Rabu, 01 Juli 2020 16:18:51

PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang, Pasien Positif 57.770 Sembuh 25.595 Meninggal 2.934

PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang, Pasien Positif 57.770 Sembuh 25.595 Meninggal 2.934

Beritabatavia.com - Berita tentang PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang, Pasien Positif 57.770 Sembuh 25.595 Meninggal 2.934

Kebijakan dan kerja keras serta upaya lainnya hingga kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak serta merta berdampak signifikan terhadap hasil ...

PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang, Pasien Positif 57.770 Sembuh 25.595 Meninggal 2.934 Ist.
Beritabatavia.com -

Kebijakan dan kerja keras serta upaya lainnya hingga kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak serta merta berdampak signifikan terhadap hasil penanganan wabah virus corona atau covid-19. Sebab penyebaran dan penularan wabah virus covid-19 terus bergeliat ke sejumlah wilayah dan kota-kota besar di Tanah Air. Sementara, berdasarkan hasil evaluasi, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menetapkan perpanjangan masa penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi hingga dua minggu ke depan.

"Semua ketentuan dalam kebijakan PSBB transisi tetap berlaku hingga dua minggu ke depan," kata Gubernur Anies Baswedan, Rabu 1 Juli 2020.

Menurut Anies, kebijakan untuk memperpanjang PSBB transisi adalah upaya pemerintah untuk melindungi warga dari wabah virus corona atau covid-19. Maka, perlu dukungan seluruh warga Jakarta dengan cara tetap displin menjalankan protokol kesehatan.

Sementara, hingga Rabu 1 Juli 2020, di empat wilayah Provinsi yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta,Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan terjadi penambahan kasus yang terkonfirmasi positif terpapar virus covid-19 diatas angka 100 per hari. Sedangkan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 yang jumlah totalnya melebihi angka 1000 hingga 12 ribu telah merambah hingga ke 13 wilayah provinsi. Sementara belum ada indikasi terjadinya penurunan kasus atau meredanya wabah virus covid-19.

Justru ditengah ketidakpastian kapan pandemi covid-19 akan berakhir, publik merasakan adanya pelonggaran aturan dan melemahnya pengawasan. Aktivitas masyarakat mulai bergeliat dan lebih leluasa, sejumlah fasilitas umum seperti transportasi angkutan umum dan Kereta Api mulai kembali beroperasi.Protokol Kesehatan mulai diabaikan, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun detergen, menjaga jarak atau sosial distancing dan menghindari kontak pisik dianggap bukan lagi kewajiban. Sementara sosialisasi dari pemerintah pusat tentang persiapan kebiasaan baru menuju New Normal atau tatanan kehidupan baru ditengah pandemi covid-19, terus digencarkan.

achmad

foto :Achmad Yurianto

Penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) maupun larangan mudik dan PSBB transisi sebagai upaya memutus rantai penyebaran dan penularan virus covid-19 tak lagi begitu penting. Bahkan tidak lagi peduli, meskipun penambahan kasus terus terjadi dari hari kehari di berbagai wilayah dan sejumlah kota-kota besar di Indonesia.
 
Update covid-19 Nasional

Seperti update informasi kasus covid-19 secara nasional yang disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto. Disebutkan, berdasarkan data yang diperoleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari rumah sakit di 449 kota /Kabupaten di 34 Provinsi di wilayah Indonesia. Hingga Rabu 1 Juli 2020 pukul 12.00 Wib, tercatat jumlah penambahan dan total kasus terkonfimrasi :

Pasien positif        + 1.385     = total 57.770 orang
Pasien sembuh      +   789     = total 25.595 orang
Pasien meninggal   +    58     = total  2.934 orang

Update covid-19 di DKI

Pertambahan jumlah penularan virus covid-19 juga terjadi di wilayah DKI Jakarta. Seperti update informasi kasus covid-19 di 262 dari 267 keluruhan berdasarkan data dari fasilitas kesehatan wilayah DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI pada Rabu 1 Juli 2020, tercatat pertambahan dan jumlah total kasus covid-19:

Pasien Positif       + 206    = total 11.482 orang
Pasien meninggal   +   3    = total    644 orang
Pasien sembuh      + 168    = total  6.680 orang
Pasien dirawat        -  62    = total    889 orang
Isolasi mandiri        +  97    = total  3.269 orang  

Achmad Yurianto mengingatkan, penyebaran dan penularan yang masih terus terjadi, hendaknya menjadi kesadaran bersama agar kita tetap lebih waspada dan displin melaksanakan protokol kesehatan. Dijelaskan, penyebaran dan penularan virus potensi terjadi di ruang publik seperti ruang kantor, restoran dan moda transportasi massal dan pasar tradisional. Protokol kesehatan dan sosial distancing serta cuci tangan dan menggunakan masker adalah upaya efektif untuk memutus rantai penyebaran dan penularan sekaligus menyelamatkan diri sendiri dan keluarga dari ancaman virus covid-19.

“ Hedaknya semua mamahami, aktivitas di luar rumah semata-mata hanya untuk kepentingan produktivitas.Kepentingan-kepentingan yang tidak perlu dan mendesak lebih baik ditunda. Tetap berada di rumah dan keluar rumah hanya untuk hal yang sifatnya produktif. Menjaga jarak, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan adalah yang terbaik," kata Achmad Yurianto, Rabu (1/7).

gambarwarna

foto :ilustrasi pertambahan kasus covid-19

Dia juga memastikan, pemerintah melalui kementerian dan lembaga serta unsur lainnya yang dikordinir oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tetap memprioritaskan penanganan wabah virus corona. Berbagai upaya telah dilakukan seperti tes real time specimen sebanyak 21.738 sampel sehingga jumlah total lebih dari 825 ribu sampel, dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PRC) dan Tes Cepat Molekuler (TCM) . Serta membuka konsultasi telemedis untuk membatasi kunjungan ke rumah sakit. O son  

Berita Lainnya
Rabu, 05 Agustus 2020
Selasa, 04 Agustus 2020
Senin, 03 Agustus 2020
Senin, 03 Agustus 2020
Minggu, 02 Agustus 2020
Sabtu, 01 Agustus 2020
Jumat, 31 Juli 2020
Kamis, 30 Juli 2020
Rabu, 29 Juli 2020
Selasa, 28 Juli 2020
Senin, 27 Juli 2020
Minggu, 26 Juli 2020