Jumat, 17 April 2020 12:46:17

Menteri Erick Thohir : Lawan Mafia Impor !

Menteri Erick Thohir : Lawan Mafia Impor !

Beritabatavia.com - Berita tentang Menteri Erick Thohir : Lawan Mafia Impor !

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupaya agar ketergantungan impor untuk kebutuhan bahan baku, tidak dimanfaatkan oleh mafia melakukan ...

Menteri Erick Thohir : Lawan Mafia Impor ! Ist.
Beritabatavia.com -

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupaya agar ketergantungan impor untuk kebutuhan bahan baku, tidak dimanfaatkan oleh mafia melakukan praktik kotor.

"Kita harus peduli dengan bangsa ini. Jangan semuanya ujung-ujungnya duit terus. Akhirnya kita terjebak short term policy atau kebijakan jangka pendek yang didominasi oleh mafia-mafia, trader-trader itu. Kita harus lawan dan Pak Jokowi punya keberpihakan itu," kata Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, seperti dilansir CNBCIndonesia, Kamis (16/4) Dia berharap, semua pihak bekerjasama untuk menumpas praktik-praktik kotor tersebut.

Menurut Erick, semua bermula dari kebutuhan alat kesehatan dan farmasi dalam negeri yang masih bergantung pada pemenuhan dari luar negeri. Jumlahnya pun mencapai 90 persen  hanya 10 persen saja bahan baku yang bisa dipenuhi dari dalam negeri.
"Saya mohon maaf kalau menyinggung beberapa pihak, janganlah negara kita yang besar ini selalu terjebak praktik-praktik yang kotor, sehingga alat kesehatan mesti impor, bahan baku musti impor. Saya minta semua yang hadir di sini punya komitmen secara pribadi, kita harus bongkar hal-hal itu," kata Erick.

Pendiri Mahaka Media ini sangat menyayangkan kondisi industri farmasi yang 90 persen mengandalkan impor. Padahal dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini tiap-tiap negara diuji kekuatannya untuk mampu menjaga supply chain (rantai pasok) dari dalam negeri. Sebab saat ini seluruh negara berebut untuk mendapatkan bahan baku demi memenuhi kebutuhan negaranya.

"Mohon maaf kalau saya bicara ini, sangat menyedihkan kalau negara sebesar Indonesia ini 90 persen bahan baku dari luar negeri untuk industri obat. Sama juga alat kesehatan, mayoritas dari luar negeri," kata Erick.

Untuk itu, dia mendorong mulai adanya kemandirian dalam hal bahan baku secara bertahap untuk perusahaan-perusahaan farmasi tersebut.

"Kalau hari ini 10 persen, tahun depan 30 persen, tahun depannya lagi 50 persen. Kita juga tidak anti impor. Memang ada beberapa yang tidak bisa dilakukan, tapi yang kita bisa lakukan, harus bisa," kata Erick. O red

 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 18 Januari 2020
Kamis, 16 Januari 2020
Rabu, 15 Januari 2020
Selasa, 14 Januari 2020
Minggu, 12 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Jumat, 10 Januari 2020
Rabu, 08 Januari 2020
Selasa, 07 Januari 2020
Senin, 06 Januari 2020
Minggu, 05 Januari 2020
Kamis, 02 Januari 2020