Beritabatavia.com -
Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurahman dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran serta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menggelar rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro di wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodetabek) di markas Kodam Jaya.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, kalau dilihat dari membaiknya laporan Covid-19 di Bogor, Depok dan Bekasi, maka penerapan PPKM Mikro di Jawa Barat (Jabar) berhasil. Pelaksanaan PPKM Mikro berjalan baik dengan hasil yang positif. Semua itu tidak terlepas dari kerja keras 3 pilar dan peran penting dua Kapolda dan dua Pangdam yang turut andil dalam melancarkan program 3T atau testing, treacing dan treatmen.
“PPMK Mikro diwakili Bodebek saya nyatakan berhasil, sehingga kita teruskan aja PPMK Mikro ini. Karena terbukti, tingkat kedisiplinan di atas 80%, ekonomi naik di wilayah Bodebek 21%. Kita kan menduga dengan PPKM ekonomi tertekan, sebaliknya ternyata jual beli ritel di Bodebek naik,” papar Ridwan Kamil atau Emil dalam rapat koordinasi Bodebek di Jakarta, Kamis (4/5/2021).
Emil melanjutkan, secara akumulatif keterisian tempat tidur isolasi bagi pasien Covid-19 di Jawa Barat yang awal tahun mendekati 80%, per minggu ini turun menjadi 59% atau sedikit aman dari standar WHO minimal 60%.
Tingkat kematian, tidak lebih dari 1,2%, artinya kata Emil, 99% kasus Covid-19 sembuh dan sedang dalam perawatan untuk disembuhkan rata-rata tingkat fatalitasnya 1%.
Berdasarkan kasus harian, dalam dua minggu terakhir Jawa Barat di angka 10.000. Sementara dua minggu sebelumnya mencapai 28.000 kasus. Sehingga turun 60%. Disebutkan, angka yang diumumkan di Jawa Barat berbeda dengan yang diumumkan di Pusat, lantaran Pusat masih menggunakan data yang lama.
“Saya mewakili Bodebek mengkonfirmasi tren peningkatan kualitas perbaikan. Jadi its a good news dan puncaknya adalah selama setahun ini baru minggu ini tidak ada zona merah di Jabar. PPKM Mikro akan kita laporkan baik. Ekonomi terbukti malah naik,” ucap Emil.
0son