Rabu, 22 April 2020 12:05:40

Pemerintah Didesak Turunkan Harga BBM

Pemerintah Didesak Turunkan Harga BBM

Beritabatavia.com - Berita tentang Pemerintah Didesak Turunkan Harga BBM

Harga minyak dunia acuan AS West Texas Intermediate (WTI) anjlok ke level negatif atau berada di bawah 0 dollar AS per barel per Senin (20/4). ...

Pemerintah Didesak Turunkan Harga BBM Ist.
Beritabatavia.com -

Harga minyak dunia acuan AS West Texas Intermediate (WTI) anjlok ke level negatif atau berada di bawah 0 dollar AS per barel per Senin (20/4). Mengutip Financial Times, Selasa (21/4), harga minyak acuan WTI untuk pengiriman Mei 2020 sempat anjlok 250 persen ke level -40,32 dolar AS per barel. Sayangnya, tidak disertai dengan turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Tanah Air. Padahal setelah pemerintah mencabut subsidi BBM, harga BBM di tanah air mengikuti harga minyak dunia.

Sikap lamban merespon turunnya harga minyak dunia, menuai kritik keras, meskipun pemerintah sedang kerja keras menghalau wabah virus corona atau covid-19 yang semakin massif.

Seharusnya, turunnya harga minyak dunia diikuti dengan turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Tanah Air, mengingat patokan penjualan minyak mengikuti harga minyak dunia. Begitu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon, seperti dilansir kantor Berita Politik RMOL.

"Halo pemerintah. Kapan harga BBM ini akan "di-impeach", akan diturunkan?," kata Jansen Sitindaon. Politikus muda Partai Demokrat ini justru heran dengan sikap pemerintah yang justru responsif akan tanda pagar (Tagar) #ImpeachmentPresidenJokowi di Media Sosial yang sempat trending topik beberapa hari lalu. Namun, terkesan tidak peduli dengan turunnya harga minyak mentah dunia yang harusnya diikuti penurunan harga BBM di Indonesia.

"Bahas impeachment Presiden yang bentuknya hanya tagar cepat benar kalian. Jika BBM tidak turun umumkan saja sekalian Indonesia bukan lagi bagian dunia. Jadi harga minyak dunia bukan lagi rujukan. Salam Buku Putih!," demikian Jansen Sitindaon.

Sementara Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) untuk Indonesia, Ray Rangkuti, mengatakan,  pemerintah perlu menjelaskan kenapa harga BBM di tanah Air belum turun.  Jika belum diturunkannya harga BBM mengacu pada konsumsi kendaraan pribadi yang memang menurun akibat Covid-19, namun tidak berlaku bagi industri dan kendaraan umum.
"Konsumsi BBM untuk kendaraan pribadi jelas sangat menurun. Penggunaan mobil pribadi di masa corona ini sangat rendah. Jadi kebutuhan terhadap BBM juga sangat rendah. Tentu saja ini untuk konsumsi pribadi," ujar Ray Rangkuti.
Pengamat politik jebolan UIN Syarief Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan, naik turunnya harga BBM juga tidak melulu mengikuti penurunan harga minyak dunia. Namun, harus juga menyesuaikan penggunaan kendaraan pribadi.

"Kenaikan harga BBM misalnya, bukan saja karena ingin menyesuaikan dengan harga pasar dunia, tapi juga perlu untuk menekan penggunaan BBM untuk kenderaan pribadi," tuturnya.

Meski begitu, lanjut Ray Rangkuti, apapun latarbelakang pemerintah yang belum menurunkan ataupun tidak menaikkan harga BBM lantaran anjloknya harga minyak dunia, pemerintah mesti menjelaskan kepada masyarakat.

"Tapi apapun, tentu kita semua perlu mendesak pemerintah untuk memberi penjelasan akan hal ini," pungkasnya. O Rmol.id/red

 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 15 Januari 2020
Selasa, 14 Januari 2020
Minggu, 12 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Jumat, 10 Januari 2020
Rabu, 08 Januari 2020
Selasa, 07 Januari 2020
Senin, 06 Januari 2020
Minggu, 05 Januari 2020
Kamis, 02 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Sabtu, 28 Desember 2019