Minggu, 01 Desember 2019

Enam Reklame di Jakut Dirobohkan Satpol PP, Kenapa?

Enam Reklame di Jakut Dirobohkan Satpol PP, Kenapa?

Beritabatavia.com - Berita tentang Enam Reklame di Jakut Dirobohkan Satpol PP, Kenapa?


SATUAN  Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara (Jakut) merobohkan enam dari 13 reklame yang melanggar aturan. Petugas melakukan ...

Ist.
Beritabatavia.com -
SATUAN  Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara (Jakut) merobohkan enam dari 13 reklame yang melanggar aturan. Petugas melakukan penertiban itu menggunakan crane sejak Sabtu hingga Minggu (1/12/2019). Penertiban sendiri merujuk Perda Nomor 9 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Reklame dan Pergub Nomor 148 tahun 2017 tentang Petunujuk Penyelenggaraan Reklame.

Kepala Satpol PP Jakarta Utara, Yusuf Madjid mengatakan, salah satu reklame yang ditertibkan yakni berlokasi di Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading. Reklame setinggi sekitar 20 meter itu dibongkar oleh 114 personel gabungan lantaran berdiri di atas lahan fasum dan sudah tidak berizin.
"Keseluruhan ada 13 yang melanggar dan tidak diperpanjang izinnya. Tujuh di antaranya sudah membongkar sendiri," kata Yusuf saat dikonfirmasi, Minggu (1/12/2019).

Terhadap reklame yang belum dibongkar, Yusuf mengatakan, pihaknya telah memberikan pemberitahuan melalui konfirmasi hingga melayangkan tiga kali surat peringatan. Namun karena pemilik tak merespon, reklame ditertibkan dengan melibatkan unsur TNI, Kepolisian, Suku Dinas CKTRP, Gulkarmat, Bina Marga, Kesehatan, Perindustrian dan Energi, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, serta jajaran kecamatan dan kelurahan.

"Sisanya akan dibongkar bertahap. Tapi kita harap pemilik sadar untuk membongkar sendiri reklame mereka," ucapnya sambil menambahkan pembongkaran sempat menimbulkan kemacetan, pengendara terpaksa berhenti sejenak lantaran sebagian ruas jalan digunakan untuk pembongkaran.

Contra flow atau pengalihan arus terpaksa dilakukan di kawasan itu. Petugas kemudian mengalihkan perjalanan menuju jalan lainnya. Di antara reklame yang ditertibkan. Satu merupakan sudah tak digunakan, Reklame itu terlihat telah usang dan tak terawat. Bahaya kemudian mengancam pengguna jalan. "Saya sering lewat. Agak khawatir sih kalau lihat kondisi yang berkarat," tutur Giansyah (29), di kawasan Kelapa Gading.

Giansyah mengatakan, berdasarkan pantauannya banyak reklame yang telah rusak. Ia mengharapkan Pemkot Jakut menertibkan reklame itu. "Jangan sampai roboh kaya di Palmerah dulu mas," ujarnya.  0 SIO





 
Berita Lainnya
Rabu, 27 November 2019
Selasa, 26 November 2019
Selasa, 26 November 2019
Senin, 25 November 2019
Senin, 25 November 2019
Minggu, 24 November 2019
Minggu, 24 November 2019
Jumat, 22 November 2019
Kamis, 21 November 2019
Rabu, 20 November 2019
Selasa, 19 November 2019
Senin, 18 November 2019