Jumat, 27 Maret 2020 11:23:30

Darurat Corona & Ramadhan, Pemerintah Buka Kran Impor Kebutuhan Pokok

Darurat Corona & Ramadhan, Pemerintah Buka Kran Impor Kebutuhan Pokok

Beritabatavia.com - Berita tentang Darurat Corona & Ramadhan, Pemerintah Buka Kran Impor Kebutuhan Pokok

Guna menjamin ketersediaan kebutuhan pokok selama masa darurat virus corona atau  covid-19 maupun memasuki bulan Ramadhan yang sudah dekat, ...

Darurat Corona & Ramadhan, Pemerintah Buka Kran Impor Kebutuhan Pokok  Ist.
Beritabatavia.com -

Guna menjamin ketersediaan kebutuhan pokok selama masa darurat virus corona atau  covid-19 maupun memasuki bulan Ramadhan yang sudah dekat, pemerintah membuka kran impor untuk komoditi yang diprediksi mengalami kenaikan harga. Selain itu, pemerintah pusat telah berkordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) serta para pelaku usaha segera mendistribusikan bahan pokok ke retail maupun pasar. Bahan pokok yang menjadi pokus untuk dipenuhi adalah beras, minyak goreng, terigu, daging sapi,  telor ayam, bawang merah, bawang putih, hingga gula.

“Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan suplai dan demand bahan kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat yang selalu diarahkan Bapak Presiden,” ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Suhanto, di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (25/4).

Selain itu, Pemerintah juga memastikan ketersediaan bahan pokok yang dibutuhkan saat Ramadan dan Idul Fitri dapat terpenuhi dan dapat didistribusikan secara lancar dan terkendali.
“Beberapa hari lagi akan Ramadan maka laksanakan ibadah puasa dengan tenang. Kami pastikan, kami telah bekerja sama dengan pelaku usaha, seluruh Pemda dan dengan seluruh dinas memastikan distribusi bahan pokok lancar dan terkendali,” kata dia.

Selain itu, Kemendag bersama Satgas Pangan akan rutin melakukan pengecekan kepada sejumlah pelaku usaha agar tidak terjadi penimbunan bahan pokok. Ia pun mengimbau kepada Pemda yang merasa kekurangan bahan pokok untuk segera berkoordinasi agar segera tertangani.

“Kami setiap hari mendapat laporan dari dinas apabila terjadi kekurangan di suatu provinsi kita akan mengambil langkah menghubungkan daerah dengan distributor,” katanya.
Selanjutnya, dalam melakukan upaya pemutusan rantai penyebaran covid-19, Suhanto juga meminta masyarakat untuk bijak dengan tidak melakukan pembelian kebutuhan bahan pokok secara besar-besaran (Panic Buying). Hal tersebut menurut Suhanto justru dapat memicu kenaikan harga dan ketersediaan cepat berkurang.

“Tentunya harapan kami mengimbau masyarakat di dalam menghadapi kondisi ketidakpastian dengan adanya Covid-19 mohon masyarakat tenang jangan pembelian berlebih, belilah sesuai kebutuhan. Kami pemerintah memastikan akan memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya. O son
 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 20 Januari 2020
Sabtu, 18 Januari 2020
Kamis, 16 Januari 2020
Rabu, 15 Januari 2020
Selasa, 14 Januari 2020
Minggu, 12 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Jumat, 10 Januari 2020
Rabu, 08 Januari 2020
Selasa, 07 Januari 2020
Senin, 06 Januari 2020
Minggu, 05 Januari 2020