Rabu, 23 Juni 2021 18:06:34

Para Ahli Warning Pemerintah Soal Pandemi,Positif 2.033.421 Sembuh 1.817.303 Meninggal 55.594

Para Ahli Warning Pemerintah Soal Pandemi,Positif 2.033.421 Sembuh 1.817.303 Meninggal 55.594

Beritabatavia.com - Berita tentang Para Ahli Warning Pemerintah Soal Pandemi,Positif 2.033.421 Sembuh 1.817.303 Meninggal 55.594

Hampir dua tahun wabah virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 hingga sudah mutasi dengan berbagai varian baru, tetapi belum ada tanda-tanda akan reda ...

Para Ahli Warning Pemerintah Soal Pandemi,Positif 2.033.421 Sembuh 1.817.303 Meninggal 55.594 Ist.
Beritabatavia.com -

Hampir dua tahun wabah virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 hingga sudah mutasi dengan berbagai varian baru, tetapi belum ada tanda-tanda akan reda apalagi sirna. Sejumlah kebijakan maupun imbauan yang dilakukan untuk mengendalikan wabah Covid-19, seperti displin menjalankan prokes 3M dan meningkatkan 3T, namun belum memberikan dampak signifikan, justru penyebaran dan penularan setan siluman Covid-19 semakin sulit dikendalikan.

Para ahli mengingatkan pemerintah harus mampu memberdayakan sumber daya hingga ke desa-desa untuk mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat. Sebab, selain mengenali dan memahami gejala serta cara mencegah, perilaku masyarakat juga efektif untuk menekan lonjakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi saat ini.

Seperti warning yang disampaikan dewan pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dr Hermawan Saputra kepada pemerintah. Menurut Dr Hermawan, kondisi saat ini menjadi alarm bagi individu dan lingkungan sekitar, supaya kita memperkuat protokol kesehatan di perkantoran, pemukiman, pusat perbelanjaan, sampai kampung di pelosok. Dia berpesan, pemerintah harus mampu memberdayakan sumber daya hingga ke desa-desa untuk mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat.

Lebih lanjut, Dr. Hermawan mengimbau agar mengaktifkan gotong-royong di lingkup komunitas dan membuat ruang isolasi mandiri di tingkat komunitas. “Ini upaya yang bisa meringankan beban rumah sakit kita yang saat ini mulai penuh terutama di pulau jawa,” ujarnya.

Melihat kondisi yang dihadapi Indonesia saat ini, Dr. Hermawan berpendapat cara terbaik memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah dengan mencegahnya. “Cara terbaik untuk mencegah penularannya adalah menghindari kerumunan,” tegasnya

Dalam Dialog Publik KPCPEN, Selasa (22/6) Guru Besar Fak. Kedokteran Hewan Universitas Udayana sekaligus Anggota Tim Pakar Medis Satgas Covid-19, Prof. I Gusti Ngurah Made Mahardika, mengungkapkan terkait virus Covid-19 dan program vaksinasi yang dilaksanakan pemerintah.

“Virus Covid-19 ini mudah berubah, varian of concern bagi saya itu ada dua, yakni varian Alfa (B.1.1.7) dan Delta (B.1.617). Tetapi di samping mutasi virus, terjadinya lonjakan kasus juga karena adanya kerumunan.  Vaksin Covid-19 sendiri sudah diteliti dan masih efektif melawan varian virus Covid-19 terutama Alfa dan Delta. Saya mendukung percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah. Karena dengan 40-50% cakupan vaksinasi Covid-19 di negara-negara Eropa, mereka sudah berani mengadakan piala Eropa 2021,” kata Prof.I Gusti Mahardika.

Update Covid-19 Nasional
Sementara update informasi kasus covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah  Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Rabu 23 Juni 2021 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

Pasien positif          +  15.308 jumlah total  2.033.421 orang
Pasien sembuh       +    7.167 jumlah total  1.817.303 orang
Pasien meninggal    +       303 jumlah total      55.594 orang

Update covid-19 di DKI
Sedangkan update informasi data dari fasilitas kesehatan di 263 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Rabu 23 Juni 2021. Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

Pasien Positif             +  4.693 Jumlah total  486.957 orang
Pasien Meninggal       +       43 jumlah total     8.057 orang
Pasien sembuh          +  1.136 jumlah total  443.195 orang
Pasien dirawat           +  1.813 jumlah total    12.837 orang
Isolasi mandiri            +  1.701 jumlah total    22.868 orang

jumlah

Foto : jumlah terpapar Covid-19 di Indonesia periode 22 Juni 2021

Sementara Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, ketua tim riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran mengatakan, Covid-19 ini sangat-sangat hebat dampaknya. Apabila terinfeksi virus ini, fatal akibatnya sehingga harus benar-benar menghindarinya. Selain disiplin menegakkan protokol 5M, juga harus melengkapinya dengan ikut vaksinasi.

Vaksin Covid-19 menurut Prof. Kusnandi dinilai sudah efektif dalam memberikan tingkat perlindungan yang diperlukan. Kalaupun terinfeksi, jika sudah mendapat vaksinasi, akan mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian bagi pasien Covid-19. Ia berpesan agar masyarakat jangan takut divaksinasi tapi harus takut dengan virusnya.

“Kita harus memberi pemahaman kepada masyarakat betapa jahatnya Covid-19 ini. Saya yakin dengan fakta-fakta yang sekarang ini kita tampilkan, banyaknya kesakitan dan kematian akibat Covid-19, masyarakat harus mulai sadar pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi,” kata Prof. Kusnandi.O son

Berita Lainnya
Senin, 22 November 2021
Senin, 22 November 2021
Minggu, 21 November 2021
Sabtu, 20 November 2021
Jumat, 19 November 2021
Kamis, 18 November 2021
Rabu, 17 November 2021
Selasa, 16 November 2021
Senin, 15 November 2021
Minggu, 14 November 2021
Sabtu, 13 November 2021
Jumat, 12 November 2021