Sabtu, 02 November 2019 10:17:45

Lahan Digusur Petambak Kulonprogo Melawan

Lahan Digusur Petambak Kulonprogo Melawan

Beritabatavia.com - Berita tentang Lahan Digusur Petambak Kulonprogo Melawan

Puluhan petambak yang tergabung dalam paguyuban petambak Glagah, Palihan, Sindutan dan Jangkaran (Gulitanjang) menolak pengosongan lahan tambak ...

Lahan Digusur Petambak Kulonprogo Melawan Ist.
Beritabatavia.com -
Puluhan petambak yang tergabung dalam paguyuban petambak Glagah, Palihan, Sindutan dan Jangkaran (Gulitanjang) menolak pengosongan lahan tambak udang di Selatan Bandara Yogyakarta International Airport di Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo. Namun, pemda Kulonprogo tetap melanjutkan pengosongan dan akhirnya memicu aksi pengrusakan sejumlah fasilitas umum, Jumat (1/11).

Para petambak dan warga melakukan blockade jalan dan merobohkan dua tiang listrik milik PLN. Warga yang marah melintangkan tiang listrik yang dirobohkan di jalan Joglo Labuhan,Glagah, Temon, Kulonprogo.  Tidak hanya itu, warga juga merobohkan puluhan batang pohon cemara dan dilentangkan dijalan.

Aksi terakhir yang dilakukan para warga dan petambak adalah membakar tumpukan ban bekas dijalan. Aksi ini sempat membuat tersendat pengguna jalan wisata pantai glagah.
Beruntung, aparat keamanan dari Polres Kulonprogo, TNI dan Satpol PP serta Damkar cepat datang, sehingga dapat mencegah  aksi tidak meluas.

Kabag Ops Polres Kulon Progo, Kompol Sudarmawan, mengatakan situasi dan kondisi di lokasi kejadian sudah kondusif. Diakui, pihaknya mengamankan sekitar 10 orang yang diduga melakukan aksi anarkis dan pembakaran ban di jalan.

Ada sepuluh orang yang diamankan untuk dimintai keterangan. Kita juga amankan kendaraan yang digunakan mengangkut ban yang dibakar dilokasi kejadian, kata Kompol Sudarmawan.

Dia menegaskan, pihaknya tetap akan  mengambil tindakan hukum jika ditemukan unsur-unsur pelanggaran hukum dalam aksi tersebut. Seperti aksi menebang pohon cemara. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait pengrusakan pohon cemara ini. Pasalnya, pohon cemara yang ditebang memang sengaja ditanam sebagai pencegah abrasi.

Sebelumnya, Pemda Kulonprogo sudah melayangkan surat peringatan agar warga mengosongkan kolamnya paling lama Oktober lalu. Namun, warga mengaku tidak memperoleh informasi yang jelas tentang relokasi lahan tambak yang menjadi sumber kehidupan para petambak. Para petambak mendukung rencana pengosongan petak tambak guna kepentingan mitigasi bencana, bila mereka telah mendapat kejelasan terkait soal nasib mereka dari pemerintah daerah setempat.Tetapi, hingga kini belum ada kepastian dari Pemkab Kulonprogo, maka para petambak tidak akan mengosongkan lahan kolamnya.

Aksi blokade ini adalah aksi protes warga melampiaskan kemarahan yang pada hari sebelumnya menduduki dan menyandera alat berat yang akan dioporasikan. Setidaknya masih ada 62 tambak yang masih aktif dan puluhan tambak yang sudah kosong. O Agus/Yos


Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 18 Maret 2020
Rabu, 18 Maret 2020
Jumat, 13 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Rabu, 11 Maret 2020
Selasa, 10 Maret 2020
Sabtu, 07 Maret 2020
Kamis, 05 Maret 2020
Minggu, 01 Maret 2020
Jumat, 28 Februari 2020
Senin, 24 Februari 2020
Senin, 24 Februari 2020