Minggu, 16 Februari 2020 19:06:06

SETARA Ingatkan Jokowi Soal HAM dan Intoleransi

SETARA Ingatkan Jokowi Soal HAM dan Intoleransi

Beritabatavia.com - Berita tentang SETARA Ingatkan Jokowi Soal HAM dan Intoleransi

Pernyataan Presiden Jokowi, tentang agenda prioritas pemerintahannya yang dimuat laman bbc.com, Kamis 13 Februari 2020, menuai reaksi berbagai ...

SETARA Ingatkan Jokowi Soal HAM dan Intoleransi Ist.
Beritabatavia.com -

Pernyataan Presiden Jokowi, tentang agenda prioritas pemerintahannya yang dimuat laman bbc.com, Kamis 13 Februari 2020, menuai reaksi berbagai kalangan.
Bahkan, Setara Institute for Democracy and Peace, pesimis dan kehilangan harapan terhadap penuntasan pelanggaran HAM masa lalu dan penanganan intoleransi. Padahal intoleransi sudah menjalar di tengah masyarakat, sekolah, kampus hingga di tubuh aparatur sipil negara serta  TNI/Polri.  Tetapi pelanggaran HAM dan intoleransi , bukan agenda perioritas dalam program kerja pemerintahan Jokowi-Maruf.

Ketua Setara Institute  for Democracy and Peace, Hendardi, mengatakan, tidak memasukan masalah HAM sebagai agenda prioritas, menggambarkan bahwa pemerintah tidak memiliki pengetahuan holistik soal HAM. Hak asasi manusia adalah paradigma bernegara, bukan semata kasus atau pelanggaran HAM.

“Jokowi semestinya meletakkan HAM sebagai paradigma dalam pembangunan infrastruktur, kebijakan investasi, penguatan SDM dan agenda pembangunan lainnya. Dengan pemahaman yang demikian, agenda HAM bisa diintegrasikan dalam seluruh kinerja pemerintahan,” kata Hendardi, dalam siaran pers, Minggu (16/2).

Perlu diingat, Hendardi melanjutkan, tugas konstitusional memajukan kesejahteraan umum dan melindungi segenap bangsa Indonesia, di dalamnya juga memuat jaminan atas keadilan, penanganan pelanggaran HAM dan jaminan kesetaraan dalam beragama/berkeyakinan bukanlah tugas yang harus dipilih-pilih oleh seorang presiden.

“Semua tugas konstitusional melekat pada seorang presiden dalam suatu periode pemerintahan,” tegas Hendardi.

Oleh karena itu, presiden dibekali kewenangan mengangkat menteri dan kepala badan dalam berbagai bidang agar bisa menjalankan tugasnya secara bersamaan. Sepanjang para pembantu presiden memiliki kepekaan dan kecakapan dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan, maka tidak ada alasan bagi pemerintah menunda tugas-tugas konstitusional tersebut. Apalagi, khusus agenda penuntasan pelanggaran HAM masa lalu dan penanganan intoleransi, merupakan agenda yang tertunda pada periode pertama, dimana secara eksplisit termaktub dalam Nawacita Jokowi 2014 silam.

Menurutnya, presiden memiliki banyak perangkat dan instrumen untuk menuntaskan pelanggaran HAM masa lalu. Gagasan membentuk Komite Kepresidenan Pengungkapan Kebenaran yang tercantum dalam Nawacita 2014, adalah model yang paling moderat untuk merintis penuntasan pelanggaran HAM masa lalu. Fokus komisi ini adalah mengungkap kebenaran, tanpa terjebak penyelesaian yudisial atau non yudisial. Jika Komisi ini selesai menjalankan tugas pengungkapan kebenaran, berikutnya adalah mendiskusikan makna dan jalan keadilan yang bisa banyak variannya.

“Sayangnya, Jokowi justru mengurungkan niatnya pada periode II ini, dengan alasan prioritas kepemimpinanya adalah pemajuan ekonomi-kesejahteraan dan penguatan SDM. Lalu kapan janji penuntasan bidang HAM akan dipenuhi?,” kata Hendari.

Sementara, bidang penanganan intoleransi, komitmen Jokowi tampak hanya ditujukan untuk menjustifikasi tindakan politiknya menunjuk sejumlah menteri yang oleh Jokowi dianggap memiliki kecakapan penangan intoleransi. Nyatanya, sejumlah menteri dan kepala badan/lembaga tidak memiliki agenda terpadu dan mendasar dalam menangani intoleransi.
“Peristiwa-peristiwa pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan terus terjadi dan pada saat bersamaan disangkal oleh elemen-elemen negara,” ujar Hendardi.
Dia mengingatkan, kepemimpinan Jokowi-Maruf belum genap 1 tahun, masih punya waktu dan mesti menjawab harapan publik yang setia memberikan dukungan pada periode II dan percaya bahwa janji penuntasan pelanggaran HAM dan intoleransi akan ditunaikan pada periode II ini. O son
 

Berita Lainnya
Senin, 29 Juni 2020
Minggu, 28 Juni 2020
Sabtu, 27 Juni 2020
Jumat, 26 Juni 2020
Kamis, 25 Juni 2020
Kamis, 25 Juni 2020
Rabu, 24 Juni 2020
Selasa, 23 Juni 2020
Senin, 22 Juni 2020
Minggu, 21 Juni 2020
Sabtu, 20 Juni 2020
Jumat, 19 Juni 2020