Jumat, 25 Oktober 2019

Pemberi Dana buat Penggagalan Pelantikan Presiden, Dibekuk

Pemberi Dana buat Penggagalan Pelantikan Presiden, Dibekuk

Beritabatavia.com - Berita tentang Pemberi Dana buat Penggagalan Pelantikan Presiden, Dibekuk

POLDA Metro Jaya menangkap Suci Rahayu alias Ayu, karena diduga memberikan uang senilai Rp700 juta untuk mendanai pembuatan peluru karet yang akan ...

Ist.
Beritabatavia.com - POLDA Metro Jaya menangkap Suci Rahayu alias Ayu, karena diduga memberikan uang senilai Rp700 juta untuk mendanai pembuatan peluru karet yang akan digunakan untuk menyerang polisi pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Minggu (20/10).

Ayu ditangkap bersama lima orang rekannya, yaitu E, FAB, RH, HRS, dan PSM. "Yang bersangkutan memberikan dana kepada tersangka Samsul Huda Rp700 juta untuk membeli perlengkapan katapel, peluru katapel, dan bom hidrogen untuk menyerang polisi," kata Direktur Reskrimus Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Aryo Setyo, Kamis (24/10).

Kombes Suyudi mengatakan, Ayu terdaftar dalam grup Whatsapp berinisial F yang dibuat oleh tersangka SH. Diketahui nama grup tersebut adalah "Fisabilillah".
Saat ditangkap, Ayu sedang berada di kediamanannya, di Kawasan Mekarsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (21/10/2019). Sampai saat ini Ayu masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Menurut Kombes Suyudi, peluru karet tersebut hendak digunakan untuk menyerang aparat keamanan yang berjaga di Gedung DPR. "Peluru bola karet tersebut dapat meledak karena mempunyai konsep seperti mercon banting, dimana ada perantara bahan peledak di dalamnya," jelas Kombes Suyudi.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 169 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 187 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara.

Ditempat terpisah, buronan SA alias Shairil Anwar (36) yang sempat diburu polisi lantaran terlibat kasus penculikan dan penganiayaan terhadap pegiat media sosial, Ninoy Karundeng, akhirnya menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya pada Kamis siang.

Shairil mendatangi Polda Metro Jaya dengan didampingi oleh beberapa pengurus Masjid Al Falaah, Pejompongan, Jakarta pusat. "Kami dari DKM Masjid Al Falaah Pejompongan beritikad baik membawa satu orang DPO sesuai pers rilis kemarin," kata pengurus masjid Al Falaah, Ferry di Polda Metro Jaya, Jakarta,

Ferry mengatakan, Shairil menyerahkan diri sekitar pukul 13.00 WIB. Sebelum menyerahkan diri ke polisi, Shairil datang ke Masjid Al Faalah untuk meminta diantarkan ke kantor polisi.  Shairil sangat menyesali perbuatan dan kemudian memilih untuk menyerahkan diri. "Dia murni datang untuk serahkan diri untuk selesaikan proses karena ada rasa takut dan dia menyesali sebagai warga negara baik dia taat hukum," kata Ferry. 0 ERZ

Berita Lainnya
Senin, 04 November 2019
Senin, 04 November 2019
Sabtu, 02 November 2019
Jumat, 01 November 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Rabu, 30 Oktober 2019
Selasa, 29 Oktober 2019
Senin, 28 Oktober 2019
Minggu, 27 Oktober 2019
Jumat, 25 Oktober 2019
Kamis, 24 Oktober 2019