Rabu, 02 September 2020 09:53:47

Kekeliruan Pemerintah Potensi Picu Resesi & Kredit Macet

Kekeliruan Pemerintah Potensi Picu Resesi & Kredit Macet

Beritabatavia.com - Berita tentang Kekeliruan Pemerintah Potensi Picu Resesi & Kredit Macet

Dalam kondisi sangat tertekan oleh pandemi virus corona atau covid-19, sangat sulit untuk menjaga ekonomi tetap tumbuh. Seharusnya pemerintah ...

Kekeliruan Pemerintah Potensi Picu Resesi & Kredit Macet Ist.
Beritabatavia.com -

Dalam kondisi sangat tertekan oleh pandemi virus corona atau covid-19, sangat sulit untuk menjaga ekonomi tetap tumbuh. Seharusnya pemerintah fokus pada upaya pencegahan penyebaran dan penularan wabah virus covid-19 yang menjadi penyebab utamanya.

Seperti dikatakan ekonom senior Indef, Aviliani, tentang langkah pemerintahan Presiden Jokowi yang keliru dalam menjaga ekonomi ditengah negeri sedang mengalami tekanan wabahvirus covid-19.

Menurut Aviliani, tindakan keliru itu dapat dilihat dari alokasi dana yang  digelontorkan pemerintah untuk program pemulihan ekonomi nasional. Alokasi anggaran banyak digelontorkan untuk menunjang sisi pasokan bukan permintaan.

Padahal, di tengah kondisi seperti sekarang ini yang mendesak untuk diperbaiki agar ekonomi tetap terjaga adalah daya beli masyarakat yang anjlok karena pandemi covid-19.  Dengan kata lain, kata Aviliani, langkah pemerintah dalam mendorong sisi pasokan sia-sia.

"Rata-rata dalam sektor usaha mulai konsolidasi, belum butuh dana saat ini. Takutnya, begitu dipaksakan dari sisi pasokan, tidak menunjukkan efek positif, malah bisa menimbulkan efek yang negatif. Maka saat ini masalahnya lebih pada sisi permintaan sampai akhir tahun," katanya seperti dilansir cnnindonesia.com, Rabu 2 September 2020.

Sebagai gambaran, pemerintah menggelontorkan dana Rp 695,2 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional. Dari dana itu, Rp 491,3 triliun digunakan untuk menopang sisi pasokan. Sementara itu sisanya digunakan untuk bansos untuk menopang sisi permintaan.

Lebih lanjut, Aviliani menyebut jika dana PEN dipaksakan cair dalam bentuk bantuan kredit baru sementara pelaku usaha belum membutuhkan modal, yang ada dana hanya akan menumpuk menjadi kredit macet di kemudian hari.

Ia menyarankan pemerintah untuk mengubah strategi jika ingin menghindari resesi pada kuartal III mendatang. Berkejaran dengan waktu, pemerintahan Presiden Jokowi punya kurang dari satu bulan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di kuartal selanjutnya.

"Masalahnya adalah ketika tidak ada permintaan, tapi bank diminta menyalurkan kredit, yang ada kanibalisme. Hanya mengambil kredit dari bank lain atau menambah kredit yang ada tapi dua tahun lagi jadi kredit macet," jelasnya. 0 red

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 13 Mei 2020
Rabu, 22 April 2020
Jumat, 17 April 2020
Jumat, 27 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Sabtu, 01 Februari 2020
Kamis, 23 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020
Senin, 20 Januari 2020
Sabtu, 18 Januari 2020
Kamis, 16 Januari 2020
Rabu, 15 Januari 2020