Minggu, 19 Januari 2020 11:56:52

Pembeli Protes: Lauk 2 Ekor Ayam, Bayar Rp 800.000

Pembeli Protes: Lauk 2 Ekor Ayam, Bayar Rp 800.000

Beritabatavia.com - Berita tentang Pembeli Protes: Lauk 2 Ekor Ayam, Bayar Rp 800.000

VIDEO seorang pelanggan wanita memprotes rumah makan (RM) Napinadar Malau di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara viral di media sosial. Pasalnya ia ...

Pembeli Protes: Lauk 2 Ekor Ayam, Bayar Rp 800.000 Ist.
Beritabatavia.com -

VIDEO seorang pelanggan wanita memprotes rumah makan (RM) Napinadar Malau di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara viral di media sosial. Pasalnya ia harus membayar tagihan makan dua ekor ayam napinadar sebesar Rp 800.000."Ayam apa ini? Di batu 7 ada makanan kek gini, nggak segini harganya," ujar pelanggan, seperti dikutip dari Tribun Medan, Ahad (19/01/2020)

Penjual menjawab, ayam tersebut adalah ayam kampung. "Yaudah kalau gak mau gak usah. Siapa suruh makan. Harganya pas," kata pemilik warung.

Mereka sempat beradu mulut. Pelanggan menilai harga ayam tersebut tidak wajar. Sementara penjual bersikukuh, harga tersebut sudah sesuai dengan jumlah pesanan pelanggan.

Pelanggan mengatakan, harga tersebut hanya pantas jika diterapkan bagi hotel berbintang. "Jangan sudah dalam perut kalian bilang segini harganya yang logikalah. Gak logika Rp 800.000," katanya.

Anak pengusaha RM Malau, Lambok Malau (35)  mengatakan harga ayam saat itu memang sedang naik karena penyakit babi sedang mewabah. Harga ayam yang biasanya Rp 25.000 per porsi sekarang naik menjadi Rp 40.000 per porsi.

Lambok mengatakan satu ayam dapat dipotong menjadi 14 porsi, padahal pengunjung tersebut memesan dua ekor ayam. "Mereka makan 10 orang. Masing-masing sepotong, berarti sudah Rp 400.000. Sementara, dua ekor ayam kan 28 potong, ada sisa lagi 18 potong. 18 kali Rp 25.000, Rp 450.000. Jadi, Rp 850.000 harusnya membayar. Masyarakat luas kan tidak tahu apa yang mereka tambah selama makan," jelasnya.

Usai peristiwa tersebut, Lambok berencana memajang daftar menu dan harga agar pengunjung tidak merasa ditipu. Meski demikian, Lambok menilai pengunjung tersebut juga salah karena tidak menanyakan harga makanan sebelum memesan.

Dia pun mengaku agak curiga terhadap pengunjung tersebut, sebab baru kali ini dia menerima komplain semacam itu. "Mereka juga enggak ada tanya harga. Heran, yang lain kenapa enggak komplain? rumah makan orangtua saya berdiri sejak tahun 1993," katanya. 0 TMC

 

 

Berita Lainnya
Selasa, 19 Mei 2020
Kamis, 07 Mei 2020
Sabtu, 02 Mei 2020
Jumat, 01 Mei 2020
Rabu, 29 April 2020
Selasa, 28 April 2020
Senin, 06 April 2020
Rabu, 01 April 2020
Rabu, 25 Maret 2020
Selasa, 24 Maret 2020
Senin, 23 Maret 2020
Rabu, 18 Maret 2020