Rabu, 05 Mei 2021 16:53:22

Setelah Memotong Uang Seller, Lazada Menghindar Tanggungjawab

Setelah Memotong Uang Seller, Lazada Menghindar Tanggungjawab

Beritabatavia.com - Berita tentang Setelah Memotong Uang Seller, Lazada Menghindar Tanggungjawab

Selain piawai menyenangkan konsumen, Lazada penyedia belanja online juga pintar menghindar dari tanggungjawab atas pemotongan uang hasil penjualan ...

Setelah Memotong Uang Seller, Lazada Menghindar Tanggungjawab Ist.
Beritabatavia.com -

Selain piawai menyenangkan konsumen, Lazada penyedia belanja online juga pintar menghindar dari tanggungjawab atas pemotongan uang hasil penjualan para Seller pengguna platform Lazada. Sehingga kerugian yang dialami ratusan seller atau pedagang di Lazada sejak 2019 tak kunjung selesai.

Berbagai upaya untuk bisa menemui pihak manajemen Lazada sudah dilakukan para korban, namun tidak ada solusi hingga saat ini. Bahkan seorang seller yang meminta   pertanggungjawaban Lazada lewat chat di website Lazada hanya direspon agar sabar menunggu. Menurut petugas chat Lazada bernama  Afifah, permasalahan autoposting pada 2019 sebesar Rp 49 juta sudah disampaikan ke pimpinan Lazada.

" Laporannya kan 3 Mei 2021, jawabannya akan dikirim lewat email 3x24 terhitung sejak dilaporkan," tulis Afifah. Setelah Seller menjelaskan bahwa kasus yang menimpa dirinya sudah sejak 2019, sampai sekarang hanya diminta sabar. Lagi-lagi Afifah tetap meminta agar ditunggu saja.

Para Seller mengaku sudah mendatangi kantor Lazada, tetapi hanya ditemui karyawan bernama Vivi. Dia tidak memberikan kapastian kapan kasus pemotongan uang hasil penjualan akan diselesaikan.

Sebelumnya, ratusan penjual atau seller pengguna flatform mengaku resah atas tindakan semena-mena pihak Lazada. Akibat pemotongan uang hasil penjualan itu,para seller mengalami kerugian hingga mencapai Rp 600 juta.

Pemotongan uang hasil penjualan para seller itu sudah berjalan sejak 2019. Modus yang dilakukan adalah dengan alasan barang yang dikirim tidak sesuai dimensi produk yang ditulis dalam spesifikasi barang. Praktik lainnya atau yang disebut para seller sebagai kasus autoposting yaitu pemotongan  ongkos kirim dengan alasan kelebihan berat barang.

Seorang seller bernama Aci mengatakan, pihak Lazada melakukan pemotongan uang secara sepihak dengan alasan yang tidak logis. Praktik itu sudah berjalan 2019 silam.

" Uang hasil penjualan dipotong langsung tanpa izin. Kalau barang tidak sesuai atau beratnya melebihi kembalikan saja ke seller, jangan diproses lalu main potong uang pedagang," kata Aci.

Padahal, lanjutnya, kita sudah sesuai ketentuan yang tertera dalam kesepakatan antara seller dengan Lazada. Tetapi Lazada selalu menyebut tidak sesuai dan menyalahkan seller kemudian langsung memotong, urusannya belakangan.

"Keinginan seller, kalau dianggap barang tidak sesuai ya balikin aja. Kenapa Lazada tetap mengirim kemudian memotong hasil penjualan, padahal profit satu kiriman hanya ribuan rupiah," ujar Aci.

Para seller mengaku punya bukti perbuatan Lazada itu. Apabila uang yang dipotong pihak Lazada tidak segera dikembalikan, kasus ini akan dilaporkan ke pihak kepolisian, agar tidak ada lagi korban berikutnya.

Sementara konfirmasi yang dikirimkan lewat pesan WhatsApp kepada seorang karyawan Lazada bernama Aisha, tidak direspon meskipun telah membaca pesan yang dikirim. O son

Berita Lainnya
Rabu, 06 Januari 2021
Senin, 19 Oktober 2020
Jumat, 11 September 2020
Kamis, 10 September 2020
Rabu, 09 September 2020
Selasa, 08 September 2020
Selasa, 08 September 2020
Rabu, 02 September 2020
Senin, 24 Agustus 2020
Senin, 10 Agustus 2020
Jumat, 07 Agustus 2020
Selasa, 14 Juli 2020