Senin, 23 Desember 2019 13:36:39

Sarjana Penggangguran Jadi Korban Penipuan Rekruitmen PT KAI

Sarjana Penggangguran Jadi Korban Penipuan Rekruitmen PT KAI

Beritabatavia.com - Berita tentang Sarjana Penggangguran Jadi Korban Penipuan Rekruitmen PT KAI

KASUS penipuan dengan modus lowongan pekerjaan terus bergulir. Kini sang penipu mengaku sebagai direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang ...

Sarjana Penggangguran Jadi Korban Penipuan Rekruitmen PT KAI Ist.
Beritabatavia.com -

KASUS penipuan dengan modus lowongan pekerjaan terus bergulir. Kini sang penipu mengaku sebagai direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang membuka rekruitmen  lowongan kerjaan dengan jabatan yang telah ditetapkan. Aksi penipuan ini disebarkan melalui media sosial WhatsAp Group, korban pun terpikat termasuk para sarjana yang masih mengganggur. Dan membayar agar bisa diterima kerjaan.

Namun sepandai-pandai menyimpan bangkai akhirnya tercium juga. Dua pelaku penipuan dibekuk Subdit Kemanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Kedua tersangka berinisial FTS dan IL ditangkap di kawasan Jakarta Selatan, pada 1 Desember 2019.

"Kedua pelaku yang penggangguran namun kreatif mencari uang dengan cara tidak benar ini, beraksi sejak empat bulan lalu," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus didampingi Direktur SDM dan umum PT. KAI, Rully Adi di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/12/2019)

Dilanjutkan, keduanya melancarkan aksi penipuan melalui grup WhatsApp. Mereka mengaku sebagai jajaran direksi PT KAI, yakni direksi, HRD, dan vice president train crew PT KAI. “Berawal dari FTS mencatut nama tiga pejabat PT KAI yang dibuat di grup whatsapp dengan iming-iming akan menarik korban untuk bisa mengurus menjadi pegawai PT KAI,” ujar Kombes Yusri.

Kasus ini, lanjut dia, sudah berjalan dari Agustus sampai dengan Oktober merekrut 43 orang yang teriming-iming akan diterima sebagai sekretaris, operator, kepala stasiun. "Kedua tersangka memiliki peran masing-masing. Tersangka FTS berperan sebagai otak dari kasus penipuan tersebut. Sedangka tersangka IL bertugas mencari korban yang berminat menjadi pegawai PT KAI," tandasnya.

Setelah target korban sudah didapatkan, para tersangka akan mengarahkan para korban untuk mengisi sebuah formulir rekruitmen palsu. Selanjutnya, mereka meninta para korban membayar sejumlah uang. “Mereka meminta bayaran Rp1,5 sampai Rp4 juta per orang dengan janji bisa menjadi pegawai PT KAI tanpa tes dan seleksi. Kerugiannya mencapai Rp 140 juta,” jelas Kombes Yusri.

Uang yang berhasil didapatkan oleh para tersangka itu kemudian digunakan untuk berfoya-foya. Hingga kini, kata Yusri, sebanyak 19 korban telah melaporkan kasus tersebut. Polisi pun masih menunggu laporan dari korban lainnya. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 372 dan atau 378 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun. 0 EEE

 

  • #
Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 12 Maret 2020
Jumat, 21 Februari 2020
Rabu, 19 Februari 2020
Sabtu, 01 Februari 2020
Jumat, 31 Januari 2020
Jumat, 24 Januari 2020
Kamis, 23 Januari 2020
Kamis, 23 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020
Selasa, 21 Januari 2020
Senin, 20 Januari 2020