Beritabatavia.com -
Selain menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum, maraknya aksi anarkis antar kelompok dan teror diberbagai wilayah, termasuk ibukota Jakarta juga menebar kecemasan masyarakat. Kondisi menakutkan ini mendapat respon dari kalangan politisi muda di DPR RI.
Diantaranya, Budiman Sujatmiko menuding, rentetan peristiwa yang saat ini sedang terjadi adalah bentuk tamparan terhadap pemerintah, sekaligus membuktikan bobroknya kinerja intelijen Polri. Sehingga tidak mampu melakukan tindakan antisipasi, untuk melindungi warganya. Budiman meminta agar pemerintah segera membenahi kinerja intelijen. Peritistiwa yang kita saksikan saat ini merupakan palu yang diayunkan ke wajah negara dan pemerintah serta intelijen, tegas politisi PDI-P ini, Kamis (30/9 .
Menurut Budiman, gelombang aksi kekerasan dan teror yang terjadi belakangan ini, dipicu perkelahian antar kelompok seperti yang terjadi di Jl Ampera Jakarta Selatan. Kemudian konflik sosial di Tarakan, serangan teroris ke Polsek Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara, dan perampokan Bank CIMB yang diduga berkaitan dengan terorisme. Bahkan barusan terjadi ledakan bo d Kalimalang, saya berharap ini yang terakhir, katanya.
Peristiwa demi peristiwa yang terjadi akan menimbulkan rasa tidak aman masyarakat. Kemudian akan menghilangkan kepercayaan terhadap aparat keamanan, apalagi jika aparat tidak mampu menanganinya secara tuntas. Budiman Sujatmiko mengingatkan, agar aparat meningkatkan kinerjanya, sehingga masyarakat tidak prustasi. Jangan sampai masyarakat bertindak melakukan pengamanan sendiri. Apalagi berinisiatif membangun perangkat keamanan masing-masing, karena sudah tidak percaya dengan aparat, ujar Budiman. O son