Jumat, 23 Juli 2021 16:39:26

Kematian Sudah Tidak Bisa Ditoleransi, Positif 3.082.410 Sembuh 2.431.911 Meninggal 80.598

Kematian Sudah Tidak Bisa Ditoleransi, Positif 3.082.410 Sembuh 2.431.911 Meninggal 80.598

Beritabatavia.com - Berita tentang Kematian Sudah Tidak Bisa Ditoleransi, Positif 3.082.410 Sembuh 2.431.911 Meninggal 80.598

Sejak tujuh hari terakhir, secara nasional kasus positif menurun hingga 40 persen, tercatat pada 15 Juli sebanyak 56.757 kasus dan pada 21 Juli ...

Kematian Sudah Tidak Bisa Ditoleransi, Positif 3.082.410 Sembuh 2.431.911 Meninggal 80.598 Ist.
Beritabatavia.com -

Sejak tujuh hari terakhir, secara nasional kasus positif menurun hingga 40 persen, tercatat pada 15 Juli sebanyak 56.757 kasus dan pada 21 Juli turun menjadi 33.772 kasus. Kesembuhan selama 7 hari terakhir juga menunjukkan adanya peningkatan, yaitu sebesar lebih dari 70%.

“Jika dilihat pada persen kasus aktif, terlihat mulai mengalami penurunan selama 3 hari terakhir,” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito.

Tidak hanya itu, Prof Wiku menambahkan, persentasi Bed Occupancy Ratio (BOR) atau keterisian tempat tidur harian di tingkat nasional juga konsisten mengalami penurunan selama 7 hari terakhir, dari 76,26% menjadi 72,82%. Adanya perkembangan yang baik ini patut disyukuri.

Namun, beberapa hal yang perlu menjadi perbaikan bersama. Peningkatan testing perlu menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Jumlah orang diperiksa yang mengalami penurunan selama 4 hari terakhir perlu untuk segera dikejar agar meningkat Kembali. Karena semakin tinggi testing maka semakin banyak kasus yang dapat terdeteksi dan ditangani sejak dini.

Dia menegaskan, yang perlu menjadi fokus adalah kematian. Angka kematian yang cenderung mengalami peningkatan selama 7 hari terakhir ini patut dijadikan refleksi bersama. Terlebih sudah 6 hari berturut-turut kematian kita mencapai angka lebih dari 1000 setiap harinya.

“Ini tidak bisa ditoleransi lagi karena ini bukan sekadar angka, di dalamnya ada keluarga, kerabat, kolega, dan orang-orang tercinta yang pergi meninggalkan kita,” tegas Prof Wiku.

Menurutnya, kasus positif yang turun dan kesembuhan yang meningkat harus diikuti dengan kematian yang turun pula. Selain itu, zonasi risiko tingkat kabupaten/kota saat ini menunjukkan perkembangan ke arah yang kurang baik. Saat ini Kabupaten/kota dengan zona risiko tinggi menjadi yang terbanyak sepanjang pandemi, yaitu 180 Kabupaten/kota. Zonasi ini didominasi Kabupaten/kota dari provinsi Jawa Timur sebanyak 33 kab/kota, Jawa Tengah 29 kab/kota, dan Jawa Barat 21 kab/kota.

“Untuk itu perlu dipastikan sebelum dilakukan pembukaan bertahap, kita wajib bergotong royong dalam meningkatkan testing, dan menurunkan angka kematian,” kata Prof Wiku.

Update Covid-19 Nasional
Sementara update informasi kasus covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah  Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Jumat 23 Juli 2021 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:

Pasien positif          +  49.071 jumlah total  3.082.410 orang
Pasien sembuh       +  38.988 jumlah total  2.431.911 orang
Pasien meninggal    +   1.566 jumlah total       80.598 orang

Update covid-19 di DKI
Sedangkan update informasi data dari fasilitas kesehatan di 263 kelurahan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Jumat 23 Juli 2021. Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:

Pasien Positif             +  8.033 Jumlah total  778.520 orang
Pasien Meninggal       +     156 jumlah total     11.021 orang
Pasien sembuh          + 14.440 jumlah total   687.864 orang

jumlah

foto : jumlah terpapar covid-19 di Indonesia periode 22 Juli 2021

Prof Wiku menambahkan, perkembangan yang sudah relatif membaik seperti kasus positif, kasus aktif, dan BOR harian yang menunjukkan penurunan, serta kesembuhan yang meningkat harus terus dipertahankan. Dengan begitu, zonasi risiko wilayah-wilayah yang saat ini berada di zona merah dapat segera membaik dan berpindah ke zona oranye dan zona kuning.

Selanjutnya jika dilihat pada 7 provinsi Jawa-Bali yang melaksanakan PPKM Darurat, perkembangan selama 7 hari terakhir masih menunjukkan fluktuasi. Dalam menilai kesiapan daerah dalam pembukaan bertahap, kita perlu melihat perkembangan kasus positif, kesembuhan dan kematian, serta BOR.

“Bali masih mengalami kenaikan kasus positif hingga 3 hari terakhir. Sama halnya dengan kasus sembuh, 5 dari 7 provinsi ini menunjukkan adanya tren peningkatan, kecuali DKI Jakarta dan DIY,” katanya.

Prof. Wiku menyebut, kedua provinsi tersebut masih menunjukkan adanya penurunan kesembuhan. Hal yang masih menjadi tantangan adalah kematian. Kematian pada hampir seluruh provinsi masih menunjukkan tren peningkatan, kecuali DKI Jakarta. DKI Jakarta per kemarin menunjukkan penurunan yang signifikan, dari 268 menjadi 95 kematian dalam sehari. Jika dilihat dari BOR, seluruh provinsi telah menunjukkan penurunan, kecuali Bali.O son

Berita Lainnya
Rabu, 13 Oktober 2021
Selasa, 12 Oktober 2021
Senin, 11 Oktober 2021
Minggu, 10 Oktober 2021
Sabtu, 09 Oktober 2021
Jumat, 08 Oktober 2021
Kamis, 07 Oktober 2021
Rabu, 06 Oktober 2021
Selasa, 05 Oktober 2021
Senin, 04 Oktober 2021
Minggu, 03 Oktober 2021
Sabtu, 02 Oktober 2021