Jumat, 25 Oktober 2019 17:37:05

Bertangan Dingin, Calon Kapolri dari Atmani Wedana

Bertangan Dingin, Calon Kapolri dari Atmani Wedana

Beritabatavia.com - Berita tentang Bertangan Dingin, Calon Kapolri dari Atmani Wedana

Saat melaksanakan tugas, sikapnya tegas, cepat dan tidak suka bertele-tele, membuatnya sepintas terlihat sosok yang keras. Tetapi anggapan itu sontak ...

Bertangan Dingin, Calon Kapolri  dari Atmani Wedana   Ist.
Beritabatavia.com - Saat melaksanakan tugas, sikapnya tegas, cepat dan tidak suka bertele-tele, membuatnya sepintas terlihat sosok yang keras. Tetapi anggapan itu sontak sirna bila sudah bertemu dan berbincang. Meskipun cerdas, tetapi tidak menggurui, low profil, santai dan murah senyum , humoris serta  sangat menghormati orang lain. Piawai melontarkan pantun dan selalu ingat nama sahabat-sahabat lamanya. Well come dan terbuka menerima saran, tidak elergi apalagi marah meskipun mendapat kritik pedas dan keras.

Selalu memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk menjelaskan keberhasilan yang diraih. Kendati, selalu mendapat kepercayaan untuk ikut dan sukses melaksanakan tugas sangat penting. Dia justru tidak memiliki catatan tentang segudang prestasi yang diraihnya. Itulah potret pria berpangkat bintang tiga dipundak, Idham Aziz, kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara pada 30 Januari 1963 silam. Idham Aziz,  lulusan AKPOL 1988 atau anggota batalion Atmani Wedana berhasil mengukir prestasi gemilang,  hingga Presiden Jokowi menunjuknya menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Tito Karnavian, pada 22 Oktober 2019 lalu.

Memiliki keahlian dibidang reserse membuatnya selalu dipercaya dan dilibatkan menangani beragam kejahatan seperti kasus Bom Bali dan mutilasi tiga siswi Kristen Poso (2005), operasi anti teror Poso (2005-2007), operasi Camar Maleo (2014-2016) dan operasi Tinombala (2016). Bahkan terlibat langsung dalam baku tembak dengan gembong teroris DR Azhari di Batu Malang, Jawa Timur. Kemudian penangkapan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dan tampil sebagai sosok penting penanganan aksi brutal dan berdarah kelompok teroris di Rutan Mako Brimob, Kelapa dua, Depok.

Tetapi, segudang prestasi dan memegang  sejumlah posisi penting di institusi Polri, tak merubah sikapnya yang selalu ramah dan humoris. Bahkan, setelah melepas jabatan Kapolda Metro Jaya dan menjabat  Kabareskrim Polri dengan pangkat Komjen sejak 22 Januari 2019, tetap tampil low profil.
Hingga kemudian, Idham Aziz, lulusan AKPOL 1988 atau batalion Atmani Wedana (AW),  telah memenuhi syarat administrasi maupun kepangkatan dan prestasi untuk menjadi orang nomor satu di jajaran Polri. Atas pertimbangan itulah, Presiden Jokowi menunjuk Idham Aziz  menggantikan Jenderal Tito Karnavian yang sudah dilantik menjadi Mendagri. Dijadwalkan, Idham Aziz akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan (Fit and proper test) di Komisi III DPR RI, pada pekan depan.
 
Selain memiliki jaringan luas ke berbagai kelompok masyarakat. Idham Aziz disebut si tangan dingin lantaran piawai mengendalikan Kamtibmas tetap kondusif. Sehingga proses pencalonan Idham Aziz mendapat dukungan berbagai pihak maupun internal Polri.  Bahkan wakil ketua DPR RI, Azis Syamsuddin meyakini Komjen Idham Aziz dalam waktu dekat segera dilantik sebagai Kapolri. Kompetensi dan pengalaman yang panjang penuh prestasi serta selalu mengayomi anggotanya, menjadi nilai plus yang dimiliki  Idham Aziz.  Sehingga  Idham Aziz adalah sosok yang tepat untuk mengantikan Tito Karnavian. Publik juga   memberikan apresiasi atas ditunjuknya Komjen Idham Aziz untuk menggantikan Jenderal Tito Karnavian. 

Diharapkan proses Fit and proper test oleh Komisi III DPR RI berlangsung dengan baik. Sehingga awal Nopember 2019, Idham Aziz sudah dilantik dan resmi menjadi Kapolri atau biasa disebut Tribrata satu (TB1), disusul kenaikan pangkat satu tingkat menjadi Jenderal.
Idham Aziz diharapkan melaksanakan  tanggungjawab dan kepercayaan yang diberikan dengan baik. Berbagai pihak menilai, Idham Aziz sukses memimpin Polri menjalankan peran dan fungsinya memilihara Kamtibmas di wilayah rumah besar  bernama Indonesia. Idham Aziz juga diminta memastikan seluruh jajarannya dapat memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat sekaligus melakukan penegakan hukum untuk memberikan kepastian, keadilan dan kemanfaatan.
Ekspektasi publik, Idham Aziz sukses memimpin Polri yang Promoter untuk memelihara Kamtibmas di seluruh wilayah rumah besar yaitu Indonesia. Serta membawa Polri sebagai aparat penegak hukum yang humanis. Publik juga berharap,  Idham Aziz tetap low profil,  penuh perhatian dan jangan lupa melontarkan jok pendulang tawa. O Edison Siahaan

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 21 April 2020
Selasa, 31 Maret 2020
Rabu, 15 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Sabtu, 02 November 2019
Jumat, 25 Oktober 2019
Rabu, 21 Agustus 2019
Selasa, 07 Mei 2019
Selasa, 07 Mei 2019