Selasa, 21 Juli 2020 16:25:27

Lima Bulan Tak Juga Reda, Justru Pasien Positif 89.869 Sembuh 48.466 Meninggal 4.320

Lima Bulan Tak Juga Reda, Justru Pasien Positif 89.869 Sembuh 48.466 Meninggal 4.320

Beritabatavia.com - Berita tentang Lima Bulan Tak Juga Reda, Justru Pasien Positif 89.869 Sembuh 48.466 Meninggal 4.320

Jangan panik bila jumlah pasien corona atau covid-19 mengalami peningkatan sangat cepat. Dalam epidemi kenaikan jumlah adalah hal normal, namun ...

Lima Bulan Tak Juga Reda, Justru Pasien Positif 89.869 Sembuh 48.466 Meninggal 4.320 Ist.
Beritabatavia.com -

Jangan panik bila jumlah pasien corona atau covid-19 mengalami peningkatan sangat cepat. Dalam epidemi kenaikan jumlah adalah hal normal, namun perlahan-lahan jumlahnya akan menurun tajam.Pesan itu disampaikan Michael Levitt, ahli biofisika asal Stanford yang juga pemenang nobel.  

Levitt tidak percaya wabah corona di dunia akan berlangsung berbulan-bulan dan memakan korban jutaan orang. Seperti prediksi Michael Levitt sebelumnya wabah virus corona di China akan menurun. Apakah prediksi Michael Levitt bisa terjadi di Tanah Air ?
Sebab lima bulan berjalan,jumlah kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 masih terus meningkat dan tak terkendali.Bahkan jumlah total kasus  terkonfirmasi positif covid-19 di 15 wilayah dari 34 Provinsi sudah berada di angka 1000 hingga 18 ribu kasus. Kebijakan dan kerja keras Pemerintah bersama masyarakat belum memberikan dampak signifikan terhadap upaya pencegahan penyebaran dan penularan virus covid-19.

Justru para  pakar epidemiologi memprediksi, Indonesia bakal menjadi epicentrum virus covid-19 dunia, jika Pemerintah tidak melakukan tindakan luar biasa dan maksimal termasuk upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya virus covid-19.

Penurunan kasus covid-19 seperti prediksi Michael Levitt akan lebih cepat, bila pemerintah memastikan semua pihak tetap displin menjalankan Protokol Kesehatan dan menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak atau sosial distancing serta menghindari kerumunan dan kontak pisik. Tetapi,bila proses penanganan disertai dengan keinginan hidup berdampingan dengan virus covid-19 dengan  atau New Normal menjadi pilihan,kemungkinan potensi terjadi peningkatan kasus.

Update covid-19 Nasional

Seperti yang disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto. Disebutkan, berdasarkan data yang diperoleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari 467 kota/kabupaten di 34 Provinsi di wilayah Indonesia. Hingga Selasa 21 Juli 2020 pukul 12.00 Wib, tercatat jumlah penambahan dan total kasus terkonfirmasi:

Pasien positif         + 1.655   jumlah total 89.869 orang
Pasien sembuh      + 1.489   jumlah total 48.466 orang
Pasien meninggal     +    81   jumlah total  4.320 orang  

Update covid-19 di DKI

Kasus positif virus covid-19 di wilayah DKI juga merangkak naik setiap hari. Seperti update informasi kasus covid-19 di 266 dari 267 kelurahan berdasarkan data dari fasilitas kesehatan wilayah DKI Jakarta yang telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan RI pada Selasa 21 Juli 2020, tercatat pertambahan dan jumlah total kasus covid-19:

Pasien Positif          + 441  jumlah total  17.153 orang
Pasien meninggal     +   9  jumlah total     758 orang
Pasien sembuh       + 262  jumlah total  10.864 orang
Pasien dirawat         +  47  jumlah total   1.073 orang
Isolasi mandiri        + 123  jumlah total   4.458 orang

achmad

Foto : Achmad Yurianto

Achmad Yurianto yang didampingi dokter Reisa Broto Asmoro, anggota tim komunikasi gugus Tugas Covid-19 , mengingatkan, penyebaran dan penularan yang masih terus terjadi, hendaknya menjadi kesadaran bersama agar kita tetap lebih waspada dan displin melaksanakan protokol kesehatan. Dijelaskan, penyebaran dan penularan virus potensi terjadi di ruang publik seperti ruang kantor, restoran dan moda transportasi massal dan pasar tradisional.

“ Semuanya harus displin menjalankan protokol kesehatan. Aktivitas di luar rumah semata-mata hanya untuk kepentingan produktivitas.Menjaga jarak, menggunakan masker dan rajin mencuci tangan adalah kewajiban yang harus dilaksanakan," kata Achmad Yurianto, Selasa (21/7).

Achmad Yurianto juga memastikan, pemerintah melalui kementerian dan lembaga serta unsur lainnya yang dikordinir  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tetap memprioritaskan penanganan wabah virus corona. Berbagai upaya telah dilakukan seperti tes real time specimen sebanyak 14.027 sampel sehingga jumlah total 1.235.545 sampel, dengan menggunakan metoda Polymarace Chain Reaction (PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM).Serta membuka konsultasi telemedis untuk membatasi kunjungan ke rumah sakit. O son

Berita Lainnya
Rabu, 05 Agustus 2020
Selasa, 04 Agustus 2020
Senin, 03 Agustus 2020
Senin, 03 Agustus 2020
Minggu, 02 Agustus 2020
Sabtu, 01 Agustus 2020
Jumat, 31 Juli 2020
Kamis, 30 Juli 2020
Rabu, 29 Juli 2020
Selasa, 28 Juli 2020
Senin, 27 Juli 2020
Minggu, 26 Juli 2020