Beritabatavia.com -
JAKARTA--Jumlah pasien penderita demam berdarah dengue (DBD) di RS Fatmawati Jakarta Selatan pada April cenderung meningkat dibanding pada Maret 2010. Indikasinya, hingga 20 April jumlah pasien DBD yang masuk RS Fatmawati mencapai 218 orang, sedangkan pada 31 Maret pasien DBD mencapai 280 orang.
Menurut staf Humas RS Fatmawati Wini Riesta Selasa (20/4), sebagian besar penderita DBD adalah orang dewasa, yaitu 148 orang, sedangkan anak-anak 70 orang. Dari demografinya, jumlah penderita dari DKI Jakarta 130 orang, sedangkan dari luar DKI Jakarta 88 orang. Pada April ini belum ada korban jiwa akibat DBD. Pada Maret tercatat dua orang meninggal, Februari satu orang. Mereka warga Depok, Ciledug, dan Ciputat, jelasnya.
Wini menambahkan, meningkatnya jumlah penderita DBD karena perubahan cuaca yang cukup ekstrim belakangan. Biasanya, ujarnya, jika cuaca panas tiba-tiba berubah hujan dan kondisi ini berlangsung beberapa hari, maka ada pasien DBD baru yang masuk rumah sakit. Mungkin cuaca yang ekstrim menyebabkan daya tahan tubuh mereka menurun, sehingga rentan terkena virus dari gigitan nyamuk aedes aegypti, penyebab DBD, ujarnya.
Sementara itu, Wati, istri penderita DBD yang tinggal di Lebak Bulus mengatakan, suaminya biasa bekerja hingga malam hari, namun dia tidak tahu lokasi suaminya terjangkit penyakit mematikan itu. Yang saya tahu waktu pulang kerja, suami saya demam hingga esok harinya tidak turun-turun. Langsung saja saya bawa ke sini (RS Fatmawati),ujarnya.
Wati menduga empang di dekat rumahnya menjadi sumber nyamuk penyebab DBD. Untuk itu,ia berharap warga sekitar menjaga kebersihan empang dan melaksanakan kegiatan 3M (menguras, menutup, dan mengubur) barang-barang bekas agar tidak menjadi sumber penyakit DBD.
* brn