Selasa, 26 November 2019 11:07:46

Jelang Akhir Tahun, 3.314 Penjahat Jalanan di Jakarta Diringkus

Jelang Akhir Tahun, 3.314 Penjahat Jalanan di Jakarta Diringkus

Beritabatavia.com - Berita tentang Jelang Akhir Tahun, 3.314 Penjahat Jalanan di Jakarta Diringkus

SIAPA bilang Ibukota Jakarta aman dari kriminalitas. Buktinya, jajaran Polda Metro Jaya  membekuk 3.314 preman jalanan dan pelaku kejahatan ...

 Jelang Akhir Tahun, 3.314 Penjahat Jalanan di Jakarta Diringkus Ist.
Beritabatavia.com -
SIAPA bilang Ibukota Jakarta aman dari kriminalitas. Buktinya, jajaran Polda Metro Jaya  membekuk 3.314 preman jalanan dan pelaku kejahatan dalam Operasi Sikat Jaya yang digelar sejak dua pekan terakhir sekaligus hasil tangkapan Operasi Sikat Jaya sejak 12 Nopember 2019 hingga 26 Nopember 2019.

Berbagai aksi kriminal yang melanda Jakarta, mulai copet, preman jalanan, pencuri, pemalak, pembobol rumah, tawuran, Aksi pak Ogah, debt collector, geng motor, penjambret hingga pelaku pembunuhan membanjiri Polda Metro Jaya. Para penjahat mayoritas berusia muda, remaja dan umumnya mereka para pengangguran.

Ini membuktikan pengurangan angka penggaguran di Jakarta hanya lips service, gembar-gembor dan penuh kebohongan. Pengangguran ternyata penyumbang salah satu penyebab tingginya jumlah angka pelaku kriminal di Ibu kota.

Operasi Sikat Jaya 2019 ini digelar dalam rangka memastikan situasi keamanan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Agar masyarakat aman, nyaman, dan tenang melaksanakan Natal dan Tahun Baru, ucap  Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Polda Metro Jaya, Senin kemarin.

Dilanjutkan, sebanyak 1.761 kasus di seluruh jajaran Polda Metro Jaya diungkap dan pelaku yang ditangkap 3.314 orang, 547 orang yang ditahan, 22 tidak ditahan, dan 2.745 dilakukan pembinaan. Sekali lagi Tujuan kita melakukan ini untuk mewujudkan situasi aman kondusif saat perayaan natal dan tahun baru. Ini namanya operasi cipta kondisi setiap tahun kita lakukan agar masyarakat aman, nyaman tenang melaksanakan natal dan tahun baru, kata Gatot.

Dari ribuan kasus yang diungkap dalam operasi tersebut, ia menyebut ada beberapa kasus paling menonjol. Salah satunya ialah kasus penyekapan di Hotel yang terjadi pada akhir Oktober 2019. Ada beberapa kasus menonjol seperti kasus geng motor, kasus yang mereka lakukan menagih hutang, gunakan senpi, sajam, penyekapan di hotel dan lain lain, tandasnya.

Selain itu, kata Gatot, kasus yang paling menonjol adalah kasus pencurian dengan kekerasan maupun pencurian dengan pemberatan. Beberapa kasus menonjol seperti kasus geng motor. Kasus yang mereka lakukan menagih hutang, gunakan senpi, sajam, penyekapan di hotel dan lain lain, tutur Gatot sambil menambahkan polisi menyita sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut di antaranya senjata tajam, senjata api, hingga uang puluhan juta.

Jakarta Selatan paling banyak pelaku yang ditahan. Diduga kuat akibat maraknya aksi tawuran di wilayah Polres Jaksel sehingga menjadi rawan Kriminal. Indikasi itu terlihat dari 316 orang jumlah tahanan pelaku kriminal merupakan angka terbanyak diantara seluruh Polres jajaran. Tingginya jumlah angka pengangguran menjadi salah satu penyebab terjadinya kerawanan sosial. 0 END


Berita Lainnya
Kamis, 10 September 2020
Kamis, 10 September 2020
Sabtu, 05 September 2020
Rabu, 02 September 2020
Senin, 03 Agustus 2020
Senin, 20 Juli 2020
Minggu, 19 Juli 2020
Senin, 06 Juli 2020
Selasa, 23 Juni 2020
Senin, 22 Juni 2020
Minggu, 19 April 2020
Jumat, 17 April 2020