Kamis, 11 Juni 2020 16:02:07

Intensitas Pencegahan Mulai Meredup, Pasien Positif 35.295 Sembuh 12.636 Meninggal 2.000

Intensitas Pencegahan Mulai Meredup, Pasien Positif 35.295 Sembuh 12.636 Meninggal 2.000

Beritabatavia.com - Berita tentang Intensitas Pencegahan Mulai Meredup, Pasien Positif 35.295 Sembuh 12.636 Meninggal 2.000

Hedaknya kecemasan masyarakat akibat wabah virus corona atau covid-19 tidak ditambah lagi khususnya bagi warga Jakarta, dengan kecemasan akibat ...

Intensitas Pencegahan Mulai Meredup, Pasien Positif 35.295 Sembuh 12.636 Meninggal 2.000 Ist.
Beritabatavia.com -

Hedaknya kecemasan masyarakat akibat wabah virus corona atau covid-19 tidak ditambah lagi khususnya bagi warga Jakarta, dengan kecemasan akibat kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak konsisten dan saling berbeda. Sebab, jumlah yang tertular virus covid-19 terus bertambah dari hari ke hari, tanpa ada kepastian kapan akan berakhir.

Sebelumnya Pemerintah pusat telah mensosialisasikan rencana untuk menerapkan pola hidup baru atau new normal ditengah wabah virus covid-19. Tetapi Pemprov DKI menetapkan kebijakan untuk melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi hingga 18 Juni 2020. Dalam Pergub No 51 tahun 2020 sebagai landasan hukumnya, juga diatur tentang pembatasan kendaraan dan penumpang angkutan umum. Serta memberlakukan sistim ganjil genap nomor kendaraan pribadi dan sepeda motor, kecuali sepeda motor berbasis aplikasi. Dalam proses pelaksanaan kebijakan PSBB transisi tersebut, Pemerintah pusat melalui Kemenhub menerbitkan Keputusan Menhub no 41 tahun 2020 tentang pencabutan pembatasan kendaraan dan penumpang angkutan umum. Meskipun pelaksanaannya disebut secara bertahap, tetapi membuat publik semakin bingung dan bertanya aturan mana yang harus diikuti.

Kecemasan publik belum juga reda, karena masih banyak orang tanpa gejala (OTG) bebas beraktivitas tanpa diketahui padahal potensi menularkan virus covid-19. Sementara masyarakat merasakan intensitas pencegahan semakin meredup baik terhadap OTG maupun pengawasan untuk memastikan protokol kesehatan berjalan maksimal. Selain fokus untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman virus covid-19, semestinya pemerintah membangun sinergi dan memelihara kebersamaan serta menyiapkan segala keperluan untuk digunakan mencegah atau memutus rantai penyebaran dan penularan virus.Bukan justru menambah kekhawatiran masyarakat lewat kebijakan-kebijakan yang menuai polemik. Sementara dari hari ke hari jumlah yang tertular virus covid-19 terus bertambah di 424 Kota/Kabupaten dari 34 Provinsi yang ada di tanah air.
 
Update covid-19 Nasional

Seperti update informasi kasus covid-19 secara nasional yang disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto. Disebutkan, berdasarkan data yang diperoleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari rumah sakit di 424 kota /Kabupaten di 34 Provinsi di wilayah Indonesia. Hingga Kamis 11 Juni 2020 pukul 12.00 Wib, tercatat jumlah penambahan dan total kasus terkonfimrasi :

Pasien positif    + 979   = total 35.295 orang
Pasien sembuh     + 507   = total 12.636 orang
Pasien meninggal  + 40    = total 2.000 orang

Update covid-19 di DKI

Begitu juga update informasi kasus covid-19 di 262 dari 267 keluruhan di wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan laporan dari fasilitas kesehatan wilayah DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI pada Kamis 11 Juni 2020, tercatat pertambahan dan jumlah total kasus covid-19:

Pasien Positif    + 129  = total 8.552 orang
Pasien meninggal  + 4    = total   555 0rang
Pasien sembuh     + 147  = total 3.664 orang
Pasien dirawat    + 19   = total 1.446 orang
Isolasi mandiri   - 41   = total 2.887 orang  

Achmad Yurianto mengingatkan, penyebaran dan penularan yang masih terus terjadi,hendaknya menjadi kesadaran bersama untuk membuat kita tetap lebih waspada dan displin melaksanakan protokol kesehatan.

"Tidak keluar rumah dan melaksanakan protokolkesehatan adalah langkah efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan sekaligus menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman virus covid-19," kata Achmad Yurianto, Kamis (11/6).

Dia memastikan, pemerintah melalui kementerian dan lembaga serta unsur lainnya yang dikordinir oleh Gugus TugasPercepatan Penanganan Covid-19, tetap memprioritaskan penanganan wabah virus corona. Berbagai upaya telah dilakukan seperti tes real time specimen lebih dari 16 ribu sampel sehingga jumlah total lebih dari 463 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC) dan Tes Cepat Molekuler (TCM) . Serta berupaya mencapai target yang dites hingga sebanyak 20 ribu lebih per hari.

Kemudian membuka lebih banyak konsultasi telemedis yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membatasi kunjungan orang ke rumah sakit. Tetapi, lanjutnya, upaya yang dilakukan pemerintah akan maksimal dan efektif,bila semua pihak taat dan displin melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19. O son

Berita Lainnya
Jumat, 09 Oktober 2020
Kamis, 08 Oktober 2020
Rabu, 07 Oktober 2020
Selasa, 06 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Minggu, 04 Oktober 2020
Sabtu, 03 Oktober 2020
Jumat, 02 Oktober 2020
Kamis, 01 Oktober 2020
Rabu, 30 September 2020
Selasa, 29 September 2020