Senin, 25 November 2019 11:09:55

Ahok Resmi Jabat Komut Pertamina: Saya Lulusan S3 Mako Brimob...

Ahok Resmi Jabat Komut Pertamina: Saya Lulusan S3 Mako Brimob...

Beritabatavia.com - Berita tentang Ahok Resmi Jabat Komut Pertamina: Saya Lulusan S3 Mako Brimob...

PENGANGKATAN Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ditentang sejumlah pihak. Salah satunya oleh Serikat ...

  Ahok Resmi Jabat Komut Pertamina: Saya Lulusan S3 Mako Brimob... Ist.
Beritabatavia.com - PENGANGKATAN Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ditentang sejumlah pihak. Salah satunya oleh Serikat Pekerja Pertamina. Menanggapi hal tersebut, Ahok menganggap orang-orang yang menentangnya karena belum mengenalnya. Ya dia (SP Pertamina) belum kenal saya kan. Dia enggak tau saya sudah lulusan S3 dari Mako Brimob, ujar Ahok di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta mendatangi kantor Erick Thohir dalam rangka pengangkatannya sebagai Komisaris Utama di PT Pertamina (Persero). Saya diminta datang untuk terima SK (Surat Keputusan Pengangkatan sebagai Komisaris Utama Pertamina), ujar Ahok

Karena itu Ahok meminta dukungan dari masyarakat mengenai tugas barunya menjadi Komisaris Utama PT Pertamina. Saya berharap tentu dukungan doa dari masyarakat terus juga dukungan info dari masyarakat karena fungsi saya kan pengawasan, kata Ahok.

Ahok mengaku belum mengetahui kapan dirinya mulai melakukan fungsi pengawasan di perusahaan minyak plat merah itu. Jadi selanjutnya saya enggak tahu, kan belum ketemu, kata Ahok.

Erick mengumumkan Ahok telah ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina. Ahok didampingi Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin sebagai Wakil Komisaris Utama PT Pertamina. Penunjukkan Ahok sebagai Komisaris Utama PT Pertamina terjadi di tengah penolakan sejumlah pihak. Sebab, ia pernah berstatus sebagai narapidana dan kini ia merupakan kader PDI-P.

Sebelumnya, Serikat pekerja Pertamina secara terang-terangan melakukan penolakan atas penunjukan Ahok sebagai bos di salah satu BUMN. Penolakan ini muncul setelah adanya informasi penunjukan Ahok sebagai Komut Pertamina.

Mereka membentangkan spanduk yang berisi penolakan terhadap Ahok untuk mengisi jabatan di Pertamina. Dalam spanduk tersebut tertulis beberapa tuntutan, di antaranya Pertamina tetap wajib utuh, tolak siapa pun yang suka bikin rusuh, memilih figur tukang gaduh, dan bersiaplah Pertamina segera runtuh.

Peneliti Alpha Research Database Indonesia Ferdy Hasiman berharap Ahok mesti segera berantas mafia hingga ke akar alias dari hulu hingga hilir. Jadi tugas pertama Ahok di Pertamina adalah melakukan operasi pemberantasan mafia migas dari hulu-hilir, kata Ferdy dalam siaran pers, Minggu (24/11/2019).

Menurut Ferdy, Pertamina memang butuh pengawasan. Sebab, laba Pertamina masih lebih kecil ketimbang Petronas sebesar 11 miliar dollar AS di 2018. Hal itu membuat Pertamina termasuk perusahaan minyak kecil di dunia meski asetnya mencapai Rp 905,8 triliun di 2018. Padahal tahun 1990 Petronas belajar dari pertamina bagaimana caranya mengolah lapangan-lapangan migas, menggunakan teknologi, dan berinovasi.

Namun, seiring berjalan waktu, Petronas menyalip jauh Pertamina. Pertanyaannya adalah mengapa Pertamina sulit bersaing? jelasnya sambil menambahkan
hal tersebut terjadi karena masih adanya mafia migas yang memiliki jaringan kuat dan panjang. Dia bilang, mafia berharap RI tetap mengimpor BBM dan elpiji agar mereka mendapat untung sehingga tidak menginginkan produksi minyak Pertamina meningkat di sektor hulu.

Mafia migas adalah kejahatan terbesar terhadap negara. Mafia migas membuat negara ini bergantung pada impor. Mafia tidak menginginkan Dirut Pertamina yang bersih dan menginginkan Dirut yang cenderung kompromistis, tegasnya serius.

Belum lagi soal mantan Direktur Utama Pertamina Energy Service (PES) Bambang Irianto yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK beberapa bulan lalu. 0 KMP
Berita Lainnya
Minggu, 22 November 2020
Kamis, 19 November 2020
Rabu, 18 November 2020
Selasa, 17 November 2020
Senin, 16 November 2020
Minggu, 15 November 2020
Sabtu, 14 November 2020
Jumat, 13 November 2020
Kamis, 12 November 2020
Rabu, 11 November 2020
Selasa, 10 November 2020
Senin, 09 November 2020