Senin, 18 November 2019 19:45:58

Kapolda Metro: Penyiram Soda Api 4 Kali Beraksi

Kapolda Metro: Penyiram Soda Api 4 Kali Beraksi

Beritabatavia.com - Berita tentang Kapolda Metro: Penyiram Soda Api 4 Kali Beraksi

PASCA ditangkapnya pelaku penyiraman air keras, FY (29 tahun) di wilayah Jakarta Barat, polisi mengungkap fakta baru. Tersangka penyiraman air keras, ...

  Kapolda Metro: Penyiram Soda Api 4 Kali Beraksi Ist.
Beritabatavia.com - PASCA ditangkapnya pelaku penyiraman air keras, FY (29 tahun) di wilayah Jakarta Barat, polisi mengungkap fakta baru. Tersangka penyiraman air keras, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang servis AC telah melakukan aksinya sebanyak empat kali.  Namun, aksi penyiraman pertamanya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, tidak menimbulkan korban. Sehingga tidak ada laporan yang masuk ke pihak kepolisian

Dari pengembangan yang dilakukan penyidik, ternyata sebelumnya tanggal 3 November, FY pernah sekali lagi (menyiramkan air keras). Namun, soda apinya sedikit, jadi tidak terdampak, tidak ada korban, dan tidak ada yang melapor, papar Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono  di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

Kepada polisi, FY mengaku menyiramkan air keras di dekat Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada 3 November 2019. Saat penyiraman itu, jumlah soda api yang dilarutkan dengan air terhitung sedikit. Oleh karena itu, penyiraman tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.

Dalam memilih korban dan lokasi penyiraman air keras, FY melakukannya secara acak. Artinya, tidak ada target korban khusus yang disasar FY dalam aksinya itu. Hanya waktu itu (tanggal 3 November 2019), soda apinya kurang yang dimasukkan (ke dalam air). Sehingga, tidak ada korban dan tidak ada pelaporan. Tapi, pelaku mengaku sudah berbuat empat kali, terangnya.

Hingga saat ini, polisi masih terus memeriksa FY secara intensif. Hal ini dilakukan guna mengungkap motif dibalik aksi penyiraman air keras yang sempat meresahkan warga Jakarta Barat. Untuk diketahui, warga Jakarta Barat diresahkan dengan adanya teror penyiraman air keras belakangan ini.

Tersangka FY akhirnya berhasil diamankan tim gabungan Subdit Jatanras, Subdit Resmob Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat, pada Jumat malam (15/11/2019), telah melakukan aksinya setidaknya tiga kali.

Pertama, penyiraman air keras terhadap dua orang siswi SMP di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (5/11/2019) sore. Keduanya yang baru pulang ekstrakulikuler disiram air keras.

Kemudian, teror air keras itu kembali terjadi. Saat itu, penyiraman air keras itu menimpa seorang tukang sayur bernama Sakinah (60). Ia disiram air keras saat sedang berjualan. Selanjutnya korban yang terakhir ialah enam orang siswi SMP.

Dikatakan Gatot, tersangka mengaku melakukan aksi penyiraman dengan mencampur soda apinya kurang ditambah air  dimasukkan ke dalam botol air, lantas disiram ke korban.  Dan hasil uji Puslabfor terhadap barang bukti di sejumlah lokasi, hasilnya sama. Soda api dia beli dari satu toko di daerah Kembangan, semuanya sama. Jadi dapat dikatakan sudah positif dia yang melakukan penyiraman air keras kepada korban-korban, kata Gatot Eddy Pramono.

Gatot menuturkan, penyidik sempat mengalami kesulitan melacak tersangka karena minim saksi dan alat bukti. Namun, pada aksi terakhir tersangka terekam kamera pengawas sehingga penyidik berhasil menangkapnya.

Begini kasus ini kan yang laporan pertama ada di Kebon Jeruk, di sini kita mendapatkan sedikit saksi, sedikit sekali keterangan. TKP kedua pada tanggal 8, ada CCTV, saksi ada, hanya CCTV agak kabur, sehingga kami agak kesulitan mengungkapnya. Pada tanggal 15, CCTV itu sangat jelas didukung saksi-saksi, jadi gampang identifikasinya, tandas Gatot Eddy Pramono.

Sebelumnya diketahui, penyidik berhasil membekuk tersangka FY (29), pelaku kasus penyiraman cairan kimia di sejumlah tempat, di Jakarta Barat, Jumat (15/11/2019) kemarin.

Pelemparan Sperma

Di tempat terpisah, Polisi juga  menangkap pelaku tindak asusila terhadap belasan perempuan di Tasikmalaya, pada hari Senin (18/11/2019). Pelaku yang berinisial SN itu sempat melawan petugas saat hendak ditangkap di lantai dua rumah saudaranya di Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.

SN diduga kiat menjadi telah melempari sperma terhadap belasan perempuan di Tasikmalaya. Aksi SN itu menjadi viral di media sosial.  Saya juga kaget Sidiq ditangkap oleh polisi. Kirain tadi siapa orang yang ke rumah saudaranya itu, kata Asep, Ketua RT di lokasi penangkapan.

Dilansir dari Tribunnews, saat SN akan dimasukkan ke dalam mobil polisi, sejumlah anggota keluarga pelaku menangis. Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Tasikmalaya Kota, dan saat ini sedang diinterogasi polisi.

Seperti diketahui, tim Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, segera melacak keberadaan pelaku SN usai mendapat informasi. Lalu, sekitar pukul 13.00 WIB, polisi mendatangi persembunyian SN dan segera menangkapnya. Kesaksian para korban pelecehan yang diduga dilakukan SN

Diberitakan sebelumnya, kejadian heboh terjadi di Kota Tasikmalaya terkait pelecehan perempuan yang dilempari sperma saat berada di jalan. Salah satunya, LR (43), warga Kawalu, Kota Tasikmalaya. Dirinya menuturkan, kejadian itu dialaminya saat hendak pulang menunggu ojek online di pinggir Jalan Letjend Mashudi pada Rabu (13/11/2019) sore.

Seorang pria yang diduga SN, berusaha menggoda dirinya sambil menatap wajahnya. LR semakin curiga saat pelaku memasukan tangannya ke dalam celana tepat di bagian alat vital. Usai melakukan aksinya itu, pelaku melemparkan sperma ke arah korban dan kabur mengendarai sepeda motornya. Saya langsung kaget dan menelepon suami saya supaya cepat-cepat menjemput ke lokasi, jelas dia. 0 ERZ


Berita Lainnya
Kamis, 06 Agustus 2020
Sabtu, 25 Juli 2020
Kamis, 23 Juli 2020
Rabu, 22 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Kamis, 16 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Senin, 13 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020
Rabu, 08 Juli 2020