Minggu, 29 Desember 2019 15:30:15

Giliran Pengedar Ekstasi Tewas Didor

Giliran Pengedar Ekstasi Tewas Didor

Beritabatavia.com - Berita tentang Giliran Pengedar Ekstasi Tewas Didor

TAK ada ampun bagi pengedar maupun bandar narkoba di Jakarta. Tindakan tegas dan terukur tetap ditegakkan bagi mereka, apalagi sampai nekad ...

Giliran Pengedar Ekstasi Tewas Didor Ist.
Beritabatavia.com -

TAK ada ampun bagi pengedar maupun bandar narkoba di Jakarta. Tindakan tegas dan terukur tetap ditegakkan bagi mereka, apalagi sampai nekad melakukan perlawanan dan berusaha melarikan pasti berakhir dengan kematian. Tercatat sejak awal Desember 2019 hingga kini sudah 10 orang bandar narkoba tewas akibat tindakan tegas dan terukur.

Kini giliran pengedar narkoba jenis ekstasi mengalami nasib yang sama. Tewas ditembak karena berusaha melawan petugas saat diminta menunjukkan sang bandar. Pengedar yang tewas berinisial HR (37 tahun) warga Jakarta meregang nyawa di Jalan Angkasa Raya 1, Gunung Sahari, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis 26 Desember 2019.

"Kami mendapat informasi dari masyarakat, bahwa di sebuah apartemen di kawasan Kemayoran kerap terjadi transaksi ekstasi. Tim Subdit IV unit 3 Diresnarkoba melakukan pemantauan dan ternyata laporan itu benar. Kami menangkap HR di apartemen itu," papar Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus didampingi  Wadirnarkoba, AKBP Sapta Maulana Marpaung di Polda Metro Jaya, Ahad (29/12/2010).

Dari tangan HR, petugas menemukan 1800 butir ekstasi dengan dua jenis satu berwarna hijau  berlogo banteng  sebanyak 1.200 butir XTC, dan warna orange dengan tulisan WB sekitar 600 butir. Ekstasi ini dimasukkan dalam mainan anak atau kid toys berupa mobil-mobilan.

Menurut pengakuan HR, barang terlarang ini didapat dari bandar berinisial KN warga Mangga Besar yang kini menjadi DPO (daftar Pencarian Orang). Esoknya HR diminta menunjukkan kediaman atau tempat pertemuan transaksi ekstasi. Saat dilakukan penggembangan bandar KN di daerah Jalan Angkasa, ternyata HR  berontak dengan melakukan perlawanan. “HR, mencoba merampas senjata petugas kami sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur, ” jelas Kombes Yusril.

Saat itu juga HR dibawa ke RS. Polri Dr. Soekamto Kramat Jati, Jakarta Timur namun dalam perjalanan HR menghembuskan nafasnya akibat kehabisan darah. Sementara KN yang sudah diketahui identitasnya hingga kini masih dalam pengejaran. "Malah kami mendapat lagi 200 butir ekstasi saat menggeladah di rumahnya di Rusun Kemayoran. "Ini berati yang kita amankan sekitar 2000 butir," sambungnya.

Wadirnarkoba, AKBP Sapta Maulana Marpaung menambahkan rencananya ekstasi ini akan diedarkan untuk malam pergantian tahun. Karenanya tindakan cepat sebelum beredar, diantisipasi dulu sehingga barang terlarang ini tidak sampai ke tangan konsumen. "Dengan mengamankan ekstasi sebanyak ini, berarti kami bisa menyelamatkan sekitar 4000 pengguna ekstasi. Jadi hitungan kami,  biasanya ekstasi ini dibagi dua oleh pengguna," jelasnya.

Dijelaskan tindakan tegas dan terukur diterapkan lantaran para pengedar maupun bandar narkoba kini semakin nekad dan berani sehingga tindakan tegas dan terukur harus diterapkan. "Kita tidak mau kalah dengan penjahat narkoba, apalagi perbuatanya sudah mengkhawatirkan sekaligus merusak mental generasi muda," tegas Sapta. 0 END

 

Berita Lainnya
Rabu, 22 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020
Selasa, 21 Januari 2020
Senin, 20 Januari 2020
Minggu, 19 Januari 2020
Sabtu, 18 Januari 2020
Jumat, 17 Januari 2020
Jumat, 17 Januari 2020
Kamis, 16 Januari 2020
Rabu, 15 Januari 2020
Selasa, 14 Januari 2020
Senin, 13 Januari 2020