Kamis, 22 Juli 2021 16:45:38

Pandemi Covid-19 Tak ada Wilayah Tanpa Risiko,Positif 3.033.339 Sembuh 2.392.923 Meninggal 79.032

Pandemi Covid-19 Tak ada Wilayah Tanpa Risiko,Positif 3.033.339 Sembuh 2.392.923 Meninggal 79.032

Beritabatavia.com - Berita tentang Pandemi Covid-19 Tak ada Wilayah Tanpa Risiko,Positif 3.033.339 Sembuh 2.392.923 Meninggal 79.032

Selama Pandemi Covid-19 tidak ada wilayah tanpa risiko, hanya ada risiko tinggi dan risiko rendah. Apapun yang dilakukan terutama di luar rumah ...

Pandemi Covid-19 Tak ada Wilayah Tanpa Risiko,Positif 3.033.339 Sembuh 2.392.923 Meninggal 79.032 Ist.
Beritabatavia.com -

Selama Pandemi Covid-19 tidak ada wilayah tanpa risiko, hanya ada risiko tinggi dan risiko rendah. Apapun yang dilakukan terutama di luar rumah hanya meningkatkan atau menurunkan risiko penularan Covid-19 terhadap diri dan orang lain.

“Dan ingat varian Delta menular jauh lebih cepat dari varian sebelumnya, jadi tidak ada kegiatan yang aman dari risiko,” kata juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi.

Menurutnya, keterpaduan menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini sangat penting. Tidak bisa salah satu ketat dan yang lain kendor. Sayangnya,kata Jodi, pada perayaan Idul Adha 1442 Hijriyah lalu, pemerintah menemukan beberapa daerah yang masih melakukan pelanggaran protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

Masih ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak menghiraukan Surat Edaran Menteri Agama tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Penyelenggaraan salat Idul Adha dan Pelaksanaan kurban tahun 1442 H dan juga himbauan dari Majelis Ulama Indonesia serta organisasi keagamaan lainnya. Sangat menyayangkan adanya kerumunan massa di Bandung dan Ambon.

“Tindakan ini sangat disayangkan karena akan meningkatkan risiko penularan Covid-19 varian Delta ini dalam satu dua pekan kedepan,” ujarnya.

Jodi menegaskan, tindakan yang meningkatkan risiko seperti melanggar panduan prokes akan menimbulkan kerugian bagi banyak orang, sekaligus menunda relaksasi yang direncanakan pada 26 Juli mendatang. “Beberapa orang yang berbuat, puluhan juta orang akan menanggung risikonya. mari kita camkan baik-baik kenyataan yang tidak menyenangkan ini,” tegas Jodi Mahardi.

Update Covid-19 Nasional
Sementara update informasi kasus covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah  Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Kamis 22 Juli 2021 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

Pasien positif          +  49.509 jumlah total  3.033.339 orang
Pasien sembuh       +  36.370 jumlah total  2.392.923 orang
Pasien meninggal    +   1.449 jumlah total       79.032 orang

Update covid-19 di DKI
Sedangkan update informasi data dari fasilitas kesehatan di 263 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Kamis 22 Juli 2021. Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

Pasien Positif             +  7.058 Jumlah total  770.487 orang
Pasien Meninggal       +     173 jumlah total    10.865 orang
Pasien sembuh          + 10.624 jumlah total  673.424 orang

jumlah

Foto : jumlah terpapar Covid-19 di Indonesia periode 21 Juli 2021

Tetapi dipastikan, pemerintah tidak akan tinggal diam. Selain memberikan sanksi bagi yang melanggar, pemerintah akan mengambil langkah-langkah antisipasi. Di antaranya pemerintah dalam waktu dekat akan melakukan peningkatan tes dan lacak atau testing dan tracing di wilayah-wilayah yang selama ini kurang berjalan dengan baik. TNI dan Polri didukung Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan  Covid-19 di BNPB akan memimpin pelaksanaan testing dan tracing ini. Gerakan kerelawanan yang akan terlibat dalam kegiatan ini.

"Sistem testing dan tracing yang massif akan siap dalam waktu dekat. Apabila ditemukan kasus positif dari testing dan tracing di lapangan, maka mereka akan dibawa ke pusat-pusat isolasi yang sudah dibuat pemerintah. Mereka akan mendapat penanganan dan diberikan obat-obat gratis yang dijamin pemerintah. Apabila yang terkena adalah kepala keluarga maka keluarga itu akan diberikan bantuan sosial oleh pemerintah guna meringankan beban mereka,” ujar Jodi.

Juru bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr Reisa Broto Asmoro menambahkan,  hendaknya masyarakat Indonesia siap mentaati dan mematuhi peraturan PPKM Darurat dengan tujuan membuka kembali aktivitas sosial dan kemasyarakatan. Tapi butuh kerja bersama dan gotong royong yang solid dalam mencapai tujuan bersama tersebut.

dr Reisa mengungkapkan, selain adanya beberapa pelanggaran di Idul Adha kemarin, berdasarkan data satgas per 11 Juli 2021 terdapat 95 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker kurang dari 75 persen dan 112 yang memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak kurang dari 75 persen.O son

Berita Lainnya
Rabu, 13 Oktober 2021
Selasa, 12 Oktober 2021
Senin, 11 Oktober 2021
Minggu, 10 Oktober 2021
Sabtu, 09 Oktober 2021
Jumat, 08 Oktober 2021
Kamis, 07 Oktober 2021
Rabu, 06 Oktober 2021
Selasa, 05 Oktober 2021
Senin, 04 Oktober 2021
Minggu, 03 Oktober 2021
Sabtu, 02 Oktober 2021