Minggu, 28 Juni 2020 15:51:41

Abnormal Baru atau Crazy Normal, Pasien Positif 54.010 Sembuh 22.936 Meninggal 2.754

Abnormal Baru atau Crazy Normal, Pasien Positif 54.010 Sembuh 22.936 Meninggal 2.754

Beritabatavia.com - Berita tentang Abnormal Baru atau Crazy Normal, Pasien Positif 54.010 Sembuh 22.936 Meninggal 2.754

Pelonggaran aturan dan menurunnya displin melaksanakan Protokol Kesehatan serta abai memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak atau sosial ...

Abnormal Baru atau Crazy Normal, Pasien Positif 54.010 Sembuh 22.936 Meninggal 2.754 Ist.
Beritabatavia.com -

Pelonggaran aturan dan menurunnya displin melaksanakan Protokol Kesehatan serta abai memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak atau sosial distancing, tetapi aktivitas di tempat umum mulai leluasa, dinilai adalah kondisi yang potensi merubah New Normal menjadi Abnormal Baru atau bahkan Crazy Normal.

"Kondisi yang semakin leluasa orang berada di luar rumah dan memasuki tempat umum ditengah situasi Normal Baru, akan menjadi kesempatan buat virus covid-19 berkembang dan menambah korban. Kondisi seperti itulah yang potensi merubah New Normal menjadi Abnormal Baru atau tidak menutup kemungkinan Crazy Normal," kata Dr Handrawan Nadesul

Menurut dokter yang juga penulis diberbagai media itu, satu orang saja presymptomatic atau orang yang tertular covid-19 tetapi belum muncul gejala dan orang asymptomatic yaitu membawa Covid-19 namun tanpa gejala beredar di tempat publik, berarti virus akan berkembang secara eksponensial yang akan membuat jumlah kasus baru meledak. Tempat-tempat publik itu berada di tempat ibadah, kegiatan paduan suara (koor), kegiatan khotbah tanpa masker, mall, restoran, tempat gym, kantor, meeting bisnis, sekolah dan kampus, serta semua tempat dengan AC sentral, termasuk di pesawat udara.

Dokter Handrawan Nadesul menulis, sudah waktunya pemerintah menegakkan hukum yang memberikan efek jera. Dia juga mengingatkan agar kebijakan New Normal harus disertai pemahaman secara rinci tentang tabiat biologi-epidemiologi covid-19. Supaya kebijakan New Normal yang ditargetkan untuk menggerakkan roda ekonomi dan kesehatan tetap terjaga ditengah pandemi virus covid-19 dapat berjalan sesuai harapan. Bukan justru membuat keduanya tidak terselamatkan.

Ditengah gencarnya sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sebagai proses menuju New Normal atau kehidupan baru ditengah pandemi virus corona, justru jumlah kasus yang terkonfirmasi positif virus covid-19 terus bertambah dan bertambah khususnya di sejumlah wilayah dan kota-kota besar di Indonesia.
 
Update covid-19 Nasional

Seperti update informasi kasus covid-19 secara nasional yang disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto. Disebutkan, berdasarkan data yang diperoleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari rumah sakit di 448 kota /Kabupaten di 34 Provinsi di wilayah Indonesia. Hingga Minggu 28 Juni 2020 pukul 12.00 Wib, tercatat jumlah penambahan dan total kasus terkonfimrasi :

Pasien positif     + 1.198     = total 54.010 orang
Pasien sembuh      + 1.027     = total 22.936 orang
Pasien meninggal   + 34        = total  2.754 orang

Update covid-19 di DKI

Pertambahan jumlah penularan virus covid-19 juga terjadi di wilayah DKI Jakarta. Seperti update informasi kasus covid-19 di 262 dari 267 keluruhan berdasarkan data dari fasilitas kesehatan wilayah DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI pada Minggu 28 Juni 2020, tercatat pertambahan dan jumlah total kasus covid-19:

Pasien Positif     + 132    = total 10.985 orang
Pasien meninggal   +   3    = total    635 orang
Pasien sembuh      + 255    = total  5.865 orang
Pasien dirawat     -  33    = total  1.322 orang
Isolasi mandiri    -  93    = total  3.163 orang  

achmad

foto : Achmad Yurianto

Achmad Yurianto mengingatkan, penyebaran dan penularan yang masih terus terjadi, hendaknya menjadi kesadaran bersama agar kita tetap lebih waspada dan displin melaksanakan protokol kesehatan. Penyebaran dan penularan virus potensi terjadi di ruang publik seperti ruang kantor, restoran dan moda transportasi massal dan pasar tradisional. Protokol kesehatan dan sosial distancing serta cuci tangan dan menggunakan masker adalah upaya efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan sekaligus menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman virus covid-19.

“ Hedaknya semua mamahami, aktivitas di luar rumah semata-mata hanya untuk kepentingan produktivitas.Kepentingan-kepentingan yang tidak perlu dan mendesak lebih baik ditunda. Tetap berada di rumah dan keluar rumah hanya untuk hal yang sifatnya produktif. Menjaga jarak, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan adalah yang terbaik," kata Achmad Yurianto, Minggu (28/6).

Dia juga memastikan, pemerintah melalui kementerian dan lembaga serta unsur lainnya yang dikordinir oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tetap memprioritaskan penanganan wabah virus corona. Berbagai upaya telah dilakukan seperti tes real time specimen sebanyak 17.230 sampel sehingga jumlah total menjadi 770 ribu lebih sampel, dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC) dan Tes Cepat Molekuler (TCM) . Serta membuka konsultasi telemedis untuk membatasi kunjungan ke rumah sakit. O son  

Berita Lainnya
Sabtu, 12 September 2020
Jumat, 11 September 2020
Kamis, 10 September 2020
Rabu, 09 September 2020
Selasa, 08 September 2020
Selasa, 08 September 2020
Senin, 07 September 2020
Senin, 07 September 2020
Minggu, 06 September 2020
Sabtu, 05 September 2020
Jumat, 04 September 2020
Kamis, 03 September 2020