Minggu, 05 Januari 2020 18:19:08

Wisatawan Dilarang Mendaki 5 Gunung, Kenapa?

Wisatawan Dilarang Mendaki 5 Gunung, Kenapa?

Beritabatavia.com - Berita tentang Wisatawan Dilarang Mendaki 5 Gunung, Kenapa?

CUACA tak bersahabat mengakibatkan lima gunung ditutup sementara wisatawan pendaki. Penutupan ini memang mengecewakan juga tak mengenakan bagi ...

 Wisatawan Dilarang Mendaki 5 Gunung, Kenapa? Ist.
Beritabatavia.com -

CUACA tak bersahabat mengakibatkan lima gunung ditutup sementara wisatawan pendaki. Penutupan ini memang mengecewakan juga tak mengenakan bagi para pendaki yang ingin naik gunung saat liburan panjang. Namun demi keselamatan para wisatawan pendaki, aturan itu tetap ditegakkan.

Penutupan sejak akhir tahun dan awal tahun 2020 ini, antara lain Gunung Semeru di Malang Jawa Timur, Gunung Prau di Wonosobo Jawa Tengah, dan Gunung Rinjani di Mataram NTB, Gunung Gede Pangrango Bogor Jawa Barat dan Gunung Lawu di Magetan Jawa Timur menambah daftar panjang penutupan pendakian gunung.

Di Magetan, Jalur pendakian Gunung Lawu dari pintu pos pemberangkatan Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan, ditutup sementara karena kondisi cuaca buruk dan badai angin di puncak gunung. Penutupan jalur pendakian dari Pos Cemoro Sewu tersebut dilakukan sejak Jumat, 3 Januari 2020.

"Penutupan jalur tersebut disebabkan karena cuaca buruk yang terjadi di wilayah Gunung Lawu dan puncaknya," papar Petugas Pos Pendakian Cemoro Sewu,Ilham Budi di Magetan.

Menurut dia, penutupan bertujuan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Penutupan tersebut berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan, menunggu hingga cuaca normal, dilansir dari BISNISWISATA.CO.ID, Ahad (05/01/2020).

Pihak petugas tidak menampik jika penutupan tersebut membuat para pendaki kecewa. Namun, hal itu dilakukan untuk menghindari dampak bencana yang dapat merugikan dan membahayakan keselamatan para pendaki.

Sementara, beberapa pendaki yang ingin melakukan pendakian di Gunung Lawu terpaksa membatalkan rencananya. Mereka mengaku ada yang menunggu hingga jalur dibuka kembali dalam beberapa hari lagi, tapi ada juga sebagian yang memilih pulang.

Salah satu pendaki asal Jakarta, Misbahul mengaku ia dan teman-temannya sudah sejak Jumat (2/1) hendak mendaki ke puncak Gunung Lawu. Namun, karena masih ditutup petugas, rombongannya batal mendaki dan memutuskan pulang. "Terpaksa batal naik Gunung Lawu karena ditutup akibat cuaca buruk. Ya mau bagaimana lagi, dari pada bahaya," kata dia.

Pihaknya mengaku tidak tahu jika pendakian Gunung Lawu ditutup sementara. Tahunya setelah ia dan teman-temannya tiba di Pos Cemoro Sewu guna melapor untuk melakukan pendakian.

Memang informasi para sesama pendaki yang telah turun dari Gunung Lawu membenarkan jika terjadi badai angin kencang di puncak Lawu. Karenanya ia dan temannya membatalkan pendakian.

Pihak Perhutani KPH Lawu Ds belum dapat memastikan sampai kapan jalur pendakian Gunung Lawu akan ditutupi. Hal itu sangat tergantung dari kondisi cuaca di gunung setempat. Cuaca buruk juga terjadi di sepanjang jalur Sarangan-Tawangmangu. Angin kencang melanda kawasan setempat di Kecamatan Plaosan hingga membuat sejumlah pohon tumbang.

Beruntung pohon yang tumbang tidak sampai mengganggu arus lalu lintas di jalur yang merupakan penghubung alternatif Provinsi Jatim dengan Jateng tersebut. Pihak petugas meminta pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut untuk berhati-hati.

Gunung Gede Pangrango
Penutupan juga dilakukan bagi wisata pendakian di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ditutup selama tiga bulan sejak 31 Desember 2019 hingga 31 Maret 2020. Penutupan ini dalam rangka pemulihan ekosistem, kegiatan operasi bersih, dan mengantisipasi cuaca ekstrem.

Para wisatawan pendaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango diharapkan dapat mematuhi peraturan ini. "Ditutup semua untuk jalur pendakian, tidak boleh ada yang mendaki sampai akhir Maret 2020," kata Operator Halo Gede Pangrango, Ade

Oleh karena ditutupnya Gunung Gede dan Pangrango, ia menyarankan alternatif kunjungan wisata lainnya di sekitaran area TNGGP. "Alternatifnya hanya kunjungan rekreasi air terjun saja. Hanya satu atau dua jam kunjungan, dan itu tergantung cuaca juga," lanjutnya.

Dalam rilis, juga dikatakan, bagi calon pendaki yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi bagian pelayanan pendakian Balai Besar TNGGP di antaranya telepon kantor khusus pendakian (0263) 519415, Fanspage Facebook @bookingtnggp, Instagram @tn_pendakiangedepangrango, email booking@gedepangrango.org, dan WhatsApp di nomor 0263 519415 (hanya pesan teks saja).


