Beritabatavia.com -
Program vaksinasi gratis sebagai upaya mewujudkan kekebalan kelompok (herd immunity) yang dicanangkan pemerintah tidak seluruhnya tanpa biaya. Setelah vaksinasi memasuki tahap kedua, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mulai mensosialisasikan tentang vaksinasi gotong royong atau vaksin berbayar yang dibebankan kepada pihak ketiga. Seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, vaksinasi Gotong Royong adalah pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan/karyawati/buruh dan keluarga berbayar tetapi pendanaannya ditanggung atau dibebankan pada perusahaan. Seraya memastikan, seluruh penerima vaksin Gotong Royong tidak akan dipungut bayaran.
Namun, dia menjelaskan, Kemenkes akan menetapkan tarif maksimal untuk biaya pelayanan vaksinasi Gotong Royong. Tetapi, seandainya pelayanan vaksinasi Gotong Royong dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat/swasta tidak boleh melebihi tarif maksimal yang ditetapkan oleh Kemenkes.
“Semua biaya atau pendanaan pelaksanaan vaksinasi gotong royong ditanggung oleh perusahaan,” ujar dr. Siti Nadia Tarmizi.
Berdasarkan Permenkes ini, Vaksinasi Gotong Royong akan berjalan jika sudah tersedia vaksinnya. Dimana pengadaan vaksin Gotong Royong menjadi ranah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan PT Bio Farma (Persero).
“Jenis vaksin Covid-19 Gotong Royong harus mendapat persetujuan penggunaan pada masa darurat (EUA) atau penerbitan nomor izin edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelas dr. Siti Nadia Tarmizi.
Terkait vaksinasi Gotong Royong ini, Arya Sinulingga selaku Koordinator PMO Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengungkapkan bila makin cepat kekebalan kelompok terbentuk maka makin baik.
“Karena itu, hal-hal yang dapat mengakselerasi program vaksinasi tanpa menambah beban anggaran negara patut disambut baik. Vaksinasi Gotong Royong sebagai kerja sama atau gotong royong semua pihak mendorong percepatan pemulihan negeri,” jelas Arya.
Vaksinasi Gotong Royong ini tidak akan mengganggu jalannya vaksinasi gratis yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Jenis vaksin Covid-19 untuk vaksinasi Gotong Royong berbeda dengan jenis vaksin Covid-19 yang digunakan untuk vaksinasi program pemerintah yaitu Sinovac, AstraZeneca, Novavak dan Pfizer.
Arya Sinulingga menuturkan, bila vaksinasi gotong royong jadi upaya paralel yang saling menguatkan dan melengkapi. “Inilah pembuktian bahwa perusahaan tidak hanya bertujuan profit, melainkan juga punya kontribusi aktif dalam menyelesaikan permasalahan bangsa seperti pandemi ini. Kementerian BUMN sebagai leading sector badan usaha milik negara memastikan dan menjaga seluruh proses terkait vaksin gotong royong ini berjalan lancar,” katanya.
Update Covid-19 Nasional
Sementara update informasi kasus covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Minggu 28 Februari 2021 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:
Pasien positif + 5.560 jumlah total 1.334.634 orang
Pasien sembuh + 6.649 jumlah total 1.142.703 orang
Pasien meninggal + 185 jumlah total 36.166 orang
Update covid-19 di DKI
Sedangkan update informasi data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Minggu 28 Februari 2021. Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:
Pasien Positif + 2.098 Jumlah total 339.735 orang
Pasien Meninggal + 39 jumlah total 5.478 orang
Pasien sembuh + 1.607 jumlah total 323.892 orang
Pasien dirawat + 397 jumlah total 4.425 orang
Isolasi mandiri + 55 jumlah total 5.940 orang
Foto : Situasi Covid-19 di Indonesia periode 27 Februari 2021
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, mengingatkan, semua pihak khususnya pemerintah daerah agar konsisten dan lebih maksimal menerapkan kebijakan PPKM. Serta meminta seluruh warga yang telah divaksin tetap menerapkan protokol kesehatan 3M dengan ketat, agar dapat memberikan perlindungan yang optimal.
Sebab, Prof Wiku Adisasmito yang juga epidemiolog Universitas Indonesia ini mengatakan, upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran dan penularan virus covid-19 akan efektif bila disertai dukungan dari masyarakat dengan cara tetap displin menjalankan prokes 3M. Kepatuhan adalah modal dalam meningkatkan produktivitas masyarakat yang aman Covid-19.
0 son