Selasa, 11 Mei 2021 12:00:08

Potong Uang Pedagang Sejak 2019, Lazada Terancam Dipolisikan

Potong Uang Pedagang Sejak 2019, Lazada Terancam Dipolisikan

Beritabatavia.com - Berita tentang Potong Uang Pedagang Sejak 2019, Lazada Terancam Dipolisikan

Ratusan pedagang atau Seller pengguna platform Lazada mengancam akan melaporkan pimpinan manajemen Lazada ke Polisi. Sebab, tidak merespon ...

Potong Uang Pedagang Sejak 2019, Lazada Terancam Dipolisikan Ist.
Beritabatavia.com -

Ratusan pedagang atau Seller pengguna platform Lazada mengancam akan melaporkan pimpinan manajemen Lazada ke Polisi. Sebab, tidak merespon tuntutan para Seller terkait pemotongan uang hasil penjualan oleh pihak Lazada yang telah berlangsung sejak 2019 silam. Akibat pemotongan uang yang dilakukan sepihak, para Seller mengalami kerugian dari mulai puluhan juta hingga mencapai Rp 600 juta.

Para Seller sekaligus korban, sudah berupaya untuk menemui pihak manajemen Lazada, namun tidak pernah direspon pihak Lazada. Para Seller hanya dapat berkomunikasi dan meminta pertanggungjawaban Lazada lewat  live chat di website Lazada. Sementara petugas yang melayani di live chat terus berganti dan tidak pernah memberikan jawaban yang pasti, kapan pihak Lazada akan menyelesaikan permasalahannya. Bahkan salah seorang petugas di  live chat bernama Afifah, menuliskan bahwa permasalahan autoposting pada 2019 sebesar Rp 49 juta telah disampaikan ke pimpinan Lazada. Petugas live chat lainnya juga memberikan jawaban serupa dan meminta agar Seller sabar menunggu akan dijawab lewat email.

" Jalur komunikasi hanya lewat live chat di webiste Lazada. Kami setiap hari meminta untuk bertemu manajemen Lazada, tetapi tidak pernah direspon. Jawabannya hanya minta supaya ditunggu jawaban lewat email, tetapi hingga saat ini tak pernah ada jawaban. Harusnya mereka bertanggungjawab atas pemotongan uang hasil penjualan yang membuat kami mengalami kerugian," kata Aci, salah seorang dari ratusan Seller Lazada.

Sementara petugas yang melayani percakapn lewat Chat Live selalu berganti dan setiap ditanya bagaimana perkembangan permasalahan yang dialami para Seller, hanya dijawab sudah dilaporkan ke pimpinan dan nanti dijawab lewat email.

Menurut para Seller pemotongan uang hasil penjualan merupakan tindakan semena-mena dan sudah berjalan sejak 2019. Modus yang dilakukan adalah menuding para Seller tidak mengirim barang yang sesuai dengan dimensi produk yang ditulis dalam spesifikasi barang. Praktiknya lainnya dengan modus autoposting atau pemotongan ongkos kirim dengan alasan kelebihan berat barang.

Padahal, pihak Seller mengaku sudah melakukan sesuai ketentuan yang tertera dalam kesepakatan dengan pihak Lazada. Tidak mungkin melakukan seperti yang dituduhkan pihak Lazada. Sehingga alasan pemotongan sepihak itu tidak logis. Tetapi Lazada selalu menyebut tidak sesuai dan menyalahkan Seller kemudian langsung memotong, urusannya belakangan.

"Kalau barang tidak sesuai atau beratnya melebihi kembalikan saja ke seller, kenapa dikirim ke pembeli, kemudian uang hasil penjualan langsung main potong tanpa izin," kata Aci

Anehnya, setelah pemotongan dilakukan sejak 2019, pihak Lazada tidak berkenan untuk bertemu dan membicarakan secara langsung dengan Seller. Para seller mengaku punya bukti perbuatan Lazada itu. Apabila uang yang dipotong pihak Lazada tidak segera dikembalikan, kasus ini akan dilaporkan ke pihak kepolisian, agar tidak ada lagi korban berikutnya. Sementara konfirmasi yang dikirimkan lewat pesan WhatsApp kepada seorang karyawan Lazada tidak direspon meskipun telah membaca pesan yang dikirim. O son

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Jumat, 12 Maret 2021
Jumat, 26 Februari 2021
Selasa, 23 Februari 2021
Sabtu, 13 Februari 2021
Rabu, 06 Januari 2021
Senin, 19 Oktober 2020
Jumat, 11 September 2020
Kamis, 10 September 2020
Rabu, 09 September 2020
Selasa, 08 September 2020
Selasa, 08 September 2020
Rabu, 02 September 2020