Selasa, 26 November 2019 12:46:23

Mendagri Sindir Jakarta Seperti Kampung

Mendagri Sindir Jakarta Seperti Kampung

Beritabatavia.com - Berita tentang Mendagri Sindir Jakarta Seperti Kampung

MENTERI  Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyentil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penataan kota Jakarta yang semrawut. Tito ...

  Mendagri Sindir Jakarta Seperti Kampung Ist.
Beritabatavia.com - MENTERIĀ  Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyentil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penataan kota Jakarta yang semrawut. Tito bahkan menyebut Jakarta seperti kampung jika dibandingkan kota-kota besar di China. Kondisi Shanghai dan Jakarta saat ini berbanding terbalik dengan tahun 1998. Saat itu, Jakarta jauh lebih modern dibandingkan dengan Beijing dan Shanghai.

Kita 98 mungkin, Ah ini negara (China) dengan Jakarta saja kita lihat sudah seperti kampung. Sekarang kebalik-kebalik. Pak Anies, saya yakin Pak Anies sering ke China. Kalau kita lihat, Jakarta kayak kampung dibanding dengan Shanghai, kata Tito saat berpidato dalam Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (26/11).

Mantan Kapolri melanjutkan pernah berkunjung ke Beijing tahun 1998 dalam sebuah studi banding. Saat itu, penduduk China masih menggunakan sepeda sebagai transportasi utama. Selain itu, kampung kumuh dan sungai kotor berada di mana-mana.

Namun saat ia kembali ke China pada 2018, transportasi publik modern dan mobil keluaran terbaru sudah mengaspal di jalan. Sungai yang dulunya kotor pun telah menjadi tempat orang-orang untuk berenang, klaim Tito.

Mendagri juga sempat menyoal stabilitas di DKI Jakarta. Dia mengenang demo berhari-hari di Jakarta. Namun Tito memuji kepolisian dan Pemprov DKI Jakarta.

Kita lihat Hong Kong, keamanan terganggu. Ekonomi luar biasa mereka, pusat ekonomi. Tapi demo enggak habis-habis dua bulan. Polisinya kenal sama saya. saya harus menyampaikan kedukaan karena tugas berat anda, atau saya harus sampaikan congratulate hormat karena anda memiliki tantangan. Enam bulan saya kira jadi polisi di sana setengah mati, katanya.

Mas Anies diminta untuk bagaimana demo di Bawaslu, demo di DPR tiga hari, itu saja sudah setengah mati kita. Sudah kita (polisi) selesai, Mas Anies bersih-bersihin itu, pagi-pagi sudah clear. Terima kasih Nas Anies dan Pasukan Oranye-nya, ucap dia.

Ditegaskan, ada pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Sebab mulai ada keraguan terhadap sistem di negara-negara demokrasi. Paradoks demokrasi, kata Tito, muncul karena negara demokrasi mengalami stagnasi. Sementara negara nondemokrasi seperti China sedang mengalami lompatan-lompatan dalam urusan ekonomi dan militer.

Ini tantangan bagi kita, kalau kita bisa membuktikan, maka masyarakat akan melihat demokrasi jadi baik. Tapi kalau kesejahteraan tidak bisa dibangun di atas sistem demokrasi, maka masyarakat akan mencari alternatif yang lain. Makanya muncul tawaran khilafah, tawaran kembali ke sistem semi-otoriter, itu muncul, katanya. 0 CIO







Berita Lainnya
Rabu, 24 Juni 2020
Selasa, 23 Juni 2020
Senin, 22 Juni 2020
Minggu, 21 Juni 2020
Sabtu, 20 Juni 2020
Jumat, 19 Juni 2020
Kamis, 18 Juni 2020
Rabu, 17 Juni 2020
Selasa, 16 Juni 2020
Senin, 15 Juni 2020
Minggu, 14 Juni 2020
Sabtu, 13 Juni 2020