Sabtu, 13 Juni 2020 15:53:59

Obat Ditemukan & Tetap Waspada Gelombang kedua, Pasien Positif 37.420 Sembuh 13.776 Meninggal 2.091

Obat Ditemukan & Tetap Waspada Gelombang kedua, Pasien Positif 37.420 Sembuh 13.776 Meninggal 2.091

Beritabatavia.com - Berita tentang Obat Ditemukan & Tetap Waspada Gelombang kedua, Pasien Positif 37.420 Sembuh 13.776 Meninggal 2.091

Peneliti Universitas Airlangga (Unair) Dr dr Purwati, mengklim telah menemukan 5 kombinasi obat virus covid-19 yang efektif menyembuhkan selama 72 ...

Obat Ditemukan & Tetap Waspada Gelombang kedua, Pasien Positif 37.420 Sembuh 13.776 Meninggal 2.091 Ist.
Beritabatavia.com -

Peneliti Universitas Airlangga (Unair) Dr dr Purwati, mengklim telah menemukan 5 kombinasi obat virus covid-19 yang efektif menyembuhkan selama 72 jam.
Rektor Unair Mohammad Nasih, mengatakan, temuan itu hasil kerjasama Unair, Badan Intelijen Negara (BIN) dan BNPB. Menurutnya, temuan itu telah diuji coba dan terbukti berhasil menonaktifikan virus corona di dalam tubuh manusia. Saat ini kombinasi obat telah diproduksi dan akan diserahkan ke rumah sakit yang membutuhkan.

Sementara dalam empat hari terakhir, peningkatan jumlah kasus virus corona atau covid-19 cukup tinggi hingga mencapai angka 1000 kasus per hari. Disusul dengan pelonggaran aturan yang mulai terasa dan penurunan displin melaksanakan protokol kesehatan terjadi diberbagai tempat, sehingga memicu kecemasan dan kekhawatiran masyarakat.

Update covid-19 Nasional

Seperti update informasi kasus covid-19 secara nasional yang disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto. Disebutkan, berdasarkan data yang diperoleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari rumah sakit di 427 kota /Kabupaten di 34 Provinsi di wilayah Indonesia. Hingga Sabtu 13 Juni 2020 pukul 12.00 Wib, tercatat jumlah penambahan dan total kasus terkonfimrasi :

Pasien positif    + 1.014   = total 37.420 orang
Pasien sembuh     + 563     = total 13.776 orang
Pasien meninggal  + 43      = total 2.091 orang

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono, mengatakan, peningkatan kasus virus corona atau covid-19 yang terjadi beberapa hari belakangan, adalah dampak dari adanya pergerakan massif masyarakat jelang atau saat maupun pasca Hari Raya Idul Fitri lalu. Peningkatan yang terjadi belakangan ini bukan karena adanya pelonggaran pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi yang diterapkan di wilayah DKI Jakarta.

"Meski harus tetap waspada dan displin menjalankan protokol kesehatan, tetapi masyarakat tidak perlu cemas," kata Pandu Riono.

Menurut Pandu Riono, peningkatan jumlah itu merupakan hasil dari tracing dan pelacakan kasus yang dilakukan secara massif serta pemeriksaan yang meluas. Seharusnya upaya yang efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan virus covid-19 adalah dengan cara melacak dan mendapatkan kasus-kasus baru sebanyak-banyaknya kemudian mengisolasi. Dia membenarkan, bila pelonggaran aturan dan displin melaksanakan protokol kesehatan menurun, akan berdampak pada peningkatan kasus. Tetapi setelah itu dapat dilihat kasus per kasus. Sehingga penanganannya dapat dilakukan dengan cara isolasi atau karantina lokal di klaster yang terjadi peningkatan kasus.   

Riono Pandu mengingatkan agar benar-benar siap menghadapi bila ada pelonggaran aturan dan aktivitas masyarakat. Pemerintah harus benar-benar bisa memastikan semua pihak displin menaati protokol kesehatan. Disertai dengan upaya untuk meningkatkan pelacakan kasus-kasus baru dan memeriksa atau tes dilanjutkan dengan isolasi. Selain mencegah penyebaran dan penularan virus covid-19, juga upaya antisipasi dan kewaspadaan terjadinya wabah gelombang kedua dan ketiga.

Update covid-19 di DKI

Sementara update informasi kasus covid-19 di 262 dari 267 keluruhan di wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan laporan dari fasilitas kesehatan wilayah DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI pada Sabtu 13 Juni 2020, tercatat pertambahan dan jumlah total kasus covid-19:

Pasien Positif    + 120  = total 8.748 orang
Pasien meninggal  + 3    = total   564 0rang
Pasien sembuh     + 60   = total 3.840 orang
Pasien dirawat    - 5    = total 1.419 orang
Isolasi mandiri   + 62   = total 2.925 orang  

Achmad Yurianto mengingatkan, penyebaran dan penularan yang masih terus terjadi,hendaknya menjadi kesadaran bersama untuk membuat kita tetap lebih waspada dan displin melaksanakan protokol kesehatan.

"Tidak keluar rumah dan melaksanakan protokolkesehatan adalah langkah efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan sekaligus menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman virus covid-19," kata Achmad Yurianto, Sabtu (13/6).

Dia memastikan, pemerintah melalui kementerian dan lembaga serta unsur lainnya yang dikordinir oleh Gugus TugasPercepatan Penanganan Covid-19, tetap memprioritaskan penanganan wabah virus corona. Berbagai upaya telah dilakukan seperti tes real time specimen dengan jumlah total lebih dari 495 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC) dan Tes Cepat Molekuler (TCM) . Serta berupaya mencapai target yang dites hingga sebanyak 20 ribu lebih per hari.

Kemudian membuka lebih banyak konsultasi telemedis yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membatasi kunjungan orang ke rumah sakit. Tetapi, lanjutnya, upaya yang dilakukan pemerintah akan maksimal dan efektif,bila semua pihak taat dan displin melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19. O son

Berita Lainnya
Jumat, 09 Oktober 2020
Kamis, 08 Oktober 2020
Rabu, 07 Oktober 2020
Selasa, 06 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Minggu, 04 Oktober 2020
Sabtu, 03 Oktober 2020
Jumat, 02 Oktober 2020
Kamis, 01 Oktober 2020
Rabu, 30 September 2020
Selasa, 29 September 2020