagai tenaga medis. "Malah ikut-ikutan interogasi korban dan tidak membantu medis, padahal Ninoy babak belur," ujar Suyudi.

Selain dokter Insani Zulfah, Polda metro Jaya telah menetapkan 14 tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Ninoy Karundeng. 13 tersangka lain adalah Sekretaris PA 212  Bernard Abdul Jabbar, F, AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, dan R.

Ini sejalan dengan kesaksian Ninoy sebelumnya. Dengan lebam yang masih melingkari dua bola matanya, dia pernah menyebut ada petugas medis dan seorang yang disapa habib berperan besar dalam penyekapan dan penganiayaan yang dialaminya.

Ninoy mengaku mengatakan menjadi sasaran amuk setelah diketahui dirinya adalah seorang relawan Jokowi. Segala handphone dan isi laptopnya digeledah. "Mereka melihat komentar-komentar ataupun tulisan-tulisan di media sosial saya," kata Ninoy, Senin 7 Oktober 2019.

Pegiat media sosial itu menyebut peran seorang yang dikenalinya sebagai petugas medis sejak awal dia diinterogasi hingga dibebaskan keesokan harinya, 1 Oktober 2019. Si petugas medis itu pula yang membuka paksa akun media sosialnya. 0 TMP


Berita Lainnya
Jumat, 08 November 2019
Kamis, 07 November 2019
Rabu, 06 November 2019
Selasa, 05 November 2019
Selasa, 05 November 2019
Selasa, 05 November 2019
Senin, 04 November 2019
Senin, 04 November 2019
Sabtu, 02 November 2019
Jumat, 01 November 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Kamis, 31 Oktober 2019