Senin, 09 Desember 2019 12:00:06

Presiden Jokowi Ditanya Kenapa Koruptor Tak Dihukum Mati

Presiden Jokowi Ditanya Kenapa Koruptor Tak Dihukum Mati

Beritabatavia.com - Berita tentang Presiden Jokowi Ditanya Kenapa Koruptor Tak Dihukum Mati

PERINGATAN Hari Antikorupsi Sedunia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Pentas #Prestasi TanpaKorupsi, yang digelar di SMK Negeri 57, Pasar ...

  Presiden Jokowi Ditanya Kenapa Koruptor Tak Dihukum Mati Ist.
Beritabatavia.com - PERINGATAN Hari Antikorupsi Sedunia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Pentas #Prestasi TanpaKorupsi, yang digelar di SMK Negeri 57, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (9/12). Saat berdialog dengan siswa, ia ditanya alasan Indonesia tidak bisa tegas terhadap koruptor.

Mengapa negara kita mengatasi korupsi tidak terlalu tegas, kenapa gak berani dihukum mati, kenapa kita hanya penjara, kata Harley Hermansyah siswa kelas XII Jurusan Tata Boga, Senin (9/12/2019).

Jokowi menjelaskan Indonesia tidak bisa menghukum mati koruptor karena tidak ada undang-undang yang mengaturnya. Menurut dia, ancaman hukuman mati baru bisa diberikan kepada pelaku korupsi yang berkaitan dengan bencana alam .

Kalau korupsi bencana alam dimungkinkan, kalau enggak tidak. Misalnya ada gempa dan tsunami di Aceh atau di NTB, kami ada anggaran untuk penanggulangan bencana tapi duit itu dikorupsi, itu bisa (diancam hukuman mati), jawab Jokowi.

Jokowi berujar meski tidak ada hukuman mati, perilaku korupsi di luar bencana alam tetap salah. Apapun yang namanya korupsi itu sama saja, namanya juga korupsi tidak boleh, kata dia.

Pemeritah saat ini, lnjut kepala negara. sedang membuat sistem agar para pejabat tidak bisa korupsi. Tapi semua butuh proses, negara-negara lain juga butuh proses, ini bukan barang yang gampang ditangani tapi yakin lah kami semua pemerintah, KPK, terus berupaya mengurangi, menghilangkan korupsi di negara kita, ujar dia.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, pesan penting yang bisa ditangkap dari pentas tersebut adalah yang namanya korupsi itu tidak boleh. Sekecil apapun itu tetap korupsi. Tidak gede, tidak kecil, tidak boleh!

Yang kedua yang namanya KKN; korupsi, kolusi, nepotisme tidak boleh. Anak-anak harus tahu mengenai ini. Karena korupsilah yang banyak menghancurkan kehidupan kita, kehidupan negara kita, kehidupan rakyat kita, ujar Presiden Jokowi.

Presiden mengingatkan, tidak hanya korupsi masalah uang, korupsi masalah waktu pun juga tidak boleh. Ia menyampaikan, korupsi itu dimulai dari hal-hal kecil. Tapi kalau kita sadar semuanya bahwa itu tidak boleh. Sekecil apapun.

Karena dari situlah bibit-bibit korupsi itu muncul, dimulai dari yang kecil-kecil. Kalau enggak diperhatikan nanti akan membesar, membesar, membesar dan menjadi betul-betul sebuah korupsi besar betul, tutur Presiden Jokowi.

 Kepala Negara mengingatkan, kita harus membiasakan sejak kecil untuk berpikir dan bersikap kritis kalau ada hal-hal yang memang tidak baik. Bicaralah itu tidak baik, ini tidak baik. Terhadap teman-teman kita, diingatkan, diberitahu. Saya kira Bapak-Ibu juga sama, harus memberitahukan hal-hal seperti itu kepada anak-anak kita, kata mantan Gubernur KI Jakarta.

Kepala Negara juga mengingatkan, kita juga harus membiasakan untuk hidup disiplin. Disiplin itu, menurut Kepala Negara, penting, tepat waktu itu penting, percaya diri itu penting, optimis itu penting, berpikir produktif itu penting, berpikir kolaboratif sama-sama bekerja penting. Karena itu menjadi kunci sukses bagi kita dalam kehidupan ke depan, ucapnya.

Presiden Jokowi menegaskan, pembiasaan-pembiasan yang berkaitan dengan nilai-nilai integritas, yang berkaitan dengan nilai-nilai kejujuran sejak dini harus dimulai dan nanti akan menjadi sebuah budaya, baik budaya kerja, budaya kita dalam kehidupan sehari-hari. 0 ERZ


Berita Lainnya
Jumat, 16 Oktober 2020
Kamis, 15 Oktober 2020
Rabu, 14 Oktober 2020
Selasa, 13 Oktober 2020
Senin, 12 Oktober 2020
Minggu, 11 Oktober 2020
Sabtu, 10 Oktober 2020
Jumat, 09 Oktober 2020
Kamis, 08 Oktober 2020
Rabu, 07 Oktober 2020
Selasa, 06 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020