Kamis, 17 September 2020 10:52:25

Suka Nyinyir,Potensi Merusak Jantung

Suka Nyinyir,Potensi Merusak Jantung

Beritabatavia.com - Berita tentang Suka Nyinyir,Potensi Merusak Jantung

Teknologi komunikasi canggih seperti saat ini telah menjadi gaya hidup (life style). Semua aktivitas termasuk berekspresi hingga menunjukkan ...

Suka Nyinyir,Potensi Merusak Jantung Ist.
Beritabatavia.com -

Teknologi komunikasi canggih seperti saat ini telah menjadi gaya hidup (life style). Semua aktivitas termasuk berekspresi hingga menunjukkan kepribadian yang suka nyinyir lebih mudah dilakukan. Padahal kepribadian nyiyir potensi merubah kehidupan menjadi lebih sulit hingga kehilangan kehidupan.

Seperti sebuah penelitian terbaru yang dilakukan para ahli dari University Of Tennessee, menemukan bahwa orang yang suka menunjukkan kepribadian seperti bermusuhan, sarkastik berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi jantung.

Penelitian dilakukan di Amerika Serikat (AS) dengan melacak 2.321 penyintas serangan jantung, yang semuanya telah menjalani tes kepribadian sebelum dipantau selama 24 bulan ke depan.

Berdasarkan observasi selama dua tahun, partisipan kemudian dibandingkan dengan hasil skor kepribadiannya. Para peneliti segera menemukan bahwa mereka yang memusuhi orang lain lebih mungkin menderita serangan jantung berulang.

Selain itu, orang-orang ini juga cenderung tidak menjaga kesehatan mereka sendiri. Mereka lebih cenderung merokok, minum, dan memiliki pola makan yang buruk.

Menurut European Journal of Cardiovascular Nursing, para peneliti menyimpulkan karakter seseorang dapat memengaruhi jantung. Hal ini terjadi melalui mekanisme perilaku dan psikologis.

Seperti dilansir dari laman VT, penulis studi Tracey Vitori menyebut beberapa karakteristik permusuhan yang disoroti adalah sarkasme, sinisme, kebencian, ketidaksabaran, atau mudah tersinggung.

"Sikap bermusuhan telah meningkatkan waktu pembekuan, tingkat adrenalin yang lebih tinggi, di atas tingkat kolesterol dan trigliserida normal, dan meningkatkan reaktivitas jantung," ungkap peneliti itu.

pesan

Foto : Pesan untuk yang suka nyinyir

Asisten Profesor di Fakultas Keperawatan Universitas Tennessee, Vitori menyatakan bahwa kejadian ini bukan hanya terjadi satu kali saja. Namun ini menjadi ciri bagaimana seseorang berinteraksi dengan orang lain.

"Kami tahu bahwa mengendalikan kebiasaan gaya hidup meningkatkan prospek pasien serangan jantung dan penelitian kami menunjukkan bahwa meningkatkan perilaku bermusuhan juga bisa menjadi langkah positif," jelas Vitori.

Para ahli juga menemukan bahwa mereka yang memiliki pandangan hidup yang lebih positif lebih mungkin untuk berolahraga, lebih sedikit minum, dan tidak merokok.

Sementara studi sebelumnya yang diterbitkan oleh Associate Professor Psikiatri di Harvard Medical School, Jeff C Huffman mengemukakan menjadi bahagia dapat memberikan jantung yang sehat.

"Orang yang mengalami emosi positif memiliki tingkat kortisol yang lebih rendah, dan lebih sedikit kelainan tekanan darah dan respons stres fibrinogen terhadap tes stres mental, dibandingkan dengan mereka yang tidak merasakan emosi positif," kata Jeff. 0 red/son

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Jumat, 24 Januari 2020
Selasa, 21 Januari 2020
Jumat, 17 Januari 2020
Selasa, 14 Januari 2020
Senin, 13 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Rabu, 08 Januari 2020
Minggu, 05 Januari 2020
Kamis, 02 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Minggu, 29 Desember 2019
Sabtu, 28 Desember 2019