Minggu, 14 Juni 2020 15:53:00

Pasar Jangan Jadi Tempat Penyebaran & Penularan, Pasien Positif 38.850 Sembuh 14.531 Meninggal 2.134

Pasar Jangan Jadi Tempat Penyebaran & Penularan, Pasien Positif 38.850 Sembuh 14.531 Meninggal 2.134

Beritabatavia.com - Berita tentang Pasar Jangan Jadi Tempat Penyebaran & Penularan, Pasien Positif 38.850 Sembuh 14.531 Meninggal 2.134

Peningkatan wabah virus corona atau covid-19 bukan hanya karena masih banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) yang bebas berkeliaran dan kebijakan yang ...

Pasar Jangan Jadi Tempat Penyebaran & Penularan, Pasien Positif 38.850 Sembuh 14.531 Meninggal 2.134 Ist.
Beritabatavia.com -

Peningkatan wabah virus corona atau covid-19 bukan hanya karena masih banyak Orang Tanpa Gejala (OTG) yang bebas berkeliaran dan kebijakan yang belum menjadi solusi efektif serta melemahnya displin menaati protokol kesehatan atau pelonggoran aturan yang mulai terasa.Tetapi Pasar tradisional juga potensi menjadi tempat penyebaran dan penularan virus corona atau covid-19. Berdasarkan data PD Pasar Jaya, sebanyak 529 orang pedagang pasar terkonfirmasi positif tertular virus covid-19.

Ketua umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri, mengatakan, pola komunikasi di pasar sangat berbeda dengan pusat perbelanjaan modren.  Tetapi IKAPPI sudah sejak awal mengingatkan agar disiapkan tempat mencuci tangan dan menggunakan masker. Serta sudah mengeluarkan surat edaran ke para pedagang, pengelola pasar agar terus melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan. Meskipun  diakui, sangat sulit merubah perilaku untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Selain itu Abdullah Mansuri juga menjelaskan, sebagian pedagang pasar merasa tidak menerima informasi yang utuh. Umpamanya, dikatakan ada pedagang pasar yang positif tertular covid-19, tetapi tidak dijelaskan kapan rapid tes dan tes suab dilakukan, siapa yang tertular dan dimana serta bagaimana selanjutnya, tidak disampaikan. Sehingga para pedagang pasar merasa kedatangan petugas seperti ancaman.

Pakar Epidemilogi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono, mengatakan semua tempat keramaian atau kerumunan potensi untuk menyebarkan dan menularkan virus covid-19. Dia mengingatkan pemerintah daerah memperhatikan dan melakukan upaya-upaya pencegahan di pasar-pasar yang ada,  agar tidak menjadi tempat penyebaran dan penularan virus covid-19. Sebelum menerapkan kehidupan baru ditengah pandemi virus covid-19 atau New Normal yang direncanakan pemerintah, hendaknya semua pihak harus memastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan displin. Sehingga kasus covid-19 tidak terus meningkat dari hari ke hari.

Update covid-19 di DKI

Seperti update informasi kasus covid-19 di 262 dari 267 keluruhan di wilayah DKI Jakarta. Berdasarkan laporan dari fasilitas kesehatan wilayah DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI pada Minggu 14 Juni 2020, tercatat pertambahan dan jumlah total kasus covid-19:

Pasien Positif    + 115   = total 8.863 orang
Pasien meninggal  + 7     = total   571 0rang
Pasien sembuh     + 251   = total 4.091 orang
Pasien dirawat    - 51    = total 1.368 orang
Isolasi mandiri   - 92    = total 2.833 orang  

Update covid-19 Nasional

Begitu juga update informasi kasus covid-19 secara nasional yang disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto. Disebutkan, berdasarkan data yang diperoleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari rumah sakit di 430 kota /Kabupaten di 34 Provinsi di wilayah Indonesia. Hingga Minggu 14 Juni 2020 pukul 12.00 Wib, tercatat jumlah penambahan dan total kasus terkonfimrasi :

Pasien positif    + 850     = total 38.277 orang
Pasien sembuh     + 755     = total 14.531 orang
Pasien meninggal  + 43      = total 2.134 orang

Achmad Yurianto mengingatkan, penyebaran dan penularan yang masih terus terjadi,hendaknya menjadi kesadaran bersama untuk membuat kita tetap lebih waspada dan displin melaksanakan protokol kesehatan.

"Tidak keluar rumah dan melaksanakan protokolkesehatan adalah langkah efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan sekaligus menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman virus covid-19," kata Achmad Yurianto, Minggu (14/6).

Dia memastikan, pemerintah melalui kementerian dan lembaga serta unsur lainnya yang dikordinir oleh Gugus TugasPercepatan Penanganan Covid-19, tetap memprioritaskan penanganan wabah virus corona. Berbagai upaya telah dilakukan seperti tes real time specimen dengan jumlah total lebih dari 495 ribu sampel dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC) dan Tes Cepat Molekuler (TCM) . Serta berupaya mencapai target yang dites hingga sebanyak 20 ribu lebih per hari.

Kemudian membuka lebih banyak konsultasi telemedis yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membatasi kunjungan orang ke rumah sakit. Tetapi, lanjutnya, upaya yang dilakukan pemerintah akan maksimal dan efektif,bila semua pihak taat dan displin melaksanakan protokol kesehatan penanganan covid-19. O son  

 

Berita Lainnya
Jumat, 09 Oktober 2020
Kamis, 08 Oktober 2020
Rabu, 07 Oktober 2020
Selasa, 06 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Senin, 05 Oktober 2020
Minggu, 04 Oktober 2020
Sabtu, 03 Oktober 2020
Jumat, 02 Oktober 2020
Kamis, 01 Oktober 2020
Rabu, 30 September 2020
Selasa, 29 September 2020