Sabtu, 19 Oktober 2019

Pengacara Sukmawati, Patria Manurung Calon Kuat Dewas KPK

Pengacara Sukmawati, Patria Manurung Calon Kuat Dewas KPK

Beritabatavia.com - Berita tentang Pengacara Sukmawati, Patria Manurung Calon Kuat Dewas KPK

Selain Antasari Azhar dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,  pengacara Yongla Patria Manurung juga digadang-gadang sebagai calon kuat ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Selain Antasari Azhar dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,  pengacara Yongla Patria Manurung juga digadang-gadang sebagai calon kuat dewan pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dukungan ke Yongla Patria Manurung datang dari berbagai kalangan, seperti putri Proklamator Soekarno, Sukmawati. Sebelumnya Patria Manurung sebagai penasihat hukum  Sukmawati terkait perkara melawan pentolan FPI Habib Riziek.

Dukungan terhadap Patria Manurung menjadi Dewas KPK juga disampakan Pusat Bantuan Hukum Masyarakat (PBHM). Kepala Divisi Advokasi PBHM, Yoseph mengatakan, sosok Yongla layak untuk mengisi posisi Denwas KPK sesuai amanat dalam UU KPK hasil revisi. Terlepas dari pro kontra adanya Dewan Pengawas. Yoseph alumni Universitas Negeri Manado itu, mengatakan, bahwa dewan pengawas KPK, bukan untuk melemahkan lembaga anti rusuah itu.

Secara terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pembumian Pancasila (DPD GPP) DKI Jakarta Ralian Jawalsen mengatakan, di Hongkong juga ada Denwas anti korupsi.

"Disana lembaga dewan pengawas tetap berjalan sangat bagus sehingga Korupsi di sana semakin kecil," tambahnya.

Kata dia, jika Denwas di isi orang orang yang kredibel, punya integritas yang tinggi, moralis, jujur dan punya niat yang kuat dan mendalam terhadap pemberantasan korupsi maka hal tersebut tidak jadi masalah.

"Yang penting fungsi Denwas di buat poin pointnya untuk memperkuat KPK misalnya, Denwas tidak mencampuri kegiatan yang terkait OTT, namun dapat menegor jika OTT yang tengah berjalan tersebut ternyata tidak sesuai aturan yang berlaku, kemudian di buat juga fungsi fungsi Dewan Pengawas agar tidak terlalu jauh mencampuri internal kebijakan dan pelaksanaan operasional KPK agar tidak menjadi menjadi Matahari kembar di KPK," ucap mantan Sekretaris Bidang DPP GAMKI Periode 2015-2019 itu.

Menurut Ralian, ada beberapa nama beredar untuk menjadi dewan pengawas, tapi beberapa kalangan nasionalis dari arus bawah kaum marginal menginginkan nama Yongla Patria Manurung untuk dapat mengisi slot di Denwas KPK.

Menurutnya, Yongla layak dan pantas masuk di Dewan Pengawas KPK. Selani itu, katanya, dia bukan orang Parpol serta dari aspek ideologi Yongla juga tidak di ragukan lagi.

"Kita juga ingat beberapa tahun lalu Yongla dan kawan kawan ahli hukum lainnya mendampingi dan membantu Advokasi Sukmawati Sukarnoputri, " kata Ralian.

Inilah beberapa rekam jejak Yongla menuju Dewan Pengawas KPK. Pernah memberikan bantuan Advokasi rakyat Deli Serdang, Sumatera Utara melawan PTPN di mana di indikasikan PTPN atau oknum PTPN di duga menyerobot tanah rakyat.

Juga pada tahun 2017 Yongla juga mengkritisi dan memperjuangkan  transparansi kebenaran hasil keputusan pansel calon Penasehat KPK  terkait UU nomor 30 tahun 2002 pasal 22 khususnya ayat 4,5, dan 6. Terkait, dalam rangka memperkuat KPK dan memberantas Korupsi sampai akar-akarnya. O Ral


Berita Lainnya
Kamis, 24 Oktober 2019
Rabu, 23 Oktober 2019
Selasa, 22 Oktober 2019
Minggu, 20 Oktober 2019
Minggu, 20 Oktober 2019
Sabtu, 19 Oktober 2019
Sabtu, 19 Oktober 2019
Jumat, 18 Oktober 2019
Kamis, 17 Oktober 2019
Rabu, 16 Oktober 2019
Rabu, 16 Oktober 2019
Selasa, 15 Oktober 2019