Kamis, 30 September 2010 21:00:21

Indonesia Sibuk Hadapi Konflik, Seharusnya Membangun

Indonesia Sibuk Hadapi Konflik, Seharusnya Membangun

Beritabatavia.com - Berita tentang Indonesia Sibuk Hadapi Konflik, Seharusnya Membangun

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengajak semua pihak baik dari jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat untuk bahu-membahu mengatasi sejumlah ...

Indonesia Sibuk Hadapi Konflik, Seharusnya Membangun Ist.
Beritabatavia.com - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengajak semua pihak baik dari jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat untuk bahu-membahu mengatasi sejumlah konflik yang terjadi di Indonesia saat ini. Karena semua konflik yang terjadi belakangan ini sangat meresahkan masyarakat.

Seharusnya bersama-sama kita cari solusi, bergandeng tangan kita, bahu-membahu kita karena ini masalah bangsa, katanya di Jakarta, Kamis, menanggapi sejumlah konflik yang terjadi belakangan ini, seperti kasus kekerasan di Tarakan (Kalimantan Timur) dan Jakarta Selatan.

Gamawan mengatakan konflik yang terjadi belakangan ini sangat merugikan masyarakat. Kejadian ini, katanya, akan sangat mempengaruhi investasi di daerah dan berdampak pada pembangunan di Indonesia.

Kerja kita menghabiskan uang untuk menyelesaikan konflik, bukan untuk membangun, ujarnya.

Sebelumnya, terjadi pertikaian dua kelompok massa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WITA di Perumahan Juwata Permai, Kota Tarakan, Minggu malam (26/9).

Akibat peristiwa itu, seorang warga yang juga tokoh masyarakat setempat, Abdullah (50), ditemukan tewas.

Seorang warga lainnya yang juga anak korban, terluka dalam peristiwa tersebut. Pada Senin siang (27/9), kelompok yang marah kemudian membakar dua rumah yang diduga milik para pelaku pembunuhan tersebut.

Kondisi di Tarakan dilaporkan terkendali setelah peristiwa itu. Namun, pada Selasa (28/9) malam kembali terjadi insiden dan menyebabkan korban jiwa.

Sementara itu, di Jakarta Selatan, pada Rabu (29/9) terjadi perkelahian antarkelompok massa yang diduga terkait dengan terdakwa kasus Cafe Blowfish. Perkelahian tersebut terjadi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Bentrokan itu menewaskan tiga orang dan melukai sembilan orang lainnya, serta tiga anggota polisi yang terkena peluru nyasar.

Ketiga anggota Polri itu, yakni Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Pol. Gatot Edy Pramono, Ajun Komisaris Lambua, dan Briptu Gerhana (ajudan Kapolres Jakarta Selatan). O ant/brn
Berita Lainnya
Jumat, 15 Mei 2026
Jumat, 15 Mei 2026
Selasa, 12 Mei 2026
Minggu, 10 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Kamis, 07 Mei 2026
Kamis, 07 Mei 2026
Selasa, 05 Mei 2026
Jumat, 01 Mei 2026
Jumat, 01 Mei 2026
Selasa, 28 April 2026
Selasa, 28 April 2026