Senin, 09 Desember 2019 17:31:17

Dirut & 3 Direksi Dipecat, Kebobrokan Manajemen Garuda Diadukan

Dirut & 3 Direksi Dipecat, Kebobrokan Manajemen Garuda Diadukan

Beritabatavia.com - Berita tentang Dirut & 3 Direksi Dipecat, Kebobrokan Manajemen Garuda Diadukan

PEMECATAN Direktur Utama  PT Garuda Indonesia Tbk  I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara bersama 3 Direktur Teknik dan ...

 Dirut & 3 Direksi Dipecat, Kebobrokan Manajemen Garuda Diadukan Ist.
Beritabatavia.com - PEMECATAN Direktur Utama  PT Garuda Indonesia Tbk  I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara bersama 3 Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar, berbuntut panjang.
Kebobrokan Manajemen Garuda Dibongkar Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI).

Sedikitnya 68 para awak kabin mendatangi kantor Menteri BUMN Erick Thohir di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Senin (9/12). Mereka datang menyampaikan keluh kesah atas tata kelola perusahaan penerbangan plat merah di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra 

Kami sengaja datang untuk menyampikan kondisi awak kabin yang ada di Garuda Indonesia, secara general dan perusahaan.  Terus terang, awak kabin sudah cukup lega atas keputusan Menteri Erick yang memberhentikan Ari Askhara pada pekan lalu, ujar Sekjen IKAGI Jacqueline Tuwanakotta kepada wartawan.

Namun, lanjut dia, kementerian perlu tahu berbagai keluh kesah para awak kabin secara langsung dan menyeluruh. Sebelumnya kami merasa takut ada yang terancam, contoh dulu lakukan kesalahan sedikit, langsung dipindahkan ke Papua. Kemudian, kesalahan yang harusnya masuk pembinaan, tiba-tiba di-grounded, tidak boleh terbang, itu banyak dan sering terjadi menimpa kami, lontarnya serius.

Dilanjutkan, perilaku ini berbeda dengan komitmen dan janji yang disampaikan Ari Askhara  ketika memulai menjadi bos Garuda. Dulu, Ari Askhara kerap menjanjikan akan membuat relasi yang baik antara manajemen dengan awak kabin. Kenyataannya komitmen itu lips service, diputar balik dari apa yang pernah diutarakan. Ari  justru mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang dianggap merugikan awak kabin, ungkap Jacqueline.

Salah satu kebijakan berkaitan dengan pengurangan jam istirahat melalui perubahan kebijakan jam terbang awak kabin pada penerbangan luar negeri. Memang ada beberapa jenis penerbangan yang seharusnya memberikan waktu menginap bagi awak kabin karena jam terbang yang cukup lama. Namun kebijakan itu diubah, sehingga awak harus menjalankan tugas secara pulang pergi (PP).

Contohnya schedule Sydney-Jakarta-Sydney, itu seharusnya tiga hari, tapi jadi PP. Itu beri dampak yang kurang bagus kepada awak kabin, sekarang sudah ada delapan orang yang di-opname, ya karena kecapeaan, stress, tekenan kerajaan yang tak logika, tuturnya.

Jacqueline menyampaikan sejumlah keluhan yang dialami karyawan Garuda Indonesia kepada Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dengan harapan diteruskan kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk ditindaklanjuti.

Diakui, saat ini operasional maskapai Garuda Indonesia tetap berjalan normal. Kalau operasional penerbangan tidak ada terganggu, kami percaya kepada karyawan lain, apalagi Garuda dibantu Gapura, jadi khususnya untuk publik, masyarakat, penumpang penerbangan tidak perlu khawatir,  sambungnya.

Anggota IKAGI Hersanti turut membagi keluh kesah. Awak kabin yang sudah 30 tahun mengabdi kepada perusahaan pelat merah itu mengeluhkan pendapatan yang kian menurun. Banyak diskriminasi yang dilakukan, senior seperti kami pendapatannya berubah, di bawah standar, junior malah lebih dari kami, ungkapnya pada kesempatan yang sama.

Anggota IKAGI lainnya, Adel, mengatakan kebijakan yang ingin dikeluhkannya adalah soal mutasi. Ia merupakan salah satu dari 250 awak kabin yang dimutasi perusahaan. Ini tanpa prosedur dan sebab yang jelas. Saya berusaha memperjelas, tapi lama dan tidak ada kepastian dari perusahaan sampai saat ini di bawah Ari Askhara, ucap Adel yang dimutasi dari base Jakarta ke Makassar.

Selain itu, ia mengatakan ingin pula menyampaikan kepada Kementerian BUMN agar terus mengusut kasus-kasus yang ada di perusahaan negara itu. Begitu pula dengan para direksi yang masih ada di manajemen Garuda Indonesia saat ini. Kita juga perlu hapus orang di bawah BoD yang punya strategi dan ide praktek yang ilegal, yang sama di manajemen sekarang, katanya.

Seperti diberitakan Bisniswisata.co.id sebelumnya, Ari Askhara sebagai sudah lebih dulu dicopot dari posisinya sebagai Dirut Garuda Indonesia, melakukan penyeleundupan Moge Harley Davidson serta dua sepeda mewah. Modusnya cukup unik memasukan barang seludunpan milik sang Dirut ke dalam pesawat. terkait dengan Harley Gate,  juga tiga direksi penerbangan plat merah ikut dicopot karena turut membantu kelancaran penyelundupan.

Ketiga direktur yang diduga terlibat, di antaranya adalah Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar.  Kasus Harley Gate ini rencananya akan dibawa ke jalur hukum, agar kasus penyelundupan seperti ini tidak terulang lagi. 0 NIS

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 13 Mei 2020
Rabu, 22 April 2020
Jumat, 17 April 2020
Jumat, 27 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Sabtu, 01 Februari 2020
Kamis, 23 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020
Senin, 20 Januari 2020
Sabtu, 18 Januari 2020
Kamis, 16 Januari 2020
Rabu, 15 Januari 2020