Beritabatavia.com -
Belasan warga Kelurahan Pasarmanggis, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, terjangkit penyakit chikungunya atau lumpuh layu. Penyakit yang disebabkan karena gigitan nyamuk tersebut menyerang warga di RW 01 dan RW 010.
Tuti (48) warga RT 011/01 mengakui, sejumlah warga terkena penyakit chikungunya sejak pekan lalu. Suaminya yang ketua RT 011 pun, terkena penyakit dengan gejala pegal-pegal hingga tidak bisa berdiri. Kebanyakan keluhan mereka sama semua. Badannya pada pegal-pegal, kata Tuti, saat ditemui di kediamannya, Selasa (5/10).
Ia menambahkan, setiap keluarga biasanya ada dua orang yang terserang penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut. Namun tidak semua warga memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Beberapa warga tidak periksa ke dokter. Ada satu warga yang berobat ke klinik dekat sini dan dinyatakan terkena penyakit chikungunya, jelasnya.
Aminah (40) warga RT 012/01 menuturkan, pada Sabtu (2/10) silam saat dirinya bangun tidur merasakan seluruh badannya pegal dan persendiannya tidak bisa digerakkan. Gejala lain yang dirasakannya seperti tulang iga kaku, demam, dan kepala pusing. Sejak Sabtu kemarin saya tidak bisa bangun. Kalau mau ke kamar mandi saja digendong oleh suami, terangnya.
Tidak hanya Aminah, dua orang anaknya juga mengalami gejala yang sama. Setelah merasakan seluruh badannya pegal, Aminah langsung memeriksakan dirinya ke puskesmas. Namun, setelah diperiksa Aminah hanya terserang rematik saja. Saya memang punya rematik. Tapi kalau lagi kambuh tidak seperti ini, biasanya cuma di tangan saja, tambahnya.
Chikungunya Karena Aedes AegyptiKepala Puskesmas Pasarmanggis, Sri Nugraha Setiawati, mengatakan sejauh ini tidak ada laporan dari warga Kelurahan Pasarmanggis mengenai penyakit tersebut. Untuk itu, pihaknya akan melakukan survei terlebih dahulu ke lokasi. Harus ada pemeriksaan laboratorium sebelum dinyatakan penyakit tersebut adalah chikungunya, jelasnya.
Virus chikungunya, tambah Wati ditularkan melalui nyamuk dari spesies aides aegypti. Pihaknya berjanji akan melakukan survei lokasi dalam jangka waktu 1x24 jam. Gejalanya memang mirip, yakni panas dan pegal-pegal. Tapi sebelum ada pemeriksaan lab kita belum bisa memastikan, untuk sementara hanya suspect, lanjutnya.
Pihak puskesmas akan melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dengan mengambil sampel 20 kepala keluarga (KK) di lokasi suspect. Jika positif ditemukan virus chikungunya akan dilakukan penyemprotan sebagai tindak lanjutnya. Namun, jika negatif pihaknya hanya akan memberikan penyuluhan terhadap warga sekitar.O brn