Minggu, 14 Maret 2021 16:46:33

Vaksin Tidak Menjamin Kebal Virus, Total Positif 1.419.455 Sembuh 1.243.117 Meninggal 38.426

Vaksin Tidak Menjamin Kebal Virus, Total Positif 1.419.455 Sembuh 1.243.117 Meninggal 38.426

Beritabatavia.com - Berita tentang Vaksin Tidak Menjamin Kebal Virus, Total Positif 1.419.455 Sembuh 1.243.117 Meninggal 38.426

Selain berupaya memenuhi ketersediaan vaksin untuk mewujudkan herd imunnity,  Pemerintah juga diminta benar-benar memastikan penyimpanan dan ...

Vaksin Tidak Menjamin Kebal Virus, Total Positif 1.419.455 Sembuh 1.243.117 Meninggal 38.426 Ist.
Beritabatavia.com -

Selain berupaya memenuhi ketersediaan vaksin untuk mewujudkan herd imunnity,  Pemerintah juga diminta benar-benar memastikan penyimpanan dan distribusi vaksin telah sesuai aturan yang yang ditentukan. Agar kualitas vaksin tetap terjaga dan manfaat vaksin lebih maksimal

Pakar imunisasi, Dr Elisabet Zein Supardi, mengatakan, pada masa pandemi  virusnya masih inkubasi, sementara orang yang divaksin adalah orang bebas.  Sehingga tidak ada jaminan seratus persen setelah divaksin akan kebal dari virus. Sebab bisa saja sudah divaksin kekebalan tidak terbentuk, lantaran kualitas vaksin tidak baik akibat penyimpanan dan pendistribusiannya salah. Kemudian karena  cara penyuntikannya tidak tepat dan beberapa hal lain yang bisa menjadi penyebab.

" Supaya penyimpanan dan distribusi vaksin benar-benar baik agar kualitas vaksin tetap terjaga," kata Dr Elisabet Zein Supardi.

Menurut Elisabet, manfaat imunisasi baru dapat dilihat setelah satu bulan sejak suntikan vaksin ke dua. Suntikan pertama hanya untuk merangsang memori sel, setelah suntikan kedua baru ada pembentukan anti bodi, dan satu bulan kemudian baru ada kekebalan tubuh.

Juru bicara Vaksin Covid-19, Siti Nadia Tarmizi, membenarkan, bahwa vaksin tidak menjamin seratus persen seseorang bebas atau kebal dari virus Covid-19. Sebab,meskipun sudah divaksin, seseorang masih ada risiko terpapar atau terinfeksi virus Covid-19.  

"Perlu dipahami bersama,meskipun kita sudah divaksinasi Covid-19, masih ada risiko terpapar virus Covid-19. Namun tentunya, vaksin ini akan dapat mengurangi sakit berat," kata Siti Nadia Tarmizi.

Menurutnya, pemerintah sudah menetapkan pemberian vaksin dua kali dosis  penyuntikan seperti yang saat ini  sedang dilaksanakan. Sebab sistim kekebalan tubuh atau imun membutuhkan waktu lewat paparan yang lebih lama. Sementara suntikan pertama belum membentuk kekebalan, sehingga dibutuhkan suntikan kedua untuk membentuk antibodi secara optimal.

"Suntikan yang kedua berfungsi sebagai booster untuk membentuk antibodi secara optimal. Dan imunitas ini baru akan terbentuk secara baik, setelah 3 minggu suntikan kedua", kata Siti Nadia. Meski sudah divaksinasi seseorang masih bisa terinfeksi virus covid-19, maka harus tetap displin melaksanakan protokol kesehatan 3M, tambahnya.

Sebelumnya Pemerintah telah menetapkan vaksin virus corona yang diproduksi 6 lembaga berbeda untuk program vaksinasi di Indonesia. Adapun, keenam jenis vaksin yang ditetapkan tersebut diproduksi oleh: PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech dan Sinovac Biotech Ltd

Vaksin Sinovac telah lebih dahulu masuk ke Indonesia pada Minggu, 6 Desember 2020, kemudian disusul oleh Vaksin Astrazeneca yang baru saja tiba di Indonesia pada Senin, 8 Maret 2021.

Update Covid-19 Nasional

Sementara update informasi kasus covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah  Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Minggu 14 Maret 2021 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

Pasien positif         +    4.714  jumlah total  1.419.455 orang
Pasien sembuh       +    5.647  jumlah total  1.243.117 orang
Pasien meninggal   +         97  jumlah total       38.426 orang

Update covid-19 di DKI

Sedangkan update informasi data dari fasilitas kesehatan di 267 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Minggu 14 Maret 2021. Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

Pasien Positif            +       1.204 Jumlah total   359.980 orang
Pasien Meninggal      +            35 jumlah total       6.026 orang
Pasien sembuh         +        2.008 jumlah total   347.210 orang
Pasien dirawat          -             56 jumlah total       3.301 orang
Isolasi mandiri           -           783 jumlah total       3.443 orang

situasicovid

Foto : Situasi Covid-19 di Indonesia periode 13 Maret 2021

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof . Wiku Adisasmito meminta, agar semua pihak khususnya pemerintah daerah tetap konsisten dan maksimal menerapkan kebijakan PPKM. Sedangkan warga yang telah divaksin harus tetap menerapkan protokol kesehatan 3M dengan ketat, agar dapat memberikan perlindungan yang optimal.

Sebab, Prof Wiku Adisasmito yang juga epidemiolog Universitas Indonesia ini  mengatakan, upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran dan penularan virus covid-19 akan efektif bila disertai dukungan dari masyarakat dengan cara tetap displin menjalankan Prokes 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak atau menghindari kerumunan.0 son

Berita Lainnya
Jumat, 09 April 2021
Kamis, 08 April 2021
Rabu, 07 April 2021
Selasa, 06 April 2021
Senin, 05 April 2021
Minggu, 04 April 2021
Sabtu, 03 April 2021
Jumat, 02 April 2021
Kamis, 01 April 2021
Rabu, 31 Maret 2021
Selasa, 30 Maret 2021
Senin, 29 Maret 2021