Gunung Rinjani
Banjir sempat terjadi di Pos 3 jalur Sembalun pendakian Gunung Rinjani, NTB, Rabu (1/1/2020). Intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab banjir. Hal ini yang juga jadi salah satu alasan kegiatan wisata pendakian gunung ditutup sejak 1 Januari 2020 hingga 31 Maret 2020.

Menurut Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dedy Asriady, banjir sudah tidak terjadi lagi. Namun, penutupan untuk kegiatan wisata tetap berjalan. "Kemarin curah hujan sangat tinggi, jadinya banjir di Pos 3. Sekarang sudah aman dari banjir, namun tetap ditutup sampai akhir Maret 2020," kata Dedy

Dedy juga mengatakan penutupan Gunung Rinjani dikarenakan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) tengah melakukan pemulihan ekosistem dan informasi prakiraan cuaca ekstim dari BMKG Stasiun Klimatologi Klas 1 Lombok Barat.

Pemberitahuan ini sudah disebarkan sejak Jumat (27/12/2019). Dedy melanjutkan, TNGR akan membuka kembali jika situasi dan kondisi tertentu di jalur pendakian berubah.

"Apabila terdapat perubahan situasi dan kondisi tertentu di jalur pendakian sampai dengan waktu penutupan berakhir, maka pembukaan jalur akan diinformasikan setelah dilakukan peninjauan atau survei kondisi jalur pendakian dengan mitra terkait," lanjutnya.

Penutupan kegiatan wisata pendakian Gunung Rinjani, menurut Dedy, juga dilakukan demi keselamatan pengunjung. Hal ini tak lepas dari kondisi musim hujan saat ini di Indonesia.

Tak menutup kemungkinan potensi curah hujan tinggi dan ekstrim, seehingga membahayakan pengunjung atau pendaki. "Maka dibuat rapat evaluasi pada 26 Desember 2019 dan diputuskan untuk ditutup, diberitahukan kepada seluruh pelaku wisata dan masyarakat," tambah Dedy.

Gunung Prau
Gunung Prau yang berlokasi di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Wonosobo akan ditutup mulai 6 Januari 2020 sampai 3 April 2020. "Pendakian masih diperbolehkan terakhir Sabtu (4/1/2020). Pada jam 00.00 WIB ta nggal 6 Januari, sudah steril tidak ada pendaki di Gunung Prau," kata Ahmad.

Penutupan jalur pendakian berlaku untuk semua jalur yang ada di Gunung Prau. Penutupan dilakukan dengan mempertimbangkan lima alasan, di antaranya faktor cuaca, pemulihan ekosistem, perbaikan jalur, reboisasi atau penghijauan perawatan, dan pembersihan dari sampah.

"Faktor cuaca itu pada bulan-bulan penutupan kondisi cuaca tidak terlalu ideal untuk kegiatan pendakian. Kedua, pemulihan ekosistem baik flora dan fauna. Ketiga, perbaikan jalur itu setiap tahunnya rutin dilaksanakan, perbaikan jalur guna keselamatan dan keamanan pendaki," lanjutnya.

Pertimbangan keempat adalah perihal reboisasi atau penghijauan serta perawatan bibit pohon endemik Gunung Prau yang ditanam rutin setiap tahun. Kelima, pembersihan dari sisa-sisa sampah yang ditinggalkan pendaki.

Ahmad tak memungkiri masih banyak pendaki yang meninggalkan sisa sampah di Gunung Prau. Hal ini yang nantinya akan dilakukan pembersihan oleh seluruh tim basecamp di masing-masing jalur.

Gunung Semeru
Pasca kebakaran hutan pada September 2019 sampai saat ini, Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengungkap akses pendakian Gunung Semeru masih belum memungkinkan dilalui oleh pendaki.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat memastikan, akses menuju puncak tertinggi Jawa itu belum bisa dibuka meski menjadi jujukan pendakian saat libur akhir tahun.

“Pasca kemarau, kemudian kebakaran kita masih belum bisa pastikan jalur atau permukaan tanah stabil dari longsoran pohon tumbang, batu jatuh dari tebing dan lain-lain. Ikatan tanah setelah kemarau terus kebakaran rawan longsor dan batu runtuh dari tebingan yang berpotensi mengancam keselamatan pengunjung pendakian,” katanya melalui pesan Whatsapp.

Ya, dengan begitu, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, baru kali ini Gunung Semeru tutup saat libur akhir tahun atau libur tahun baru. “Seingat saya, tiga tahun saya di BTS (Bromo Tengger Semeru) baru kali ini tahun baru closed,” katanya.

Sarif mengatakan, saat ini hujan masih sering mengguyur gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut itu.“Hujan masih berlangsung. Cuma secara klasifikasi jenis intensitasnya saya kurang begitu paham,” katanya. 0 RANU

 

Berita Lainnya
Sabtu, 11 Januari 2020
Rabu, 08 Januari 2020
Minggu, 05 Januari 2020
Kamis, 02 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Minggu, 29 Desember 2019
Sabtu, 28 Desember 2019
Kamis, 26 Desember 2019
Rabu, 25 Desember 2019
Rabu, 11 Desember 2019
Selasa, 10 Desember 2019
Sabtu, 07 Desember 2019